Loading

Senin, 29 April 2013

Bahaya Narkoba Disekitar Kita




Dalam salah satu sesi wawancara antara seorang gembong narkoba dengan seorang presenter televisi disalah satu stasiun televisi swasta terdapat beberapa pembicaraan sebagai berikut :

  • Presenter : Bagaimana awal mulanya anda terjun kedalam bisnis ini ?
  • Gembong : Mulainya saya seorang pemakai terus menjadi pengedar, kurir dan akhirnya jadi seperti sekarang ini
  • Presenter : Siapa saja yang menjadi pangsa pasar anda ?
  • Gembong : Pelajar, mahasiswa, aparat pemerintah, hakim dan sekarang sudah masuk kelingkungan istana
  • Presenter : Kapan terakhir kali anda melakukan transaksi ?
  • Gembong : 1 minggu yang lalu ( acara ini ditayangkan pada 1 Pebruari 2013 )
  • Presenter : Berapa nilai transaksinya ?
  • Gembong : Rp 10 triliun
  • Presenter : Berapa lama barang tersebut habis terjual ?
  • Gembong : 1 minggu
  • Presenter : Anda tidak menyesal dengan begitu banyaknya korban yang berjatuhan ?
  • Gembong : Tidak karena ini adalah bisnis
  • Presenter : Apakah anda tidak punya keinginan untuk berhenti ?
  • Gembong : Tidak karena ini bisnis yang begitu menjanjikan

Sebagai orang tua miris dan terhenyak menyimak setiap pembicaraan dalam sesi wawancara tersebut. Ingat anak-anak di rumah yang salah satunya sudah mulai menginjak remaja. Ingin rasanya menutup semua pintu dan membiarkan anak menjalankan semua kegiatannya didalam rumah, tapi itu juga tidak mungkin karena anak juga perlu belajar dan bersosialisasi. Sementara membiarkan anak keluar dengan tanpa pengawasan sama halnya membiarkan anak masuk dalam jeratan narkoba.

Para gembong itu sudah bebas bergerak kesemua lini bahkan kedalam lingkungan istana yang selama ini dianggap bersih sekalipun. Sekarang  mulai paham   mengapa presiden begitu mudahnya memberikan grasi untuk para gembong narkoba ini. Uang ! semuanya karena uang. Uanglah yang berbicara bukan lagi hukum karena hukum sendiri sudah dikuasai olehnya. Seperti halnya membiarkan salah seorang pengedar masuk dalam jeratan bui agar mudah mengendalikan bisnis dari dalam penjara. Membiarkan para penegak hukum masuk dalam lingkarannya benar-benar mengerikan. 

Tidak perduli berapa banyak korban yang berjatuhan, berapa banyak air mata dari para orang tua yang terpaksa harus kehilangan anak, dan harapan yang digantungkan pada anak demi masa tuanya. Cita-cita yang harus kandas ditengah jalan. Berapa banyak nyawa yang hilang sia-sia, juga berapa banyak uang yang dihabiskan untuk proses rehabilitasi para korban narkoba.  Tidak ada penyesalan sedikitpun karena bagi mereka ini adalah bisnis.

Bisnis haram ini telah banyak membius orang karena keuntungan berlipat yang diperolehnya,  juga perputaran yang begitu cepat dari sebuah bisnis. Coba bayangkan transaksi senilai Rp 10 triliun bisa habis dalam jangka waktu 1 minggu benar-benar bisnis yang luar biasa. Bandingkan dengan bisnis yang saya miliki untuk memperoleh omzet Rp 100 juta per tahun saja harus jungkir balik. Tidak bisa membayangkan omzet  Rp 10 triliun seumur hiduppun mungkin belum tentu bisa meraihnya.

Narkoba benar-benar sudah membius para penggunanya juga para pelaku dibisnis ini. Narkoba itu sendiri yang merupakan singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya Istilah lain yang dipergunakan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Semua istilah ini mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obat untuk jenis tertentu. Namun kini pemakaiaannya disalahgunakan dengan dosis yang menyalahi aturan peruntukannya.

Penyalahgunaan Napza merupakan permasalahan sosial yang dampak negatifnya sangat luas. Selain terhadap diri pengguna, Napza juga membahayakan dan merugikan kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan. 

