Loading

Selasa, 17 November 2015

Pendidikan Pemilih Kelompok Disabilitas

Pilkada serentak yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015 diseluruh Indonesia menjadi hak setiap warga negara tidak terkecuali kaum disabilitas. Karena hak memilih dan dipilih merupakan hak seluruh warga negara tidak terbatas pada kondisi fisik yang bersangkutan.

Berdasarkan pengalaman beberapa kali Pilkada tentang keluhan/kekurangan yang dirasakan oleh kaum disabilitas KPU (Komisi Pemilihan Umum ) sebagai penyelenggara Pilkada, membuka ruang yang seluas-luasnya untuk mendengarkan keluhan kaum disabilitas.

Jumat, 13 November 2015 KPU Provinsi Jawa Barat bersama-sama dengan organisasi-organisasi disabilitas yang ada di Jawa Barat yaitu, PPDI ( Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia), HWDI ( HImpunan Wanita Disabililitas Indonesia ), ITMI ( Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia ), PERTUNI ( Persatuan Tuna Netra Indonesia, GERKATIN ( Gerakan Tuna Rungu Indonesia, Ikatan Alumni Tuna Netra Indonesia, BILIC (Bandung Independent Living Center).  melakukan diskusi mengenai pengalaman-pengalaman kaum disabilitas tentang penyelenggaraan pilkada sebelumnya, Dari sharing ini diharapkan penyelenggaraan pilkada yang akan datang bisa lebih baik, kebutuhan kaum disabilitas terpenuhi dan segala kekurangan dapat diperbaiki.

Mengapa KPU mengundang kaum disabilitas untuk sharing ? “ Karena yang paling tahu kebutuhan kaum disabilitas adalah  disabilitas itu sendiri “

Senin, 06 April 2015

Mengapa Aku Berbeda ?

Mengapa Aku Berbeda

Mengapa  aku berbeda ? pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dibenakku ketika menyadari jika diriku berbeda dengan yang lain, berbeda secara fisik dengan saudara-saudara dan teman-teman. Jika mereka bisa berjalan dan berlari, aku hanya bisa merangkak dan berdiam diri. “ Tuhan mengapa aku tidak seperti mereka ? mengapa kedua kakiku tidak bisa dipakai dan berfungsi seperti kaki-kaki mereka ? Mengapa aku harus menerima hukuman seperti ini ? Apa salahku, Tuhan ? “ Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menerus menari dibenakku. Pikiran kecilku masih belum bisa menjawab semua pertanyaan yang membuat kegundahan kala itu. Yang kurasakan saat itu Tuhan tidak adil terhadapku , Tuhan tidak sayang kepada diriku. Tuhan menghukumku untuk kesalahan yang tidak pernah kutahu sebabnya.

Jumat, 27 Februari 2015

Makanan Untuk Menaklukkan Perasaan Buruk

Gambar diambil disini : 
http://rahasia-wanita.com/wp-content/uploads/2012/08/images1.jpg

Sebuah riset mengatakan bahwa makanan dan minuman tertentu mengandung senyawa yang bisa membalikkan perasaan negatif. Seperti stress, gampang tersinggung atau murung. Jenis makanan berikut bisa membuat perasaan menjadi fantastik.

Konsumsi Coklat untuk membuat tubuh lebih rileks dan menghilangkan stress
Coklat menghambat otak mengeluarkan hormon stress cortisol dan hormon lari atau lawan yang disebut catecholamines, yang memicu ansietas, kata periset. Menurut hasil riset ini juga dikatakan bahwa orang yang sangat resah kemudian makan 1,4 ons cokelat hitam sekitar satu batang cokelat setiap hari, mereka merasa lebih tenang secara bermakna dan berkurangnya tingkat stress.

Bangkitkan semangat dengan Popcorn
Kekurangan sinar matahari terutama saat berada pada musim hujan dan membuat cuaca menjadi mendung. Kejadian ini bisa mengurangi kadar neurotransmitter serotonin tubuh yang bisa menyebabkan rasa lesu dan lemas. Untuk mengatasinya makanlah popcorn dan karbohidrat kompleks lainnya seperti biskuit gandum padi-padian utuh atau pasta gandum.

Jumat, 20 Februari 2015

Perlengkapan Make Up Tari Anakku

Sebenarnya saya jarang memakai make up  paling sehari-hari hanya memakai bedak dan lipstick. Cuma karena anak bungsu saya hobi nari dan seringkali pentas terus emaknya yang seringkali kebagian memolesnya sebelum naik panggung jadilah saya mulai melengkapi beberapa peralatan make up untuk keperluan pentasnya. 

Saya sendiri tidak tahu pasti apakah make up yang dibeli itu cocok untuk anak usia 11 tahun karena memang pengetahuan saya tentang make up minim banget. Pernah juga tanya-tanya sama penjualnya, jawabannya sih selalu sama "cocok bu untuk dipakai anak-anak juga"  walaupun dalam hati ragu juga tapi mau bagaimana lagi disetiap kemasan tidak tertulis aturan peruntukannya.

Sebenarnya agak khawatir juga memakaikan make up yang umum dipakai oleh orang dewasa, khawatir merusak kulitnya yang masih mulus. Apalagi make up untuk panggung itu kan tebal, terus untuk membersihkannya juga lama supaya tidak ada sisa make up yang masih menempel di kulit. Padahal menurut sebuah penelitian anak usia 14 tahun baru boleh memakai foundation, usia 13 tahun mencoba memakai make up, dan usia 12 tahun baru mencoba menggunakan lip gloss. Nah inilah yang seringkali membuat galau emaknya, padahal anak saya itu seperti kecanduan kalau sudah pentas dan mendapat sambutan hangat.

Make up panggung selain harus tebal, membersihkannya membutuhkan waktu  lama, memoleskannya juga membutuhkan waktu lama pula. Contohnya gini : jika dia mau pentas pagi dari subuh sudah harus mulai di make up, pernah juga dia pentas malam hari dari siang sudah harus di make up , jika sudah selesai dan dia sudah ngantuk saya tetap harus membersihkannya dalam keadaan tertidur, he.........

Ini isi pouch untuk perlengkapan tari anak saya :





  1. Pouch warna hitam yang cukup besar untuk menampung cukup banyak isi.
  2. 1 set eyeshadow yang ini warnanya memberi efek gliter biasanya dipakai untuk pentas malam hari.
  3. 4 buah lipstick.
  4. 1 set kuas tambahan sengaja punya kuas cadangan biar tidak tercampur warna.
  5. Bulu mata palsu supaya terlihat lebih tebal dan indah saat di panggung walaupun anakku seringkali merasa tidak nyaman saat dipasangkan, perih katanya.
  6. Concealer pen
  7. Eyeliner.
  8. Nail buffer set, kalau ini untuk emaknya yang biasanya dipakai sambil nunggu dia nari, he.........
  9. Hair Spray ini diperlukan karena rambutnya seringkali harus di sanggul.
  10. Pelentik bulu mata/piny
  11. Kuas besar untuk blush on
  12. Foundation
  13. Compact powder
  14. Sisir alis untuk merapikan alis
  15. 1 beauty kit yang isinya kompelit ada eyeshadow, bedak, blush on, lipstik dan kuasnya.
  16. Finishing touch powder, biasanya dipakai untuk sentuhan akhir untuk hasil make up yang lebih merata dan natural
Cukup banyak ya isinya maklum untuk artis, ha...........dan ini dia hasil riasanku sudah lengkap dengan pakaian tarinya.

Untuk menyiasati supaya kulitnya tidak rusak akibat pemakaian make up tebal sesudahnya biasanya saya pakaikan minyak zaitun. Sebelum memoleskan make up saya juga tetep memakaikan pelembab di kulitnya. Tahu sendiri kan kalau tidak bersih menghilangkan make up di wajah bisa menimbulkan jerawat padahal anakku itu paling takut mukanya berjerawat, padahal dulu emaknya berjerawat, ha.......

Tulisan ini diikut sertkan dalam giveaway emakgaoel





Kamis, 19 Februari 2015

Biarkan Anak Mengembangkan Potensi Yang Dimilikinya

Biarkan Anak Mengembangkan Potensi Yang Dimilikinya
Dok. pribadi
" Bu, boleh tidak aku ikut sanggar tari ? " tanya si bungsu mengutarakan keinginannya untuk menekuni tarian tradisional yang pertama kali dikenalnya di sekolah.
Saya terharu mendengar permintaannya, mengingatkan kembali kenangan pada masa anak-anak dulu. Ketika saya dan saudara-saudara yang lain diwajibkan orang tua untuk mempelajari salah satu kesenian tradisional untuk mengisi waktu luang kami diluar jadwal sekolah. Tidak hanya sekedar mewajibkan, beliau juga memfasilitasinya dengan menyediakan berbagai alat musik mulai dari degung, wayang, kecapi suling juga mendatangkan guru tari dan tembang Cianjuran jika diantara kami ada yang tertarik dengan seni olah vokal tembang Cianjuran atau menari.

