Loading

Kamis, 08 Januari 2015

Hadiah Kejutan Dari Keponakan

Didalam keluarga besar saya tidak pernah ada tradisi saling memberi kado, bahkan untuk sebuah kado ulang tahun pun tidak ada. Terkadang baik kedua orang tua maupun kakak-kakak saya  lupa dengan hari ulang tahun kami masing-masing. Maklum kami keluarga besar yang sangat-sangat besar, bayangkan 13 bersaudara. Kedua orang tua saya produktif sekali ya. Sampai memiliki anak yang bisa membentuk sebuah kesebelasan bola putri dengan dua cadangan. Karena dari tiga belas itu, sebelas nya perempuan dan dua laki-laki. Mungkin karena banyaknya itu orang tua dan kakak-kakak seringkali lupa dengan hari ulang tahun masing-masing. Namun bukan berarti kami benar-benar saling melupakan untuk memberi kado, karena terkadang kami masih bisa saling mengingat untuk memberi kado di hari ulang tahun.Menerima kado terindah yang paling berkesan dan selalu teringat  oleh saya adalah saat mendapat sebuah tas mungil dari salah seorang keponakan di hari ulang tahun.

Saya memiliki seorang keponakan perempuan yang usianya tidak terpaut jauh yaitu sekitar tujuh tahun. Dia anak perempuan tertua dari kakak saya yang paling besar. Mereka tinggal di Jakarta namun setelah menyelesaikan SMA nya keponakan saya ini kuliah di UNPAD - Bandung. Karena sebagian besar kakak sudah menikah, tinggal saya yang masih belum menikah. Jadi rumah yang tadinya penuh, akhirnya kosong setelah satu persatu kakak menikah dan dibawa oleh suaminya masing-masing. Kehadiran keponakan untuk berkuliah di Bandung akhirnya menghangatkan kembali suasana rumah yang mulai sepi. Saya senang dia berada di rumah, karena jadi memiliki teman. Usia kami tidak terpaut jauh,  menjadikan kami jadi lebih akrab dan dekat. Kami bisa saling curhat, bisa menjadi teman jalan, teman diskusi, teman bekerja di dapur adakalanya dia juga menjadi supir pribadi, he........pokoknya enak deh ada dia. Saking dekatnya kami juga terkadang saling meminjam pakaian, kebetulan ukuran badan kami sama. 

Suatu hari saya cerita habis jalan-jalan ke sebuah toko tas. Saya ceritakan padanya ngincer sebuah tas mungil untuk pergi ke undangan tapi lagi tidak punya uang. Padahal harga tasnya kalau untuk ukuran sekarang tidak terlalu mahal, kalau tidak salah sekitar Rp 30.000 ( tiga puluh ribu rupiah). Tapi untuk ukuran tahun 1990-an harga segitu cukup mahal, jadilah saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan tuh tas tidak keburu diambil orang lain sampai saya punya cukup uang untuk membelinya.

Beberapa hari setelah cerita,  saya berulang tahun. Rina ( keponakan) sedang pulang ke Jakarta, sedih banget rasanya padahal kalau ada dia minimal Rina kasih traktir makan bakso. Itulah ritual diantara kami berdua jika ada yang berulang tahun saling mentraktir makan bakso, he............hadiah murmer.
Tiba-tiba saja ibu memberitahu jika ada kiriman paket untuk saya. Sempat bingung juga paket dari siapa ?. Dengan perasaan tidak sabar saya buka bingkisan itu, dan betapa terkejutnya ternyata isinya adalah sebuah tas yang sudah saya mimpikan selama beberapa hari ini. Didalam bungkusannya terdapat secarik kertas dengan tulisan " Selamat Ulang Tahun, bi Tini . Love Rina ". Ya ampun........! ternyata paket itu isinya adalah kado ulang tahun saya dari Rina. 

tas mungil berusia lebih dari 20 thn

Dada saya dipenuhi berbagai macam perasaan yang berkecamuk, seandainya saja saat itu Rina ada di dekat saya akan saya peluk dia sebagai ungkapan rasa terima kasih. Tidak menyangka sebelum pulang ke Jakarta dia sudah mempersiapkan sebuah kado istimewa sebagai hadiah ulang tahun. Lebih istimewa lagi dia memberikannya melalui jasa pengiriman. Padahal kami kan tinggal satu rumah sebenarnya bisa saja dia menyimpan kado tersebut di kamar  sebelum kepulangannya, tapi mungkin dia  ingin lebih surprise lagi, lebih membuat saya terkejut.

Tas mungil itu sampai sekarang masih saya simpan dengan baik. Sesekali masih saya pakai untuk menghadiri undangan. Model dari tas nya tidak ketinggalan jaman walaupun sudah berusia lebih dari dua puluh tahun.    Bahan yang dipakai untuk tas nya tidak berubah, tidak memudar. Demikian juga dengan rantai dan aksesorisnya  tidak luntur, warnanya masih tetap kuning keemasan. Hanya pada bagian pegangan warna kuningnya sedikit luntur.

Ini adalah kado terindah untuk saya, karena benda ini sebelumnya sangat saya inginkan hingga terbawa mimpi. Dan tas ini diberikan oleh keponakan yang mungkin untuk membelinya dia  harus puasa jajan beberapa lama. Karena menurut penuturannya tas itu dibeli dengan menggunakan uang saku bulanannya.

Postingan ini untuk memeriahkan Giveaway Kado Terindah Galaksi Pungky.




4 komentar:

  1. Wah... kado tanda cinta ya, Mbak.. :)
    eh tapi tasnya beneran bagus ya Mbak, awet sampai sekarang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mak, Alhamdulillah awet banget padahal sudah puluhan tahun

      Hapus
  2. Hai Mak...

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! :D

    Salam,
    Pungky

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...