Akhir-akhir ini masalah tersebut menunjukkan kecenderungan peningkatan kuantitas korban, kualitas jenis zat yang disalahgunakan, dan luasnya wilayah penyebarannya. Masalah penyalahgunaan napza sekarang ini tidak lagi dibatasi oleh status sosial ekonomi tertentu. Sebagai orang tua tentu saja keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Bagaimana cara mengenali anak yang telah menjadi korban narkoba ?

Ciri fisik yang bisa dikenali menurut A. Kassandra Putranto seorang psikolog, adalah sebagai berikut : 
  • Mata merah. Ini menjadi ciri fisik yang paling sering terjadi untuk semua jenis pemakaian narkoba.
  • Bau badan. Biasanya pemakai berkeringat dan memiliki bau badan yang khas atau menyengat. Mereka yang memakai putaw biasanya jarang mandi dan baju yang dipakai biasanya itu-itu saja. Selain itu rambut lebih terlihat berminyak dan mudah rontok.
  • Pernafasan lambat dan dangkal. Hal ini menyebabkan pemakai mengambil nafas cepat seperti sudah berolahraga.
Disamping beberapa ciri fisik diatas, ada beberapa prilaku yang bisa dikenali yang mengindikasikan seorang anak telah menjadi korban narkoba, diantaranya :
  • Aktifitas tidur terganggu. Pengguna narkoba biasanya sering tidur atau bermalas-malasan sepanjang hari, atau sebaliknya.
  • Perubahan perilaku makan dan minum . Mereka bisa menjadi seseorang yang tidak menyukai makanan atau makan secara berlebihan.
  • Menjadi pribadi emosional dan sensitif. Pemakai narkoba menjadi lebih cepat tersinggug. Kesalahan kecil dari orang lain dianggap masalah besar yang mengganggu kepentingannya.
  • Kekacauan cara berpikir. Bagi mereka yang rutin menggunakan narkoba biasanya sulit berkonsentrasi dan cara berpikirnya kacau.
  • Perubahan perilaku. Lingkungan pergaulan mereka lama kelamaan akan berubah drastis.
  • Kebutuhan uang bertambah. Pemakai narkoba biasanya mulai merongrong keluarga untuk menyediakan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhannya.
Bagaimana mengatasi anak yang sudah terjerumus kedalam  kubangan narkoba :
Jika buah hati tercinta sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba. Orang tua tidak perlu bersikap tertutup . Sebaiknya segera mencari bantuan dan hubungi orang yang ahli dibidang penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Seperti dokter, konselor, dan praktisi narkoba. Selain itu detoksifikasi bisa dilakukan , untuk menghentikan kecanduan narkoba agar zat yang membahayakan tubuh bisa segera dibersihkan.

Meskipun demikian pepatah " lebih baik mencegah daripada mengobati ", sangat tepat diterapkan untuk mencegah anak terlibat lebih jauh dalam penyalahgunaan narkoba. Peran serta orang tua dirumah diharapkan menjadi fondasi utama membentuk kepribadian anak. Orang tua wajib memberikan pengarahan dan pengetahuan efek negatif dari penyalahgunaan narkoba sedini mungkin terhadap anak-anak. Sehingga tanpa larangan dan ancamanpun,  mereka akan dengan sendirinya mengetahui bahaya yang akan mengancam kehidupannya baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Kamis, 25 April 2013

Tips membersihkan Perlengkapan Rumah

Bisa dipastikan setiap hari orang menyapu dan mengepel rumah. Namun belum tentu sebulan sekali membersihkan perlengkapan dan perabotan rumah yang ada. Padahal perlengkapan rumah yang jarang dirawat dan dibersihkan akan menimbun banyak debu dan bisa menimbulkan penyaki saluran pernafasan.