Zaman dulu tidak seperti masa sekarang, anak-anak disamping sekolah masih disibukkan dengan berbagai les tambahan maupun ekstra kurikuler lainnya. Cara orang tua saya menyibukkan kami semua yaitu dengan menyediakan berbagai alat musik tradisional yang bisa kami pelajari dan mainkan. Siapa sangka dari semua kegiatan itu kakak-kakak saya ada yang bisa menari di istana Bogor  mengisi acara pernikahan Mba Tutut putri Presiden Soeharto.Melalui tari juga ada yang bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Senin, 16 Februari 2015

Kulit Tampak Lebih Muda Dengan Bahan Alamiah

Kebanyakan perempuan mengalami masalah kulit, dari kehilangan elastisitas, kendur dan kulit menipis yang disebabkan perubahan hormonal pada usia 40-an. Sebagian perempuan di usia ini sangat sensitif terhadap ingredien tertentu, contohnya pewarna dan pewangi. Salah satu cara termudah untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan ingredien alamiah yang terbukti membantu memerangi tanda-tanda penuaan kulit. Beberapa diantaranya antara lain :

Madu
Madu yang manis untuk minuman dan masakan juga manis untuk kulit. Madu mengandung senyawa humectant yang luar biasa. Asam amino dan gula di dalam madu bekerja bersama membantu kulit mempertahankan kelembapan esensial. Madu juga mengandung alpha hydroxy acid lembut, yang dapat membantu kulit melepas sel-sel kulit mati dan kering sambil menstimulir produksi kolagen. Hasilnya : lebih sedikit kerut yang membuat kulit tampak lebih muda.

Shitake Complex
Khasiat obat dari jamur shitake sudah dikenal lebih dari seribu tahun. Kini para ahli menemukan, jamur ini juga mengandung senyawa untuk kecantikan. Jamur shitake mengandung kojic acid alamiah yang secara aktif mencegah kulit membentuk age spot bintik coklat tua. Kojic acid juga astringent yang membuat kulit lebih kencang.

Minyak Buah Avokad
Minyak avokad organik mengandung vitamin A, B1, B2, E, pantothenic acid dan lecithin. Artinya mengandung senyawa regeneratif dan restructuring yang menambah kelembapan pada kulit kering dan berkerut. Minyak ini melindungi kulit dari kekeringan dan membuatnya lebih elastis.

Pepaya
Buah yang kaya dengan vitamin C penguat imunitas ini juga mengandung enzim kuat yang bekerja secara ajaib. Enzim pepaya berfungsi sebagai ekspoliator kulit mati. Caranya dengan membuat masker anti penuaan dengan menghaluskan pil enzim pepaya dan mencampurnya dengan jus aloe vera yang bisa dimakan, kemudian oleskan ke kulit diamkan selama 20 menit. Masker ini bisa meminimalisir garis-garis halus dan memulihkan keseimbangan pH kulit.

Minyak vitamin E
Melindungi kulit dari sinar matahari yang merusak sangat penting untuk memerangi kerut dan bintik penuaan. Vitamin E termasuk senjata penting untuk hal ini. Vitamin E melindungi kulit dari sinar matahari dan mengurangi tampilan garis-garis halus dan kerut. Antioksidan adalah ingredient terbaik dan paling alamiah dalam memerangi penuaan. Memoleskan antioksidan langsung ke kulit bisa memperlambat tanda-tanda penuaan.

Penuaan dan kerutan pada wajah adalah satu hal yang tidak bisa dihindari oleh siapapun, karena itu adalah merupakan proses alamiah. Namun banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan dini dan bisa tetap memiliki kulit kencang. Caranya dengan beberapa tips alamiah seperti diatas.


Dari berbagai sumber


Selasa, 10 Februari 2015

Mengenal Gejala dan Obat Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, tipe nyamuk Aedes aegypti. Biasanya banyak terjadi pada saat musim penghujan. Walaupun disebabkan oleh satu gigitan nyamuk namun penyakit ini berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian. Terutama untuk mereka yang terlambat mendapatkan pertolongan medis. Mereka yang terinfeksi virus dengue hampir tidak menyadari bahaya kematian  mungkin saja terjadi, karena hampir tidak terlihat gejala atau hanya mengalami gejala ringan seperti deman.

Pengalaman ketika putra sulung  terkena demam berdarah telah membuat kami shock sesudahnya karena tidak mengira sebelumnya. Sakit dibagian perut yang dikeluhkannya adalah gejala awal dari demam berdarah. Tidak tampak sebelumnya jika si sulung telah terinfeksi virus dengue karena pagi hari dia masih beraktifitas seperti biasa, sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Dia juga masih mengikuti ayahnya sembahyang Jum'at di masjid. Setelah pulang dari masjid dia mulai terlihat lesu dan hanya tiduran didepan televisi "perutku sakit, ma", itu yang pertama dikeluhkannya. Setelahnya dia mulai demam tapi masih ringan, sekitar 37,5 derajat celcius. Sakit dibagian perut masih belum diikuti dengan buang-buang air besar, untuk meredakan demamnya diberikan obat penurun panas. Namun tidak ada perubahan malah demamnya tambah tinggi dan mulai diikuti dengan buang air besar. Segera saya bawa ke dokter terdekat, analisa dokter saat itu "diare". 

Obat yang diberikan dari dokter tidak membawa perubahan apapun, demamnya tetap tidak turun hanya buang air besarnya mulai berkurang tapi sekarang ditambah dengan muntah-muntah. Karena tidak ada perubahan setelah dari dokter terdekat, keesokan harinya dibawa kembali ke rumah sakit. Di rumah sakit  mulai pengecekan darah kembali. Hasilnya DB negatif, thypus juga negatif tetapi sudah mulai ada penurunan trombosit, cuma saat itu  dokter mengatakan masih dalam batas normal sehingga anak tidak perlu untuk dirawat di rumah sakit. 

Tiba di rumah, obat yang diberikan dari rumah sakit pun tetap tidak menunjukkan hasil apapun. Demamnya semakin tinggi hingga mencapai 40 derajat, muntah terus menerus, dia juga mulai menggigil kedinginan. Khawatir dengan kondisinya yang terlihat mulai melemah. Malam itu juga kami langsung membawanya ke UGD, perawat sempat terkejut dengan suhu tubuhnya yang mencapai 40 derajat. Alhamdulillah dia tidak sampai kejang, malam itu juga si sulung mulai di rawat di rumah sakit.

Keesokan harinya baru dilakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk pengambilan sampel darah sehari dua kali, pagi dan sore. Tidak tega melihatnya yang saat itu masih berumur 4 tahun terus menerus diambil darah. Dari hasil laboratorium, dokter  masih bingung antara DB dengan leukemia. Walaupun trombositnya terus menerus turun tapi tanda-tanda DB seperti bercak-bercak merah di permukaan kulit tidak tampak sama sekali. Inilah yang membuat dokter memutuskan untuk sekali lagi melakukan pemeriksaan lab khusus untuk memastikan penyakitnya. Setelah itu baru bisa dipastikan turunnya trombosit yang dialaminya akibat dari DB. " Selain obat-obatan medis dari rumah sakit, dokter juga menganjurkan untuk memberinya minum cukup banyak supaya tidak terjadi pengentalan darah ", karena saat itu trombositnya sudah dalam batas "merah". 

Panik ! tentu saja saya terus berupaya membuatnya untuk sembuh kembali dengan berupaya memberikan obat tambahan selain obat-obatan medis. Saat itu ada yang memberitahu untuk memberikan jus jambu biji merah guna membantu menaikkan kembali trombosit. Belum lama ini ada sebuah cerita yang mengatakan jika jus daun pepaya mentah juga bisa dipakai untuk menaikkan trombosit.

Cara membuat jus daun pepaya mentah :
  • Ambil 2 helai daun pepaya, bersihkan lalu tumbuk kemudian diperas airnya menggunakan sehelai kain bersih.
  • Dari hasil perasan ini akan diperoleh 1 sendok makan per helai daun
  • Minum 2 sendok makan sekali sehari
  • Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci karena khasiatnya akan hilang
  • Ingat : hanya daunnya saja bukan batangnya atau getahnya
  • Rasa yang dihasilkan dari jus ini memang sangat pahit, tetapi bukankah obat-obatan medis juga tidak kalah pahitnya ?
Pasien DB yang dikabarkan sudah dalam kondisi parah tersebut kemudian diberikan minum jus daun pepaya mentah selama 3 hari berturut-turut akhirnya terbebas dari masa kritis. 

Daun pepaya

Gejala DB yang perlu diwaspadai :
  • Sakit dibagian perut, setelahnya disertai dengan buang air besar
  • Demam tinggi selama 3-5 hari
  • Muntah-muntah tidak berhenti
  • Mual
  • Bercak-bercak merah dipermukaan kulit
Tidak semua pasien DB mengalami gejala yang sama, seperti bercak merah pada kulit tidak tampak sama sekali pada si sulung. Inilah yang menyebabkan dokter kesulitan untuk menyimpulkan bahwa dia terkena DB.  Setelah 4 hari dalam perawatan di rumah sakit dan mendapat pengobatan khusus DB, bercak itu baru keluar sebelumnya juga diikuti dengan nyeri diseluruh persendian.

Tidak sedikit mereka yang terkena DB akhirnya tidak tertolong akibat terlambat memperoleh pertolongan medis. Sebaiknya jangan menganggap enteng suatu penyakit, karena bisa jadi apa yang diperkirakan ringan justru disana kematian mengintai.

Kamis, 05 Februari 2015

Korban Trafficking ?

Gambar diambil disini
Sudah lama saya tidak berkunjung menemui keluarga ibu Nyai, anak tertua dari Mak Iah. Mungkin sebagian teman-teman yang sering berkunjung ke blog saya sudah mengenal sosok Mak Iah. Beliau adalah ibu pengasuh saya ketika kecil, untuk yang belum mengenal Mak Iah silahkan baca ceritanya disini. Mak Iah sudah berpulang ke Rahmatullah kurang lebih tiga tahun yang lalu. Namun saya masih tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan putra-putrinya.

Ketika memiliki kesempatan saya bersama suami mengunjungi bu Nyai. Seperti biasanya ibu Nyai menyambut kedatangan kami dengan sumringah. Setelah cerita sana sini, bu Nyai bercerita bahwa dia baru saja menikahkan putrinya.
" Lho ! bukannya dua orang anak bu Nyai sudah menikah semuanya ? " tanya saya yang sempat menegur kenapa dia tidak mengundang saat mempunyai hajatan.
" Si Ade kan sudah pisah dengan suaminya setahun yang lalu. Kemarin itu memang mendadak acaranya, Ibu juga tidak punya persiapan apa-apa. Hanya syukuran kecil-kecilan saja mengundang tetangga dekat ".   "Sekarang Ade sudah dibawa suaminya ke Papua sementara dua anaknya tinggal bersama bu Nyai disini " kata bu Nyai bercerita panjang lebar.
" Memang suaminya kerja dimana bu, kok jauh sekali dibawanya sampai ke Papua ?" saya mulai tergelitik untuk tahu lebih banyak mengenai menantu barunya.
" Nelayan, tapi katanya dia juga punya tanah disana seluas 1 hektar " dengan bangganya bu Nyai menceritakan harta yang dimiliki menantunya. Bisa dimaklumi orang kecil seperti bu Nyai  akan merasa bangga mempunyai menantu yang memiliki tanah seluas itu. Bila dibandingkan dengan keluarganya sendiri sepanjang hidupnya harus berpindah-pindah tempat kontrakan. 
" Dia asli orang Papua dan Nelayan pekerjaannya, bu ?" tanya saya yang semakin penasaran bagaimana mereka bertemu hingga akhirnya menikah. Meluncur lah cerita bu Nyai yang membuat saya sedikit terkejut, dengan kisah pertemuan anak bu Nyai dan menantunya.

Menurut cerita bu Nyai, si Ade ini dijodohkan oleh temannya yang baru dia kenal seminggu sebelumnya. Teman barunya ini katanya mempunyai seorang teman di Papua, duda beranak dua yang sedang mencari calon istri. Dia penduduk asli Papua pekerjaannya sebagai nelayan dan memiliki tanah garapan seluas satu hektar. Dia ingin mencari istri dari tanah Jawa, saya tidak sempat menanyakan pada bu Nyai mengenai alasan mengapa mencari istri dari tanah Jawa. Saat itu saya mulai merasakan tidak enak,  rasanya ada yang janggal. " Bapak kok dengan mudahnya menyerahkan putri bapak kepada orang yang belum pernah dikenalnya sama sekali untuk dijadikan istri ?" protes saya pada suami bu Nyai yang begitu berani menyerahkan putrinya kepada orang lain untuk dipersunting. Sebenarnya apa hak saya melarang seorang bapak menikahkan putrinya sendiri. Cuma saya tidak habis pikir saja dengan keputusan mereka.
" Ade sendiri yang mau dinikahkan, katanya bosan hidup miskin " ujar suami bu Nyai memberi alasan mengapa dia mau menikahkan anaknya dengan orang yang belum pernah ditemuinya. Bisa dimaklumi Ade memiliki alasan seperti itu, menurut cerita bu Nyai penyebab perpisahan Ade dengan suaminya terdahulu juga karena faktor ekonomi.
" Tapi si Ade nikahnya benar, bu ? " maksud saya nikah secara resmi ada buku nikahnya, terus keluarga calon suaminya itu datang.
" Iya benar ada pak Lebe (yang menikahkan), dia juga diantar serombongan orang-orang kulit hitam dengan rambut keriting-keriting " cerita bu Nyai sambil tersenyum. Saya masih ragu dengan penjelasan bu Nyai "menikah secara benar". Keraguan saya didasari apakah mereka menikah dengan resmi dan tercatat dalam hukum negara.

Selama perjalanan pulang saya masih memikirkan cerita bu Nyai. Tiba di rumah, kakak saya dan suaminya  pensiunan Depsos baru saja datang. Saya menceritakan kembali pada mereka kisah pernikahan anaknya bu Nyai. " Aduh......! semoga saja si Ade tidak menjadi korban trafficking " ujar kakak yang membuat saya bertambah cemas. Menurut cerita kakak, selagi dia masih belum pensiun menemui kasus-kasus seperti ini. Perempuan-perempuan Jawa banyak yang dijadikan wanita penghibur diluar Jawa dengan modus dinikahi terlebih dahulu. Mereka tidak sadar telah menjadi korban trafficking, karena setelah dinikahi akhirnya mereka dijual oleh suaminya sendiri untuk dijadikan wanita penghibur.  Lebih miris lagi kasus HIV disana itu tinggi sekali, melihat orang tergeletak begitu saja di jalanan karena mabuk bukan lagi merupakan pemandangan aneh. 

Saya terhenyak mendengar penjelasan kakak, berdoa semoga saja si Ade tidak menjadi salah satu korban trafficking. Yang membuat sedikit lega kedua anak perempuan Ade dari suami terdahulu tidak mau diajak ibunya ke Papua, mereka lebih memilih tinggal dengan neneknya. " Lebih baik suruh bapaknya si Ade bawa pulang kembali anaknya ke Jawa, sebelum semuanya terlambat " kakak saya memberi saran. Tapi Jawa - Papua itu jarak yang cukup jauh ongkosnya pasti mahal, darimana bu Nyai dan suaminya  memiliki ongkos untuk pergi ke Papua. Kemiskinan seringkali membuat seseorang memiliki cara berpikir pendek dan sempit. Kemiskinan dan kurangnya pendidikan bagai dua sisi mata uang yang membelenggu masyarakat kecil seperti keluarga bu Nyai.


Selasa, 03 Februari 2015

7 Makanan Super Yang Efektif Memerangi Inflamasi (Peradangan)

Obesitas menjadi salah satu faktor penyebab berbagai macam penyakit dalam tubuh. Dalam salah satu jurnal Cancer Research dikatakan bahwa salah satu cara termudah menurunkan resiko kanker adalah dengan menurunkan berat badan. Kanker menjadi salah satu penyakit yang menimpa Ayahanda (Alm) sebelum menghabiskan nafas nya yang terakhir. Hampir tiga tahun beliau bertarung melawan kanker prostat stadium empat, hingga akhirnya tidak berdaya menghadapi keganasan kanker. 

Sebelumnya nenek dari pihak ibu juga mengalami kanker usus, dan sudah pada stadium lanjut saat terdeteksi. Sebagai keturunannya kami ( putra/putri ) beliau sempat dihinggapi rasa khawatir, karena salah satu faktor penyebab dari kanker adalah faktor genetika. Selain menjaga pola hidup, kami juga menjaga pola makan yang bisa menjadi pemicu berbagai penyakit ganas dan mematikan. Beberapa makanan berikut disebutkan sebagai makanan yang paling efektif memerangi inflamasi (peradangan).

Banyak makan buah dan sayur, semakin banyak warna semakin baik
Jadikan sayur hijau dan tua seperti brokoli dan bayam, bersama dengan buah dan sayuran kaya karotenoid, yaitu senyawa yang memberi warna oranye dan kuning pada makanan tumbuhan, adalah dasar dari diet anti kanker. Apel, buah sitrus, paprika, wortel dan berry semua masuk dalam kategori ini.

Makan ikan
Tuna, salmon liar dan sardine kaya asam lemak omega-3 yang memerangi inflamasi. Tubuh kita tidak bisa memproduksi omega-3, yang sangat penting untuk kesehatan yang baik. Jadi kita harus mendapatkannya dari makanan, terutama ikan. Omega-3 juga banyak terdapat dalam flaxseed oil, kedelai dan kidney bean.

Minyak zaitun lemak baik
Salah satu lemak tak jenuh tunggal yang sering dikatakan sebagai lemak sehat, minyak zaitun bersama dengan minyak canola dan grapeseed oil. Juga mengandung ingredien yang meningkatkan kemampuan memerangi inflamasi.

Tambahkan bumbu
Beberapa bumbu diantaranya kunyit dan jahe adalah pembasmi inflamasi yang kuat.

Minum kopi
Di tahun 2006 para periset dari Iowa Women's Health Study mengaitkan minum kopi dengan menurunkan risiko penyakit kanker, penyakit jantung dan penyakit lainnya pada perempuan pascamenopause karena senyawa yang memerangi inflamasi. Tetapi jika  bukan peminum kopi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, dan ibu hamil disarankan menghindari kopi sama sekali.

Makan padi-padian utuh
Tinggalkan roti putih, pasta yang dihaluskan. Padi-padian utuh dicerna lebih perlahan, mencegah peningkatan gula darah yang dapat menyebabkan inflamasi.