Berikut beberapa petunjuk membersihkan perabotan dan perlengkapan rumah :
  1. Karpet :  Karpet hendaknya setiap hari dibersihkan dengan menyedot debunya dengan alat penghisap debu. Bila tidak memiliki alat penghisap debu, maka angkat karpet keluar rumah dan dipukul dengan sapu lidi hingga debunya berterbangan. Bila karpet terkena tumpahan minyak bubuhi dengan talk, biarkan beberapa lama baru kemudian disikat dengan sikat nilon. Bila terkena tumpahan kopi atau teh bersihkan dengan lap basah, sehingga kotorannya menghilang.
  2. Kaca  : Sebagian perabotan dan perlengkapan rumah tangga biasanya menggunakan kaca. Bisa meja rias, meja tamu, lemari panjang dan sebagainya. Semprotkan terlebih dahulu dengan cairan pembersih kaca, kemudian bersihkan dengan lap kering. Mulailah dari bagian bawah terus kebagian atas secara searah. Bila tidak mempunyai pembersih kaca, cobalah dengan menggunakan sobekan koran yang dibasahi dengan air. Setelah kotorannya hilang baru bersihkan lagi dengan lap kering.
  3. Mebel : Mebel bisa terbuat dari rotan, plastik logam maupun kayu. Mebel yang terbuat dari rotan perlu sesekali dibasahi dengan air, karena rotan kering mudah pecah-pecah. Sebelum dicuci dengan air deterjen, laplah terlebih dahulu debu yang melekat pada rotan dengan lap kering. Sesudah itu keringkan ditempat yang banyak angin. Mebel yang terbuat dari logam cukup dibersihkan dengan air sabun, setelah debunya dihilangkan terlebih dahulu. Mebel dari katu dapat dibersihkan dengan lap biasa. namun bila mebel penuh ukiran, maka gunakan sikat untuk membersihkannya. Debu biasanya menempel pada celah-celah ukiran. Agar lebih mudah membersihkan gunakan kuas yang dibubuhi terpentin.
  4. Vitrage dan Gorden : Bersihkan gorden sekurangnya seminggu sekali dengan menyedot debunya mempergunakan vacum cleaner. Namun bila sangat kotor gorden dan vitrage harus dicuci dengan cara merendamnya dengan detergen. Biarkan beberapa waktu hingga kotorannya lepas setelah itu baru dibilas sekali kemudian dijemur. 
Rumah yang bersih dan tidak berdebu selain menyehatkan, juga  tentu akan sangat nyaman  bagi penghuninya. Walaupun diperlukan sedikit tenaga dan waktu untuk mencapainya  tapi hasilnya sebanding dengan kenyamanan  yang didapat sesudahnya. 

Rabu, 24 April 2013

Kemana Langkahmu Wanita ?


Bulan April belum lagi tenggelam . Pembicaraan mengenai Kartini dan hal-hal yang menyangkut keberadaan kaum wanita berikut kegiatan dan permasalahannya masih menjadi perbincangan. 

Ibu Kartini adalah seorang wanita muda belia yang pikirannya maju, memiliki wawasan luas dan pandangan kritis , serta analisisnya terhadap suatu peristiwa yang dilihat dan didengarnya amatlah tajam. Tidak mengherankan yang pertama-tama diupayakan bagi kaumnya adalah mendirikan semacam sekolah untuk mengajar membaca dan menulis. Untuk menjadikan kaum wanita menjadi melek huruf.

Sebab sebagaimana halnya mata yang bisa diumpamakan sebagai jendela, melek huruf juga bisa diumpamakan sebagai jendela untuk mengetahui luasnya dunia, dengan banyak membaca. Menurut beliau, dengan banyak membaca kaum wanita bisa melihat keluar tembok, walaupun dia hanya berada didalam rumah. Dengan melek huruf ,  kaum wanita juga membukakan mata hati mereka.
Dengan segala keterbatasannya,  beliau  menginginkan kaumnya mampu menyadari keutuhan pribadinya sebagai mahluk bermartabat. Sebab dengan ketajaman pemikirannya. Kartini menangkap martabat bangsanya yang terinjak, khususnya martabat kaumnya yaitu wanita.

Namun dipihak lain, arti "kemajuan" seperti dicita-citakan Kartini tak jarang diterjemahkan secara keliru oleh sebagian wanita. Mereka yang tidak sempat berkiprah diluar rumah, menjadi agak limbung  merasa dirinya kurang. " Ah........saya hanya seorang Ibu rumah tangga saja, kok ! " begitu jawabnya jika ada yang menanyakan pekerjaannya.