Snack kacang-kacangan - nut
Jika ingin makan snack, makan segenggam walnut, almond atau pitachios. Sebuah kajian di tahun 2008 yang diterbitkan dalam Asia Pasific Journal of Clinical Nutrition mengamati berbagai senyawa didalam nut yang berkhasiat anti inflammatory dan asam lemak tak jenuh jamak. Semua membantu mengurangi inflamasi dalam berbagai tingkat.

7 makanan yang dituliskan diatas diyakini sebagai makanan super yang dapat memerangi inflamasi (peradangan). Mulailah hidup sehat dengan memilih dan memilah makanan yang menjadi sumber penyakit. Jauhi dan hindari makanan yang bisa meningkatkan obesitas, batasi jumlah pemakaian gula dan makanan olahan seminim mungkin. 


Minggu, 01 Februari 2015

Ngeuyeuk Seureuh ( Upacara Adat Sunda Untuk Hidup Bahagia )

Masyarakat Indonesia yang religius memandang pernikahan sebuah upacara yang sangat sakral, umumnya dilakukan dengan acara yang benar-benar berkesan. Dalam setiap upacara pernikahan tiap daerah memiliki tatacara adat yang berbeda-beda, yang pada hakekatnya merupakan simbol adat, intinya sih merupakan nasihat. Salah satunya upacara Ngeuyeuk Seureuh yang merupakan tatacara dalam upacara adat pernikahan Sunda.

Menurut terminologi bahasa ngeuyeuk seureuh artinya meramu sirih. Dalam upacara ini memang sirih menjadi salah satu perlengkapan yang dipergunakan. Sirih tidak hanya dipergunakan dalam tatacara pernikahan Sunda saja, konon di Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara daun sirih dipakai sebagai perlambang kehormatan dalam penyambutan.

Upacara ngeuyeuk seureuh biasanya diadakan di rumah mempelai wanita satu hari sebelum dilangsungkannya akad nikah. Upacara ngeuyeuk seureuh merupakan penggalan dari upacara adat perkawinan Sunda yang berisikan nasihat-nasihat untuk hidup bahagia dalam berumah tangga. Isi nasihatnya beraneka macam hingga ke hal-hal yang berhubungan suami istri agar saling membahagiakan, yang diungkapkan dengan canda dan kaya makna.  Pendek kata upacara ini juga merupakan sex education juga. Sehingga tidak mengherankan upacara ini biasanya berlangsung penuh dengan canda da tawa.

Perlengkapan yang tampak dalam upacara ini, sirih bertangkai, pinang bertangkai, padi dua ikat, bunga pinang, ramuan sirih untuk makan sirih lengkap. Bagian dari alat tenun tradisional seperti, papan tipis dan sepotong bambu tak beruas, kain poleng merah yang belum dijahit, lidi enau, benang tenun, lampu minyak kelapa bersumbu tujuh, kendi, tikar pandan, kain putih kafan, cobek dan ulekan, bokor dan tempat membakar kemenyan.

Perlengkapan lainnya, ayakan, nyiru/nampan dari anyaman, kayu bakar, seperangkat pakaian pengantin, kain batik panjang yang jumlahnya harus ganjil. serta parawanten yakni sesaji berupa beras, telur, ayam, pisang, gula aren, kue-kue, jarum dan benangnya serta rujakan. Setelah upacara selesai semua perlengkapan ini disimpan dikolong/bawah tempat tidur pengantin. Keesokan harinya diberikan pada pangeuyeuk, yaitu sesepuh yang memimpin upacara. Sebagai bukti bahwa mempelai sudah sukses melakukan hubungan suami istri.

Rangkaian acara adat penuh petuah, nasihat yang sangat berguna bagi kebahagiaan rumah tangga. Kerukunan rumah tangga senantiasa dinomorsatukan , sebagaimana tahapan acara yang banyak dilakukan berdua dengan kerjasama saling pengertian.

Di zaman sekarang upacara ngeuyeuk seureuh, sudah tidak banyak lagi dilakukan. Disamping berbiaya tinggi dengan banyaknya perlengkapan yang harus disediakan, juga sebagian masyarakat menganggap ada unsur mistisnya yaitu dalam bentuk sesaji. Hanya kalangan tertentu saja yang masih melaksanakan upacara adat ngeuyeuk seureuh. Upacara yang pada zaman dahulu dipakai sebagai sarana untuk lebih mendekatkan dan mengenalkan lebih dekat lagi calon suami istri. Hal ini tidak terlepas dari unsur perjodohan yang masih kuat saat itu.


Jumat, 30 Januari 2015

Berhaji Dengan Dua Ratus Ribu Rupiah

" Mohon maaf sebelumnya tidak ada niat untuk riya atau menyombongkan diri dengan menuliskan kisah ini. Pengalaman sedekah yang diceritakan disini adalah sebagai pengalaman berharga yang saya ambil untuk mengikuti giveaway dengan tema "Keajaiban Sedekah". Insya Allah melalui kisah ini pula bisa menjadi ibroh untuk para pembaca "

Ibadah haji ke tanah suci menjadi keinginan hampir semua umat muslim diseluruh dunia. Untuk bisa sampai kesana dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagian orang rela menyisihkan penghasilannya bertahun-tahun demi bisa melaksanakan  ibadah haji. Oleh karena itu, ibadah haji wajib hukumnya untuk mereka yang sudah mampu. Mampu dalam arti fisik dan finansial. Sebagai seorang pedagang dengan penghasilan tidak menentu,  keinginan untuk berhaji  sementara ditunda. Karena harus berbagi dengan kebutuhan anak-anak yang terus meningkat sejalan dengan pertambahan usia mereka. Namun doa tidak pernah putus di panjatkan, suatu saat keinginan berhaji bisa terwujud.

Hingga tibalah pada sebuah mimpi yang memberi jalan terbukanya keinginan berhaji. Apa hubungan mimpi dengan ibadah haji ?  “ Mama  diminta untuk memberi uang besarnya dua ratus ribu rupiah kepada pengurus masjid. Katakan pada beliau jika uang itu untuk membangun masjid yang sudah direncanakan sejak lama “ ujar suami menyampaikan mimpinya. Sejenak saya tercenung bagaimana mungkin bisa membangun sebuah masjid dengan uang dua ratus ribu rupiah ?. “ Jika mama meyakini amanah itu sebuah kebaikan segera lakukan, namun jika masih ragu sebaiknya tidak usah melakukannya “ ujar suami lebih lanjut seperti bisa membaca keraguan saya. Setelah merenungkan amanah yang datang tersebut, apa salahnya memberi sedekah melalui masjid, bukankah itu suatu kebaikan ? 

Tanpa berpikir panjang lagi, segera saya menemui pak ustadz yang juga merangkap sebagai ketua DKM ( Dewan Keluarga Masjid ). Kebetulan rumah beliau jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Dengan uang dua ratus ribu rupiah, saya katakan padanya seperti yang dikatakan suami dalam mimpinya. “ Saya tidak tahu apa yang sedang ibu dan bapak inginkan, saya terima sedekahnya mudah-mudahan ini menjadi kunci pembuka dari rencana untuk membangun masjid “ ujar pak ustadz saat menerima uangnya.

Tidak jauh dari tempat tinggal kami ada tanah seluas kurang lebih delapan ratus meter persegi wakaf dari seorang warga. Beliau berpesan agar diatas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang lebih besar dari masjid sebelumnya yang sudah ada. Masjid yang sudah ada memang ukurannya kecil seringkali tidak cukup untuk menampung banyaknya jamaah. Untuk melaksanakan sholat jumat saja seringkali tidak cukup, apalagi untuk melaksanakan sholat Idul Fitri atau Idul Adha terpaksa sebagian jemaah sholat diluar masjid memenuhi jalanan. Keinginan untuk segera membangun masjid yang lebih besar terkendala oleh masalah dana. Hingga kurang lebih empat tahun lamanya tanah tersebut terbengkalai, sementara hanya dipakai sebagai tempat bermain anak-anak  dan berbagai acara tujuh belas agustusan.

Rencana Allah adalah misteri, saya tidak pernah tahu apa yang terjadi dibelakang setelah menyerahkan dua ratus ribu rupiah. Hingga suatu hari kurang lebih tiga minggu setelah menyerahkan uang tersebut, sebuah sms masuk melalui telpon genggam saya. Bunyinya “ Neng sudah transfer sebesar dua ratus juta rupiah, tolong titip untuk membangun masjid “ . Dada saya bergetar hebat, air mata tidak terasa menetes membasahi pipi setelah membaca sms tersebut. Apakah saya tidak salah membaca atau sedang bermimpi ? berulang kali sms tersebut dibaca dengan terus menggosok-gosok mata untuk meyakinkan diri. Subhanallah ! sms itu benar adanya tidak salah alamat setelah mengecek saldo. 

Tanpa menunggu waktu, saya serahkan uang dua ratus juta rupiah tersebut kepada pak ustadz. Beliau tidak kalah terkejut nya seperti saya, dari dua ratus ribu rupiah sekarang menjadi dua ratus juta rupiah. Uang inilah yang menjadi awal  dimulainya membangun masjid yang sudah bertahun-tahun direncanakan dan belum bisa terealisasi. Setelahnya selalu saja ada yang menitipkan sedekahnya melalui saya. Allah benar-benar menjaga saya untuk tidak tergoda dengan ratusan juta rupiah yang keluar masuk melalui rekening. Padahal saat itu kondisi keuangan keluarga sedang terpuruk akibat terperdaya oleh tawaran bisnis seseorang. Saya dan suami mengalami kerugian materi puluhan juta karenanya. 

Jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang bisa menghalangi. Dalam jangka waktu kurang dari satu tahun masjid seluas empat ratus meter persegi sudah berdiri megah. Masjid yang bisa menampung lebih banyak jamaah sebagai pengganti masjid lama. Masjid yang kini menjadi kebanggaan masyarakat disekitar tempat tinggal saya. Ketika pertama kali melaksanakan sholat disana tanpa terasa air mata menetes, ada rasa haru dan bangga secara tidak langsung saya terlibat dalam mewujudkan masjid tersebut. Saat sholat  saya kuatkan niat agar suatu saat bisa melaksanakan sholat di tanah haram, Insya Allah.

Allah akan mendengarkan setiap permintaan hamba-NYA yang bersungguh-sungguh. Mungkin demikian adanya ketika suatu hari ada seseorang yang menawari saya dan suami untuk melaksanakan ibadah haji dengan ongkos naik haji beliau yang menanggung. Subhanallah ! hampir tidak percaya dengan apa yang kami alami. Allah memberikan hadiah untuk kami melalui umat yang dikehendaki-NYA setelah uang dua ratus ribu rupiah yang disedekahkan melalui masjid.

Insya Allah keinginan saya dan suami beribadah haji segera terlaksana semua berawal dari mimpi. Mimpi yang membantu mewujudkan niat dan keinginan kami berhaji semua berawal dari sedekah dua ratus ribu rupiah. Kami sudah mendaftarkan diri dan memperoleh nomor porsi sejak dua tahun yang lalu. “ Tidak usah memusingkan masalah waktu dan khawatir dengan umur. Waktu hanya milik Allah semata, kita serahkan kapan saat keberangkatan itu pada sang pemilik waktu “ demikian ujar suami menanggapi lamanya waktu tunggu untuk bisa berangkat ke tanah suci. " Maka nikmat Tuhan manakah  yang kau dustakan "








Dok. Pribadi


Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Rabu, 21 Januari 2015

Tips Seputar ASI

Gambar diambil disini
Dua kali melahirkan Alhamdulillah produksi air susu cukup  banyak. Bahkan ketika melahirkan putra  pertama sempat menyusui bayi tetangga yang ibunya sakit , kebetulan jenis kelamin keduanya sama yaitu laki-laki. Dengan menyusui dua bayi sekaligus, saya harus bisa membagi waktu dan asupan makanan sehingga keduanya bisa mendapatkan asupan gizi cukup. Sekitar enam bulan saya menyusui bayi tetangga hingga ibunya sehat kembali, dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun tetap menyusui si sulung hingga usianya dua tahun.

Kelahiran anak  kedua saya sempat frustasi ketika bayi tidak mau menyusu melalui puting ibu, padahal produksi ASI berlimpah. Yang menjadi penyebabnya selama saya masih di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak memperkenankan  untuk menyusui dengan alasan " ibunya masih dalam pengaruh obat bius " setelah bius total saat operasi cesar. Untuk memberikan ASI, air susu diperas dan ditampung dalam botol baru diberikan pada bayi. Karena si bayi sudah terbiasa memakai botol selama 5 hari di rumah sakit, menyebabkan bayi mengalami "bingung puting" dan tidak mau menyusu pada ibunya setelah pulang ke rumah. Akibatnya setiap kali  lapar, bayi selalu menangis dan kebingungan karena dia tidak bisa menghisap ASI melalui puting. Kejadian ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.

Saya sempat frustasi karena ASI yang dikeluarkan dengan cara diperas, keluarnya sedikit-sedikit dan memerlukan waktu cukup lama untuk mengumpulkannya. Waktu yang seharusnya saya pergunakan untuk istirahat akhirnya terpakai untuk memeras susu. Berkurangnya waktu istirahat sedikit banyak berpengaruh terhadap produksi ASI. Seringkali ASI yang terkumpul masih sedikit namun bayi sudah menangis akhirnya untuk memenuhi kebutuhannya "terpaksa" dibantu dengan susu formula. Saya berpikir dulu bisa menyusui dua bayi sekaligus dalam waktu bersamaan, mengapa sekarang tidak bisa ? Dengan bantuan suami dan kesabaran, setiap malam yang biasanya dibantu dengan susu formula saya biarkan bayi menyusu melalui puting. Awalnya  bayi menolak dan menangis namun tetap dicoba. Lama kelamaan dalam keadaan setengah mengantuk bayi akhirnya mau dan bisa menyusu melalui puting. Alhamdulillah kesabaran dan kerja keras itu berbuah manis, bayi sudah bisa menyusu dan tidak "bingung puting" lagi. 

Menyusui tidak hanya sekedar keinginan dan tekad tapi perlu juga diperhatikan seputar konsumsi ibu yang bisa membantu produksi ASI. Agar produksi dan kualitas ASI yang dihasilkan juga bagus. Selain beberapa makanan yang dipercaya bisa membantu produksi ASI, seperti daun katuk, pepaya muda, tahu dan tempe. Ada hal-hal lain yang perlu juga menjadi perhatian ibu menyusui, sehingga asupan gizi yang dibutuhkan bayi benar-benar terpenuhi.

Beberapa Tips Seputar Konsumsi Ibu Menyusui :
  • Perlu tambahan zat gizi tertentu, seperti : protein, kalsium, dan Fe harus memadai. Karena zat-zat tersebut dapat dikeluarkan melalui ASI.
  • Kecukupan kalori harus diperhatikan, karena setiap hari ASI yang dikeluarkan yaitu sebanyak kurang lebih 800 ml setara dengan 600 kkal energi/kalori yang dibutuhkan.
  • Batasi penggunaan obat atau ikuti petunjuk dokter.
  • Tidak boleh merokok, karena nikotin yang terkandung didalamnya akan meresap kedalam ASI.  Di tubuh bayi nikotin akan mengendap ginjal dan hati yang dapat mengakibatkan keracunan.
  • Hindari minum kopi kandungan kafein dalam kopi merangsang kerja ginjal lebih meningkat, akibatnya sering buang air kecil. Padahal selama menyusu ibu memerlukan cairan dalam jumlah banyak.
  • Dianjurkan untuk minum dalam jumlah banyak, 8 - 12 gelas sehari ( dalam bentuk air putih, susu atau juice buah ) untuk mengganti cairan yang banyak keluar.
  • Tambahan porsi makanan untuk ibu menyusui adalah : 2 gelas atau 280 gram nasi  (467 kal) , 1 potong atau 50 gram protein hewani ( 95 kal), 2 potong atau 50 gram protein nabati ( 80 kal ) dan 100 gram sayuran  (50 kal)
Air Susu Ibu ( ASI) adalah hak seorang anak, karena itu seorang ibu akan berusaha memberikan hak yang dibutuhkan anaknya di awal kehadirannya ke dunia. ASI merupakan makanan  terbaik yang dibutuhkan seorang bayi. Allah memberikan payudara pada setiap wanita pasti ada maksud dan tujuannya. Stigma yang mengatakan payudara "kecil" gersang akan produksi susu sedangkan payudara besar akan menghasilkan banyak air susu, merupakan salah besar. Payudara besar atau kecil sama-sama mampu menghasilkan ASI dalam jumlah cukup. Setiap ibu memang berbeda-beda produksi ASI-nya baik dalam jumlah maupun konsistensi, sehingga tidak ada alasan seorang ibu tidak bisa menyusui.


Referensi :  Payudara dan ASI, Dra. Emma S, Wirakusumah, M.Sc, Ahli Gizi

Selasa, 20 Januari 2015

Menanamkan Empati Pada Anak

" Bu, aku tadi membantu penjual koran yang koran nya berjatuhan, karena tertabrak seseorang. Habis itu kita ngumpulin uang yang masih tersisa kemudian diberikan pada kakek itu " cerita Zahra, si bungsu  sepulang dari Trans Mall. Zahra dan teman-temannya hari itu berencana membuat foto bersama dengan teman-teman pengajiannya karena sebentar lagi mereka akan menyelesaikan pendidikan MDA-nya.

Saya senang mendengar ceritanya telah menolong seorang kakek yang bermula dari ajakan salah seorang temannya. Walaupun setelah itu mereka harus pulang berjalan kaki, karena uang yang tadinya untuk ongkos pulang sudah diberikan pada kakek penjual koran. Kebetulan rumah tempat kami tinggal tidak jauh dari Trans Mall, anak-anak terkadang mengambil jalan pintas daripada harus memutar dengan menggunakan kendaraan umum. Bersyukur Zahra memiliki teman yang mengingatkannya untuk memiliki empati terhadap orang lain.

Sikap tidak perduli pada orang lain atau tidak memiliki empati sering kita temui pada orang dewasa. Saya pernah mengalami peristiwa harus berdiri didalam kereta api yang membawa kami pulang dari Solo ke Bandung. Ceritanya saat itu libur panjang, kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur ke kota Solo dengan mengendarai kereta api. Saat pulang yang diperkirakan sudah tidak terlalu ramai ternyata didalam kereta masih sangat penuh. Management perkeretaapian belum seperti sekarang, masih dijual tiket walaupun sudah tidak ada lagi tempat duduk.