Andaikata Ibu Kartini mendengar ini tentu beliau akan sangat prihatin. Menjadi Ibu rumah tangga adalah tugas yang mulia. Seorang Ibu rumah tangga bisa dikatakan sebagai petani penabur bibit-bibit. Ditangannya anak-anak dan keluarga terbentuk. Ditangannya kehangatan dan rasa aman terjamin. Tentu sejauh ia menyadari tugas dan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Dan bukan dengan keterpaksaan dan kepasrahan karena tak tahu harus berbuat apa atau tak tahu pekerjaan lain.

Jadi kemajuan yang dimaksud oleh ibu Kartini adalah bebas memilih , bebas menentukan haknya sebagai manusia yang bermartabat luhur. Seorang wanita bisa saja memilih sebagai wanita karir diluar rumah, tapi jika suara hatinya mengarahkan dia sebagai ibu rumah tangga, maka fahami dan sadari bahwa pilihannya itu sama bagus dan mulianya .

Ketika putri bungsuku mengatakan aku lebih suka ibu dirumah daripada bekerja diluar rumah. Karena aku ingin setiap saat ibu ada untukku. Sebuah pilihan yang akhirnya mengantarkanku menjadi ibu rumah tangga total. Lalu apakah aku harus merasa diriku kurang ? merasa tidak maju ? merasa tidak hebat ? jawabannya adalah "tidak". Bukankah Kartini mengatakan bahwa seorang ibu adalah guru pertama dan guru terbaik bagi anak-anaknya.Jadi jangan merasa kecil hati atau merasa sia-sia sekolah tinggi jika akhirnya ijasah yang didapat hanya jadi pelengkap isi lemari.

Pengetahuan luas dan maju, entah itu didapat dari pendidikan formal atau non formal besar sekali manfaatnya bagi seorang wanita. Manfaatnya tidak hanya  dirasakan bagi keluarga, lingkungan sosial maupun bagi dirinya sendiri. Disitulah seorang wanita akan menyadari kemandirian dan identitas dirinya sebagai pribadi yang utuh.


Selasa, 23 April 2013

Engkau yang menyempurnakanku

Kepada istriku
Aku ingin mencintaimu dengan indah
Seperti indahnya taman surga

Kepada istriku
Aku ingin mencintaimu dengan lembut
Selembut sutra dan tetesan air mata

Kepada istriku
Aku ingin melihatmu dengan tenang
Setenang mentari dan sinar pagi

Dan kepada istriku
Aku masih menyayangimu
Seperti sayangnya engkau kepadaku
(karya Tanzil Tanzania)

Sebuah puisi indah yang dihadiahkan suami walaupun bukan puisi hasil karyanya sendiri. Dia bukan penulis tapi dia tahu saya sangat menyukai puisi. Puisi yang penuh kelembutan seperti sifatnya yang memang lembut , halus,  penuh toleransi dan pengertian.

Toleransi yang diberikannya diawal pernikahan,  memberikan  saya kesempatan untuk tetap merawat ayahanda yang saat itu dalam kondisi sakit cukup parah. Keikhlasannya menempuh perjalanan panjang setiap hendak mengunjungiku ketika kami  masih tinggal berlainan kota. Saya tetap bersama orang tua sementara dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dikota yang berbeda pula. Alasan yang dikemukannya saat itu " Jangan sampai saya menyesal karena tidak punya cukup banyak waktu untuk merawat ayah dalam kondisi sakit parah , dan mungkin saja menjadi saat-saat terakhir dalam kehidupannya " Ayahanda akhirnya berpulang untuk selama-lamanya, setelah empat bulan pernikahan kami. Terima kasih untuk suami yang telah ikhlas dan ridho, mengijinkan saya  tetap merawat ayahanda disaat terakhir hidupnya.

Begitu banyak pengertian dan toleransi suami untuk saya, dengan segala keterbatasan fisik yang saya miliki. Tidak mudah bagi saya menyesuaikan diri baik sebagai istri dan terutama sebagai ibu , saat hamil dan melahirkan adalah proses yang cukup berat untuk saya. Dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (polio kaki) , cukup membuat saya  ekstra hati-hati disaat hamil untuk tidak sering terjatuh. Otomatis sayapun tidak terlalu fokus untuk melayaninya. Tapi dia selalu berujar " Mama tidak perlu repot-repot, apa yang bisa saya kerjakan sendiri akan saya kerjakan " Demikian juga setelah bayi lahir kekhawatiran bagaimana mengurus bayi sempat membuat saya berkecil hati. Namun suami sudah paham dan betul-betul mengerti apa yang harus dilakukannya,  tanpa  diminta dia akan mengerjakan apa yang tidak bisa saya kerjakan. Misalnya memandikan dan menggendong bayi, dengan trampil dia akan  memandikan dan menggendongnya untuk membuat bayi  tenang.