Didalam kereta sudah penuh sesak, hanya ada satu tempat duduk padahal kami berlima. Saya mengambil tempat duduk kosong, sementara anak-anak dan suami berdiri. Seorang bapak disebelah saya akhirnya berdiri memberikan tempat duduknya untuk si bungsu. Didepan saya duduk seorang bapak dengan pakaian TNI tanpa memperdulikan keponakan perempuan yang saat itu juga ikut bersama-sama tetap berdiri. Alhamdulillah di stasiun Lempuyangan Jogja banyak penumpang turun, baru disana kami bisa duduk semuanya.

Anak-anak saya sekolah di sekolah negeri, teman-teman mereka berasal dari kelas sosial berbeda. Ada yang berasal dari status sosial cukup tapi ada juga yang dari kelas " kurang mampu ". Dari berbagai perbedaan itu mereka belajar untuk memahami bahwa tidak semua orang memiliki nasib yang sama. Mungkin anak-anak saya memiliki nasib lebih baik bila dibandingkan dengan temannya yang kurang beruntung. Tapi saya ingatkan tidak semua orang seberuntung dirinya, agar mereka bisa mengerti dan memahami "kesulitan orang lain", ada hal-hal yang bisa mereka lakukan yang orang lain belum tentu bisa melakukannya. Itu pula yang saya tanamkan pada mereka jika ibunya berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Saya tetap mengantarkan mereka ke sekolah, menemani mereka diawal mereka masuk sekolah, mengambil raport saat pembagian raport. Dan kegiatan-kegiatan lainnya yang membutuhkan kehadiran orang tua. Walaupun saat  saya ke sekolah selalu  menjadi tontonan anak-anak lain karena saya memakai tongkat. Saya tidak ingin anak-anak menjadi malu ketika ibunya berada ditengah teman-temannya.

Mengambil pelajaran dari seorang teman sesama difabel, yang tidak diperbolehkan ke sekolah oleh anaknya karena merasa malu. Dia malu dengan ibunya yang difabel, karena setelah itu selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya. Saya tidak ingin anak-anak saya seperti itu. Oleh karena itu, saya ajak anak-anak ke komunitas difabel tempat saya berkumpul, sehingga mereka bisa melihat banyak orang tua seperti ibunya,  akhirnya mereka bisa mengerti tidak semua orang seberuntung dirinya dikaruniai fisik sempurna. Sikap peka terhadap perasaan orang lain itulah yang saya harapkan bisa terus tertanam dalam diri anak-anak hingga mereka dewasa. Sekarang saya bersyukur Zahra  memiliki teman yang  mengingatkannya untuk memiliki empati pada orang lain.



Minggu, 18 Januari 2015

Ciri-ciri Anak Kecanduan Gadget

Gambar diambil disini
Liburan  kemarin keponakan-keponakan kumpul di rumah, tidak lupa mereka membawa gadgetnya masing-masing. Rupanya gadget sekarang sudah menjadi kebutuhan mereka, hingga saat liburan pun  tidak lupa membawa gadgetnya. Handphone, laptop, tablet, ipad lengkap semua dibawa. Sesaat mereka melupakan semua gadget yang dibawanya. Bercanda ria, saling melepaskan rasa rindu setelah sekian lama tidak berjumpa ditelan kesibukan masing-masing. Liburan  menjadi saat yang penting untuk mempererat tali silaturahmi diantara mereka. Walaupun sejatinya mereka masih sering berkomunikasi melalui gadget masing-masing. Namun "direct contact" tetap saja diperlukan, dengan berkomunikasi langsung pasti ada perbedaan jika hanya berkomunikasi melalui gadget.

Terkadang hening, tidak terdengar tawa dan canda mereka. Saat ditengok, olala......mereka tengah asyik dengan gadget nya masing-masing. Rupanya gadget  tidak bisa dilupakan begitu saja ada saatnya mereka tetap " mengambil " waktu untuk " memainkan " gadget nya. Ini cermin generasi muda sekarang, generasi gadget. Hanya sayang dari pengamatan saya kemarin ada yang kelihatannya sudah mulai " kecanduan " dan sulit  melepaskan gadget nya. Bagaimana tidak kecanduan jika waktu tidur mereka menjadi berkurang,  waktu yang seharusnya dipergunakan untuk beristirahat mereka gunakan untuk terus memainkan gadget. Saat mandi, makan, terkadang waktu sholat pun tidak tepat pada waktunya, karena godaan gadget jauh lebih menarik perhatiannya. 

Bagaimana mengenali anak  kecanduan  gadget ? Yuk kita simak disini :
  1. Anak memiliki emosi negatif. Anak dengan ciri seperti ini biasanya sering merasa sedih, gelisah, marah ataupun takut. Akibatnya anak akan mencari media yang tepat dan mudah untuk dijadikan pelampiasan emosinya, salah satunya adalah gadget.
  2. Lebih senang menyendiri. Anak yang sedari kecil sudah sering menyendiri dan berwatak pemalu, rentan terhadap kecanduan gadget. Dengan karakter seperti itu, anak akan mudah merasa takut dan malu untuk bergaul dengan teman-temannya. Sehingga ia menganggap gadget sebagai teman. Dengan perilaku anak seperti ini orang tua diharapkan untuk lebih sering membawa anak bersosialisasi, dan meluangkan lebih banyak waktu bersamanya di rumah.
  3. Mudah terdistraksi. Salah satu ciri anak mulai kecanduan gadget anak akan lebih mudah bingung atau terganggu. Hal ini bisa terjadi karena fokus perhatian anak lebih kepada gadget.
  4. Anak menjadi impulsif.  Ketika anak kecanduan gadget ia akan lebih fokus pada gadgetnya. Akibatnya ketika ia merasa terganggu emosinya akan lebih mudah meledak. Untuk menghadapinya orang tua perlu lebih sering mengalihkan perhatian anak pada kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Seperti berolahraga, bermain bersama atau membaca buku.
Perlu diakui bahwa gadget memberikan banyak manfaat untuk pemakainya, namun  perlu diingat pula bahwa kecanduan terhadap gadget bisa membawa dampak negatif. Terutama untuk anak yang masih balita. Anak-anak seusia itu masih belum bisa membedakan mana yang menjadi tugas pokoknya dan mana yang hanya untuk mengisi waktu luangnya. Disini diperlukan peranan orang tua untuk mengawasi pemakaian gadget sehingga tidak menjadikan anak  kecanduan. Karena apapun itu jika dipakai secara berlebihan akan memberikan efek negatif, yang perlu diperhatikan adalah  tetap bijak  memakai gadget hingga memberikan lebih banyak manfaat dengan menghilangkan dampak negatifnya. 

Setiap orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk putra putrinya. Begitu juga dengan gadget, orang tua dengan kondisi ekonomi berlebih akan membekali anak-anak nya dengan gadget. Bahkan banyak diantara mereka menjadikan gadget sebagai mainan utama untuk membuat anak tenang. Terkadang demi menunjukan status sosial, orang tua akan membekali anak gadget mahal yang biasanya dilengkapi fitur-fitur lengkap. Padahal belum tentu anak tahu cara memaikannya dan membutuhkan gadget super canggih tersebut. Gadget untuk sebagian orang sudah merupakan kebutuhan, namun jangan sampai kebutuhan itu menjadi suatu kecanduan yang memberikan dampak negatif.







Kamis, 15 Januari 2015

Kursi Roda Impianku

Kursi Roda

Tahun ini aku ingin sekali punya kursi roda. Mengapa kursi roda yang kuinginkan ? padahal dulu memakai kursi roda adalah hal yang paling dilarang oleh para suster di Yayasan Pemelihara Anak Cacat (YPAC) tempat sekolahku dulu waktu kecil. Para perawat melarang anak-anak yang bisa berjalan dengan menggunakan kruk dan brace  untuk memakai kursi roda dengan tujuan kaki mereka terlatih dan terbiasa "dipakai" sehingga otot-otot kaki menjadi lebih kuat. Sedangkan bila memakai kursi roda otot kaki yang tidak terbiasa digerakkan akan semakin melemah. 

Brace
Dari kecil aku memang sudah menggunakan kruk dan brace sebagai alat bantu, karena kedua kakiku lumpuh akibat polio. Semula memang tidak nyaman memakai brace yang terpasang mulai dari pinggang kebawah, aku memerlukan penyesuaian cukup lama sampai akhirnya terbiasa dan merasa nyaman. Brace aku pakai untuk membantu fungsi otot kaki sebelah kiri, sementara kaki kanan yang masih memiliki kekuatan sekitar 60% tidak memakai brace. Sehingga meskipun sudah memakai brace aku masih tetap membutuhkan bantuan elbow  untuk membantu menyangga beban tubuhku agar lebih seimbang. Elbow dan brace ini hanya kupakai saat keluar rumah, sementara didalam rumah aku memakai dua buah kruk di ketiak. Kenapa elbow dan brace hanya kupakai saat keluar rumah ? karena dari kecil aku sudah terbiasa memakainya, sehingga memudahkanku jika harus pergi dengan menggunakan kendaraan umum. Sementara dua buah kruk itu kupakai setelah aku menginjak sekolah menengah atas. Itu atas saran dokter setelah aku sering jatuh jika hanya menggunakan elbow tanpa memakai brace lagi. Saat di rumah aku memang lebih sering tidak memakai brace selain karena panas, juga tidak nyaman dan seringkali membuat kakiku bengkak mungkin karena terikat-ikat dari atas kebawah.

Dengan dua alat bantu elbow dan brace, membuat posisi jalanku jadi miring ke kiri karena kaki kiri lebih pendek dari kaki kanan. Hampir seumur hidup aku jalan dengan posisi miring lama kelamaan aku sering mengalami sakit dibagian pinggang sebelah kiri. Setiap kali usai bepergian atau jalan-jalan bersama anak-anak, aku harus membaringkan tubuhku diatas tempat tidur perlahan-lahan agar rasa sakit itu berkurang. Ditambah lagi bentuk tulang punggungku juga jadi melengkung kekiri. Semua keadaan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh dokter jauh-jauh hari bahwa dengan pertambahan usia, aku akan mengalami hal seperti tulang punggung bengkok , mengalami sakit pinggang dan penurunan fungsi-fungsi otot. 

Elbow

Keadaan seperti ini sebenarnya bisa dihindari seandainya aku mau sedikit "  melepaskan rasa malu dan gengsi " memakai kursi roda pada saat pergi jalan-jalan atau bepergian jauh yang mengharuskan aku lebih banyak berjalan. Sudah lama anak-anak dan suami menyarankan untuk memakai kursi roda, namun terkadang aku masih merasa malu. " Toh aku masih bisa berjalan dengan alat bantu yang lain " pikirku. Namun kini kebutuhan akan kursi roda sudah tidak bisa ditunda lagi sebelum aku mengalami rasa sakit yang semakin parah. 

Aku sudah melihat-lihat harga kursi roda di beberapa toko. Namun harga kursi roda di kotaku masih lebih mahal bila dibandingkan dengan harga kursi roda yang dijual di toko sepanjang jalan pramuka , Jakarta. Tidak masalah membeli di Jakarta, aku masih bisa meminta bantuan saudara yang tinggal disana untuk membelikannya. Kemudian mengirimkannya ke alamat rumahku memakai jasa pengiriman . Yang penting aku bisa memiliki kursi roda impianku, dan aku tidak perlu malu lagi menggunakannya karena semua itu demi kebaikan dan kesehatanku. 


  

Senin, 12 Januari 2015

Seberapa Penting Pendidikan Seks Untuk Anak ?

Gambar diambil disini
Hari minggu kemarin mendapat undangan pernikahan dari tetangga, kebetulan di hari bersamaan juga ada arisan rutin bersama teman-teman sekolah dulu. Tadinya mau ke arisan terlebih dahulu setelah itu baru menghadiri undangan pernikahan. Alasannya karena acara pernikahan diadakan di rumah sang pengundang , kebetulan rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumah saya. Tetapi suami meminta saya untuk ke acara pernikahan terlebih dahulu sebelum arisan. Jadilah saya mendatangi rumah yang mempunyai hajat.

Saat tiba disana ternyata sang empunya rumah beserta keluarga  dan calon pengantin pria tengah bersiap hendak pergi. Saya agak bingung, bukankah mereka mengundang beberapa tetangga yang lain juga untuk menghadiri acara pernikahan , tetapi mengapa mereka malah pergi ? Untuk apa juga kami diundang jika tidak ada pengantin dan orang tua pengantin ? Sepertinya pernikahan anak-anak itu dipaksakan. Mengapa saya katakan dipaksakan karena kedua pengantin itu usianya masih sangat muda, keduanya masih berusia dibawah dua puluh tahun. Kalau tidak salah usia mereka satu tahun lebih tua dari sulung saya yang tahun ini memasuki usia sembilan belas tahun. Dan yang lebih mengejutkan alasan dari pernikahan itu karena mempelai wanita sudah terlanjur melahirkan seorang bayi laki-laki, sebelum ijab kabul. Masya Allah............!

Pergaulan remaja sekarang begitu memprihatinkan, seringkali  mereka hanya mengandalkan emosi dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih mengedepankan nafsu sesaat dengan mengorbankan masa depannya sendiri. Mereka tidak berpikir dampak yang ditimbulkannya tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga merusak kehormatan dan nama baik keluarga. Belum lagi dampak dari kelahiran dalam usia dini bagi seorang wanita yang masih dibawah umur tidak hanya berbahaya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi anak yang dilahirkannya.

Beberapa Risiko Ibu Hamil Di Usia Dini :

  • Dinding rahim atau endometrium belum kuat benar. Perubahan dinding rahim setiap periode menstruasi masih belum sempurna. Ini kurang kondusif bagi proses nidasi atau menempelnya embrio ke dinding rahim. Risiko yang mengintai adalah : janin mudah keguguran, kemungkinannya 3 keli lebih tinggi dibanding mereka hamil di usia 25 tahun. Risiko berikutnya adalah pertumbuhan janin kurang sehat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR)
  • Sel telur yang dihasilkan indung telur belum sempurna. Indung telur milik perempuan muda juga masih belajar memproduksi sel telur berkualitas. Apabila sel telur hasil "belajar" itu dibuahi, dan menjadi bakal manusia tidak ada yang bisa menjamin kualitas embrio yang dihasilkan.
  • Rahim dan organ panggul belum kuat menampung janin. Organ reproduksi seperti rahim, mulut rahim dan otot-otot ligamen di panggul belum matang dan belum kuat, sehingga belum siap berfungsi semestinya dalam menunjang kehamilan. dan persalinan. Bahaya yang mengintai adalah : keguguran, pendarahan, persalinan prematur, prolaps organ panggul, bahkan ruptur atau melorotnya organ panggul. Remaja muda yang melahirkan juga terancam luka serius saat melahirkan 4 kali lebih tinggi.
  • Risiko tekanan darah tinggi dan pre eklampsia. Penyebabnya tubuh ibu muda belum kuat menanggung proses kehamilan sehingga metabolisme tubuh mudah terganggu. Gejala tekanan darah tinggi umumnya belum terdeteksi pada awal kehamilan. Namun ditengah masa kehamilan bisa tiba-tiba mengalami kejang, perdarahan, bahkan berkembang menjadi eklampsia yang mengancam jiwa ibu dan janin.
  • Bahaya anemia mengintai dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Penyebabnya adalah metabolisme tubuh ibu yang belum sempurna saat mendapat tambahan volume darah akibat kehamilan. Juga akibat pola makan minim zat besi karena wanita muda cenderung sering berdiet. Ini salah satu alasan ibu muda yang hamil wajib menjalani tes darah guna mendeteksi anemia dan thalassemia.
  • Kehamilan tidak disadari. Pada banyak kasus kehamilan muda, calon ibu terlambat menyadari kehamilan, lantaran sebelum hamil siklus haid nya memang belum teratur. Sehingga diterjemahkan sebagai kondisi biasa. Karena kehamilan tidak disadari, calon ibu muda mungkin saja  masih melakoni gaya hidup kurang sehat. Seperti diet ketat, konsumsi alkohol, paparan rokok yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin, sehingga pemicu persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Risiko kanker leher rahim dan penyakit kelamin. Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada usia dibawah 20 tahun, memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit viruspada organ reproduksi. Seperti Human Papilloma, yaitu virus penyebab kanker leher rahim. Juga serangan penyakit kelamin  seksual, diantaranya chlamydia yang dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi, atau sifilis yang bisa mengakibatkan kebutaan pada bayi. Juga kematian pada ibu serta janin.
Begitu banyaknya bahaya yang ditimbulkan akibat kehamilan di usia muda semestinya menjadi perhatian khusus tidak hanya untuk remaja tetapi juga untuk orang tua dan pendidik. Tentang pentingnya anak-anak mendapatkan pendidikan seks  sejak dini. Sehingga mereka betul-betul paham bahwa seks bukan suatu " permainan coba-coba", tetapi merupakan sesuatu yang sakral, sehat dan hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah memiliki ikatan perkawinan.

Pendidikan seks baik di rumah maupun sekolah, sekarang bukan lagi merupakan satu pelajaran tabu seperti yang banyak dianut oleh  orang tua dulu. Dimana pendidikan seks hanya diberikan pada mereka yang sudah menikah. Saat ini pendidikan seks usia dini tidak saja menjadi bekal tetapi juga pelindung bagi anak-anak dan generasi muda. Apalagi dengan perkembangan teknologi internet, setiap anak dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang mungkin saja informasi tersebut sebetulnya masih belum saatnya diketahui oleh anak seusianya. Ilmu yang diperoleh anak tanpa ada bimbingan orang dewasa akhirnya membawa anak pada pemahaman yang salah.  Tentu saja pendidikan seks yang diberikan  tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan usia  setiap anak, sehingga mereka benar-benar mengerti apa tujuan dan maksud yang ingin disampaikan..