Allah itu maha adil, dahulu saya tidak berani berharap terlalu banyak dan bermimpi akan diberikan seorang pendamping hidup yang benar-benar mengerti segala kekurangan dan keterbatasan fisik istrinya . Apalagi memiliki keturunan , ah ! rasanya belum apa-apa sudah merasa tidak mungkin bisa. Saya lupa satu hal bahwa apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu mungkin bagi Allah karena DIA Kunfayakun .  Keyakinan itu diperkuat dengan hadirnya seorang suami yang selalu setia, ikhlas, betul-betul memahami keterbatasan fisik istrinya  ,   menjadi bagian penting dalam hidupku. Dia  terus meyakinkanku bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena sesungguhnya Allah sudah menakar kemampuan saya.

Lahirnya  dua orang anak  melengkapi kebahagiaan perkawinan kami,  menunjukkan bahwa Allah itu percaya  saya bisa menjadi seorang ibu bagi mereka. Demikian ucapnya ketika saya mulai meragukan kemampuan diri sendiri mengurus dan membesarkan anak-anak. Kini anak-anak telah beranjak remaja . Mereka anak-anak yang manis dan tahu betul kekurangan ibunya. Seringkali sibungsu berucap " Ma, nanti neng keringkan dulu lantainya supaya mama tidak terjatuh " dia tahu Mamanya selalu kesulitan berjalan dilantai yang licin.  Atau ketika  sisulung berujar " Aku senang jika  pergi menemani mama karena mama selalu jadi pusat perhatian, otomatis akupun akan jadi pusat perhatian pula ". Segala kekhawatiran saya  hilang manakala anak-anak tetap bangga pada Mamanya yang disable. Nikmat manalagi yang kudustakan jika begitu banyak kenikmatan yang kuperoleh dari orang-orang terkasih.

Tahun ini perkawinan kami memasuki usia delapan belas tahun. Ya ! delapan belas tahun yang telah kami lewati bersama. Si sulung laki-laki enam belas tahun mulai bisa menjaga adiknya yang berselisih usia delapan tahun dengannya. Kelahiran si bungsu ini sungguh diluar rencana, karena dia produk gagal KB, he........Semuanya kuasa Allah, DIA mengabulkan doa suami yang begitu menginginkan kehadiran anak perempuan sebagai teman kakaknya. Seorang anak perempuan yang dengan sabar dinantikan kehadirannya,  karena saya sempat mengalami traumatis setelah melahirkan putra pertama yang sedikit bermasalah.  Lengkap sudah kebahagiaan saya, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan  dengan  keterbatasan fisik . Saya percaya Allah telah mengatur segalanya dengan sempurna. Sesempurnanya dia dimataku dan aku dimatanya.

Putri bungsu kami yang memiliki hobby menari









Si Sulung yang selalu siap menemani jika papanya tidak bisa menemani


Postingan ini diikut sertakan dalam Give away ajari aku cinta karena engkau sempurna untukku ,  Happy Wedding Anniversary ke-8 Naqiyyah Syam : cinta tidak memandang siapa dan bagaimana orang yang dicintai, tapi cinta dibuktikan dengan tindakan dan ketulusan hati, semoga pernikahan anda berdua selalu dipenuhi ketulusan dan keikhlasan untuk saling berbagi cinta dan melengkapi cinta, Aamiin.........





Senin, 22 April 2013

Mengganti Pot Tanaman

Memelihara tanaman pot tentunya berbeda dengan memelihara tanaman yang ditanam di tanah. Tanaman dalam pot karena jumlah tanahnya sedikit, maka zat makanan yang dapat dihisap oleh akar dengan sendirinya terbatas pula. Bila zat makanan yang ada didalam tanah jauh berkurang, maka tanah menjadi gersang.

Berikut tanda-tanda tanaman yang sudah kekurangan zat makanan dan perlu diganti tanahnya :

  •  Lebih banyak akar daripada tanah
  • Akar keluar dari lubang air dibawah pot
  • Akar melingkar-lingkar didalam pot
  • Keluar bintik-bintik putih pada pot tanah liat
  • Daun-daun menjadi kerdil
  •  
Cara mengganti Pot :
  1. Keluarkan tanaman dalam pot secara hati-hati. Biasanya pot yang sudah lama tak diganti, agak sukar untuk mengeluarkan tanamannya karena tanah sudah mengeras dan akar tanaman menempel pada dinding-dinding pot. Agar akar-akar rambut tidak terputus, karena akar ini penting bagi kehidupan tanaman, maka sebaiknya pot disiram air sampai basah. Tunggu beberapa lama baru kemudian keluarkan tanaman dari pot dengan cara membalikkan pot. Ini dilakukan agar tanaman mudah lepas dari tanah.
  2. Bersihkan tanaman dari tanah dengan cara menggoncang-goncangkannya. Siapkan pot yang dasarnya dilapisi pecahan genting atau pecahan pot tanah. Kemudian diatasnya taruh lapisan tanah. Setelah itu taruh kembali tanaman kedalam pot. Sisi-sisi pot yang masih longgar isi dengan tanah baru, sehingga akar tertutupi oleh lapisan tanah. Hendaknya tanah untuk menimbun berjarak 1 cm dari mulut pot agar air siraman tidak tumpah.
  3. Bila memakai pot tanah liat, maka sebaiknya pot baru dari tanah liat direndam dulu semalaman. Ini untuk menjaga agar pot tidak menghisap air dari tanah saat menyiram tanaman.
Selamat berkebun............

Minggu, 21 April 2013

Belajar Bahasa Isyarat dari Mereka

Pernahkah anda merasa sebagai orang yang paling tidak beruntung ketika Tuhan menjadikan anda sebagai orang dengan kebutuhan khusus ? Siapapun dia menghendaki semua yang dijalani dan dihadapinya dalam kesempurnaan, tapi tidak ada seorangpun yang bisa menolak kehendakNYA. Semua kehidupan yang dijalani sudah diatur sedemikian sempurna bagi siapapun. Hanya mungkin sebagian dari kita melihatnya dari sisi kekurangan, padahal masih banyak kelebihan yang kita miliki juga berguna bagi orang banyak.

Siapapun dia bisa menjadi Srikandi bagi orang-orang disekitarnya, bagi keluarga, teman dan juga lingkungan sosialnya. Sekecil apapun bentuk ilmu dan perhatian yang diberikan tetap memberi nilai berharga apalagi bagi mereka yang betul-betul membutuhkan.

Teringat saat berinteraksi dengan teman-teman tuna rungu, yang saya nilai mempunyai sensitifitas tinggi juga sebagai pribadi-pribadi yang tekun, tidak mudah menyerah dan memiliki solidaritas tinggi. Tidak mudah untuk bisa masuk kedalam lingkungan mereka. Mereka mempunyai tingkat kecurigaan tinggi pada orang-orang yang bisa berkomunikasi dengan baik. Ada kecurigaan jangan-jangan dirinya hanya jadi bahan pembicaraan orang lain, sementara mereka sendiri tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan. 

Sedikit-demi sedikit  saya mulai belajar bagaimana mereka berkomunikasi, belajar bahasa isyarat untuk bisa berkomunikasi dengan mereka . Ternyata mengasyikkan setelah bisa berkomunikasi dengan mereka. Saya bisa menilai ketulusan dan solidaritas yang tinggi pada mereka. Juga hal penting yang saya garis bawahi , mereka adalah para pekerja keras ,  tekun dan selalu haus akan ilmu. 

Banyak ketrampilan yang kami pelajari dan kembangkan bersama . Memasak, menjahit, fashion design, keterampilan tangan, design grafis, dan lain-lain. Teman-teman tuna rungu selalu tekun mengikuti setiap kegiatan dan ketrampilan yang diberikan. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan entah itu pameran, workshop, atau trainning saya senang menjadi bagian didalamnya yaitu menjadi penerjemah bagi mereka. Saya bukanlah Srikandi bagi mereka, tapi saya bangga bisa menjadi bagian didalamnya, karena sayapun faham betul bagaimana rasanya dianggap berbeda oleh sebagian masyarakat.