Mengenai kasus seperti yang saya ceritakan diatas, sekali lagi  hanya bisa berkata apakah sudah sedemikian "tipisnya" moralitas, etika dan rasa malu yang berkembang di masyarakat sekarang. Sehingga dengan tanpa beban sama sekali orang masih bisa membuat sebuah acara pernikahan dan mengundang banyak orang, padahal sudah ada seorang bayi lahir sebelum ijab kabul terjadi. Walaupun "pemberitahuan" tentang suatu perkawinan kepada masyarakat adalah "wajib" hukumnya namun tetap harus mengacu pada etika dan norma agama yang berlaku. Jika sudah begini, dimana nilai agama yang selama ini menjadi benteng dan tuntunan hidup setiap manusia ? Sudah sedemikian biasakah hal-hal seperti itu  terjadi di masyarakat  sehingga mengikis habis rasa malu, dan menganggap hal tersebut sebagai suatu kewajaran ? 


Ref :

Sabtu, 10 Januari 2015

Sepatu Untuk Difabel

Mencari sepatu adalah  kegiatan yang seringkali merepotkan untuk saya, kedua kaki saya ukurannya besar sebelah. Kaki kanan ukurannya lebih besar daripada kaki kiri. Selain masalah ukuran yang tidak sama, tidak semua model sepatu bisa saya pakai. Hanya sepatu model flat dan memiliki tali cukup panjang biasanya yang menjadi pilihan saya. Melihat orang lain memakai heels suka iri juga, tapi bagaimana mungkin kaki saya yang polio dan terbalut  brace bisa memakai heels. Dulu sebenarnya saya masih bisa memakai heels datar maksimal 3 cm, tapi sekarang sudah tidak berani lagi. Karena berat tubuh  sudah tidak langsing lagi yang menjadi penyebabnya.

Karena kesulitan itu setiap kali ada kesempatan mengantar anak-anak mencari sepatu biasanya saya pakai sekalian untuk mencari sepatu juga. Karena kalau secara khusus mencari untuk saya sendiri terkadang sulit mendapatkan yang pas. Teman-teman saya yang difabel dan memiliki ukuran kaki berbeda biasanya mereka membeli dua pasang  sepatu. Misalnya kaki kiri ukuran 36 dan kanan 38 maka dia akan membeli kedua ukuran tersebut. Tetapi yang dipakai kan cuma satu pasang maka yang tidak terpakai dia berikan pada teman lain yang memiliki kasus sama. Boros juga sih kalau dipikir. Ukuran kaki saya sebenarnya tidak terlalu jauh hanya selisih  satu centimeter. Kekurangan itu masih bisa ditutupi dengan memakai brace, maka biasanya saya pilih sepatu dengan ukuran kaki yang lebih besar. Dulu waktu masih kecil untuk sepatu saya seringkali pesan kepada pengrajin sepatu. Namun seringkali lama pengerjaannya belum lagi modelnya juga yang kadang tidak sesuai dengan keinginan, maka akhirnya saya lebih memilih sepatu yang ada di pasaran. Walaupun untuk mendapatkannya memerlukan sedikit kesabaran dan perjuangan.

Hari ini saya menemani anak-anak mencari sepatu. Ternyata dengan bertambahnya usia mereka keinginan mereka juga semakin sulit. Sengaja saya pilih Cibaduyut dengan pertimbangan disana terdapat banyak toko sepatu sehingga mereka bebas mau memilih sepatu yang bagaimana. Keluar masuk dari satu toko ke toko yang lain, masih belum menemukan sepatu yang pas yang sesuai dengan keinginan mereka. Selalu ada saja kekurangannya, tidak tahu sepatu model apa yang mereka cari. Hampir tiga jam keluar masuk  toko akhirnya kaki saya sudah tidak kuat lagi untuk dipakai melangkah. 

Saya memutuskan pulang dengan hanya membeli sebuah sendal  setelah tiga jam berkeliling. Dalam perjalanan pulang saya lihat ada JK Collection, penasaran kami pun masuk kedalam toko yang ternyata milik Bapak Jusup Kala, Wakil Presiden Indonesia. Sempat ragu juga jangan-jangan harganya mahal. Setelah masuk ternyata harganya standar malah kalau saya lihat lebih murah dan rapih bila dibandingkan dengan beberapa toko yang tadi dimasuki. ( ini bukan promosi lho !, he.........).

Sepatu yg didiscount

Didalam toko yang kebetulan tidak terlalu ramai ( mungkin konsumen berpikir harga di toko ini mahal karena milik sang Wapres ). Saya merasa nyaman memilih berbagai model yang ada disana, ditambah pula di toko itu tersedia air minum gelas dan keripik sebagai camilan untuk para pengunjung gratis pula. Mungkin ini salah satu service yang diberikan oleh JK Collection yang tidak diberikan oleh toko sepatu lainnya di sepanjang jalan Cibaduyut. Pilihan saya akhirnya jatuh pada sepatu flat terbuka dengan tali kombinasi hitam dan emas, ukurannya cocok dengan kaki saya 37. Saat dicoba ringan banget,  enak banget dipakainya.

Sepatu JK Collection pilihan saya

Si sulung tertarik dengan model sepatu casual laki-laki ukuran dan modelnya pas hanya sayang warna yang dia inginkan tidak tersedia. Masih banyak model yang tersedia disana semuanya dengan harga terjangkau.



Memasuki toko sepatu JK Collection adalah pengalaman saya yang pertama. Sebelumnya saya selalu melewatkan toko ini karena berdekatan dengan pertigaan dan lampu stopan jadi antrian mobil cukup panjang pada saat lampu menyala merah.  Tapi bukan berarti tidak ada tempat parkir memadai untuk bisa masuk kedalam toko. Alhamdulillah tidak sia-sia hari ini bisa membawa pulang tiga buah sepatu setelah lelah kesana kemari, dua diantaranya diperoleh di JK Collection. Oh ya, JK Collection juga melayani partai besar untuk mereka yang ingin menjual kembali sepatunya. Karena tadi saya melihat ada beberapa konsumen memborong banyak sepatu untuk dijual kembali.

Beberapa model sendal wanita.

Jumat, 09 Januari 2015

Galeri Si Sulung

Postingan kali ini saya tidak akan banyak bercerita hanya ingin menampilkan galeri si sulung Rangga. Agak diluar kebiasaannya kali ini dia sengaja mencari view yang bagus sebagai tempat berfoto ria. " Mah, besok aku mau ke Cikole - Lembang mau hunting foto " . Saya pikir waktu itu dia mau mencari view  bagus untuk foto yang menjadi tugas kuliahnya. Bukan menjadi kebiasaannya dia mencari view bagus hanya untuk sekedar foto, mungkin dia sudah tertular virus selfie, he.........

Selepas sholat subuh dia sudah siap-siap berangkat menuju lokasi yang sudah direncanakan sebelumnya.
" Kenapa harus nyubuh, A ? " tanyaku yang melihatnya sudah rapih sepagi itu.
" Biar bisa sekalian ngambil matahari yang baru terbit " alasannya.
Karena udara kota Bandung saat ini sangat dingin saat ini, dia masih sempat membuat segelas susu untuk menghangatkan badan.
" Biar tidak masuk angin " katanya sambil tersenyum. 
Sekitar pukul sepuluh dia sudah pulang kembali ke rumah. 
" Sudah selesai A ?, kok cepat "
" Iya Mah takut keburu macet, apalagi Lembang di akhir pekan tahu sendiri kan macetnya kayak apa "
Saat itu memang akhir pekan menjelang malam tahun baru. Lembang biasanya menjadi tempat pavorit untuk menghabiskan akhir pekan, terutama untuk warga Jakarta. Keadaan ini seringkali membuat warga Bandung sendiri lebih memilih berdiam diri di rumah atau mencari tempat lain daripada  stres menghadapi kemacetan lalu lintas. Dan inilah hasil jepretannya bersama teman-temannya.














Hampir sembilan belas tahun usianya sekarang, tidak terasa dia sudah sebesar ini. Rasanya baru kemarin mengandung dan melahirkan dia tahu-tahu sudah sebesar ini. Dulu dia pemalu sekali jangankan mau difoto dengan bergaya, anaknya juga dulu agak pendiam. Waktu masih kanak-kanak dia lebih sering melihat teman-temannya bermain dari balik jendela. Jika ada yang mengajak baru ikut bermain bersama mereka. Tapi sekarang sudah banyak berubah, dia tumbuh menjadi anak yang supel dan banyak teman. Memiliki tanggung jawab untuk setiap pilihan yang diambilnya. 

Jarak usia antara si sulung dan si bungsu  cukup jauh, yaitu delapan tahun. Dulu setiap ditanya mau punya adik ? jawabannya " pasti, tidak !". " Kalau aku punya adik nanti apa-apa harus dibagi berdua " demikian alasannya. Mungkin karena kelamaan sendiri jadi dia agak sedikit egois. Namun dengan pertambahan usia, dia senang saja ketika memiliki adik perempuan. Keuntungan dari jarak usia yang jauh antara si sulung dan si bungsu, mereka bisa saling memperhatikan. Kakaknya bisa lebih sabar dibanding adiknya yang masih ke kanak-kanakkan.

Basket telah menjadikannya sebagai seorang yang sportif dan supel. Olah raga yang satu ini telah digemarinya sejak masih duduk di bangku SMP kelas satu. Olah raga juga yang membawanya untuk memiliki pola hidup bersih jauh dari rokok, kopi  apalagi alkohol. Semoga Allah Aza Wazalla selalu melindungi, menuntun dan menjaga setiap langkah kehidupannya kedepan. Aamiin...........