Ini salah satu foto kegiatan yang  kami  lakukan bersama saat mengikuti pameran dalam rangka ikut memeriahkan " Hari Internasional Penyandang Disabilitas Provinsi Jawa Barat, Desember 2012 ".

Foto ini diikutsertakan pada Kontes unggulan : Sehari menjadi Srikandi







Nikmatnya Menjadi seorang Ibu


Entah mengapa saat itu saya masih selalu menolak permintaan suami untuk hamil lagi setelah putra sulung kami  laki-laki berusia 4 tahun, dia menginginkan anak perempuan sebagai teman kakaknya.

Mungkin saat itu saya masih teringat dengan berbagai rasa sakit. Sakit ketika menjalani pemeriksaan panggul, rasa mules yang luar biasa ketika harus menerima induksi untuk mencari jalan keluar bayi meskipun begitu bayi tetap tidak bisa menemukan jalan keluarnya sendiri, dan pasca operasi sakit menahan buang air kecil karena kateter tidak terpasang dengan baik.

Tidak pernah ada kecurigaan sedikitpun ketika “tamu bulanan” terlambat datang,  cuma kali ini diiringi dengan rasa pusing dan mual setiap hari juga serba malas, seperti ciri-ciri seorang ibu yang sedang hamil,  . Saya pikir rasa mual itu disebabkan oleh pencernaan yang tidak beres bukan karena hamil., Keyakinan itu atas dasar IUD yang masih terpasang dengan baik.

Pergi ke dokter menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan semua keluhan  yang hampir mendera setiap hari. Dokter menganjurkan pemeriksaan laboratorium setelah saya menceritakan semua keluhan  termasuk keterlambatan datang bulan.

Setelah melihat hasil laboratorium Dokter mengucapkan  ” Selamat pak ibu hamil “, saya sempat bertanya bagaimana mungkin bisa hamil padahal IUD masih terpasang dengan baik ?  Bu, IUD itu hanya buatan manusia sekarang kalau Tuhan berkehendak untuk ibu punya anak lagi ibu mau bilang apa !  Kemudian dokter bertanya lebih lanjut,  Anak bapak yang pertama laki-laki  atau perempuan ?  laki-laki jawab suami, selamat pak karena hampir 90% kegagalan KB anaknya perempuan.

Kembali kerumah saya mengingat kembali perkataan dokter tadi, ” IUD itu hanya buatan manusia sekarang kalau Tuhan berkehendak untuk ibu punya anak  lagi ibu mau bilang apa  ” saya tercenung mengingat semua kalimat  itu. Mungkinkah ini jawaban atas do’a-do’a suami untuk   kegelisahan bathinnya selama ini ? Mungkinkah ini jawaban atas keegoisan saya bahwa tidak ada yang bisa menghalangi jika Tuhan berkehendak ?

Kelahiran selalu disambut dengan suka cita dan untuk kali ini sayapun harus menjalani operasi untuk yang kedua kalinya  mengeluarkan sang jabang bayi,  Ternyata benar seperti dugaan dokter anak yang kedua terlahir dengan jenis kelamin “Perempuan” .  Rasa sakit  yang saya rasakan kali ini  tidak sebanding dengan kenikmatan sesudahnya,  nikmatnya kehangatan saat bayi menyusu, nikmatnya memandang beningnya bola mata bayi saat menyusui, nikmatnya merasakan  getar-getar halus saat bayi menyusu, nikmatnya mendengar kata “Ibu” ketika anak mulai bisa bicara.

Semua kenikmatan itu hanya bisa dirasakan oleh  seorang ibu hamil, melahirkan dan kemudian menyusui, hanya seorang wanita yang bisa mengalami semua itu, tidak mungkin seorang suami bisa menjalani semua yang sudah dikodratkan untuk seorang wanita . Jika begitu banyak kenikmatan yang saya peroleh sebagai seorang ibu mengapa harus ada penolakan untuk menerima anugerah dari sang maha pencipta.

Tulisan ini untuk para ibu yag telah ikut merasakan bagaimana nikmatnya menjadi seorang ibu,