Loading

Senin, 05 Januari 2015

Mengapa Harus Dinnar's Soya Oat Meal ?


Dinnar's Soya Oat Meal adalah perpaduan antara susu kedelai dengan oatmeal. Mengapa harus dengan susu kedelai ? karena sebagian orang ada yang alergi terhadap susu sapi. Sehingga dibuatlah Dinnar's Soya Oatmeal yaitu perpaduan antara oatmeal dengan susu kedelai. Oatmeal yang berbentuk serpihan kasar berpadu dengan susu kedelai menjadikannya wangi dan gurih. Dinnar's Soya Oatmeal merupakan instant oatmeal sehingga tidak perlu dimasak terlebih dulu untuk mengonsumsinya. Cukup  hanya dengan menambahkan air panas ke dalamnya. Untuk mendapatkan rasa manis bisa ditambahkan gula atau madu, yang menyukai rasa asin bisa ditambahkan garam atau parutan keju. Karena Dinnar's Soya Oatmeal ini dibuat tawar. Sehingga anda bebas berkreasi dengan Dinnar"s Soya Oatmeal ini sesuai dengan selera masing-masing.

MANFAAT SUSU KEDELAI :
  1. Manfaat Susu Kedelai Sebagai Pengganti Susu Sapi. Pencernaan yang kurang baik karena intoleransi laktosa dapat diatasi dengan mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Misalnya jika seorang anak balita yang tidak dapat mencerna laktase pada susu sapi, maka disarankan untuk mengganti protein yang terdapat dalam susu sapi dengan protein yang terkandung dalam susu kedelai.
  2. Untuk anak-anak dengan gangguan autisme, protein yang terdapat pada susu sapi atau keju seperti kasein dan glutein dapat mengganggu fungsi otak yang dapat memperparah autisme. Sehingga penggunaan susu sapi disarankan untuk diganti dengan susu kedelai yang dapat memelihara fungsi otaknya.
  3. Untuk mereka yang vegetarian penggunaan susu kedelai bisa menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan protein yang dibutuhkan oleh tubuh.

MANFAAT OAT MEAL :
  1. Menurunkan Kolesterol. Oatmeal kaya akan serat larut serat jenis ini mampu menghambat tubuh untuk menyerap kolesterol LDL (kolesterol jahat). Satu setengah cangkir oatmeal mengandung lebih dari 5 gram serat. Jumlah tersebut cukup untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
  2. Mengurangi Resiko Hipertensi. Kandungan serat yang tinggi pada oatmeal tidak hanya mengurangi resiko penyakit jantung tetapi juga bisa menurunkan resiko tekanan darah tinggi. Wanita menopause yang cenderung mengalami hipertensi disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 6 porsi oatmeal setiap minggu. Sementara untuk pria disarankan untuk mengonsumsi semangkuk  oatmeal setiap hari sebagai pencegah resiko penyakit jantung.
  3. Membantu Mengawal Radikal Bebas. Oatmeal mengandung antioksidan yang bernama avenanthramide. Antioksidan tersebut dapat melawan radikal bebas yang menyerang kolesterol baik (HDL). Senyawa ini dapat melindungi kolesterol jahat (LDL)  dari proses oksidasi sehingga resiko penyakit kardiovaskular dapat dikurangi.
  4. Mencegah Kanker Payudara. Penelitian menunjukkan jika seorang wanita mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi, memiliki resiko lebih kecil terhadap kanker payudara. Terutama serat yang berasal dari gandum. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan wanita pra menopause mengalami penurunan resiko kanker payudara hingga 41% hanya dengan mengonsumsi serat dari serelia utuh atau biji-bijian.
  5. Mencegah Pengerasan Arteri. Avenanthramide tidak hanya membantu mencegah penyakit jantung, namun antioksidan ini dapat mencegah pengerasan arteri. Avenanthramide bekerja dengan menekan produksi molekul yang mampu membantu mencegah pengerasan dinding arteri. Penelitian menunjukkan bahwa wanita menoupause yang makan enam porsi serelia utuh setiap minggu dapat mengurangi resiko berkembangnya aterosklorosis. Yaitu suatu keadaan terjadinya penumpukan plak di sepanjang lorong-lorong pembuluh darah dan memperlambat  perkembangan stenosis, yang dapat menyebabkan lorong-lorong arteri menyempit.
  6. Mencegah Berkembangnya Diabetes. Selain kaya serat oatmeal juga sumber dari magnesium yang mampu mengatur insulin dan kadar glukosa. Penelitian menunjukkan seorang wanita yang melakukan diet kaya sereal dapat mengurangi resiko diabetes hingga 31%. Untuk mendapatkan manfaat optimal tambahkan susu rendah lemak kedalam oatmeal. Tambahan susu rendah lemak  ini dapat mengurangi resiko diabetes.
  7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh. Oatmeal mengandung beberapa jenis serat  yang disebut beta gluten serat. Serat ini mampu melindungi terhadap penyakit jantung dan juga menaikkan sistem imunitas. Hal ini membantu sel-sel kekebalan tubuh mencari dan memperbaiki daerah bagian tubuh yang terserang infeksi bakteri.
  8. Mencegah Obesitas. Serat akan meningkatkan viskositas isi perut sehingga dibutuhkan waktu lama untuk mengosongkannya. Membantu waktu lama untuk mengosongkan perut menjadikan seseorang tidak tergoda untuk mencoba camilan manis atau asin sepanjang hari.
  9. Bisa Dikonsumsi Oleh Pasien Celiac. Celiac adalah sindrom malabsopsri, dimana usus tidak mampu menyerap nutrisi makanan. Mereka yang menderita penyakit ini umumnya tidak mampu mengkonsumsi gluten ( suatu senyawa protein yang terdapat pada gandum ). Namun penelitian menunjukkan penderita penyakit ini dapat mengonsumsi oatmeal meskipun mengandung sedikit oatmeal.
Dari semua manfaat yang diuraikan diatas baik manfaat yang terdapat pada susu kedelai maupun manfaat yang terdapat dalam oatmeal. Maka Dinnar's Soya Oatmeal yang merupakan perpaduan antara susu kedelai dan oatmeal.  Sangat cocok dikonsumsi oleh mereka yang menghendaki tubuh sehat sebagai pencegahan dari berbagai penyakit. Dinnar's Soya Oatmeal ini juga tidak hanya cocok dikonsumsi oleh dewasa tapi cocok juga dikonsumsi oleh anak-anak. Terutama anak-anak yang alergi terhadap susu sapi. Dinnar's Soya Oatmeal ini bisa menjadi alternatif pengganti pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Karena produk Dinnar's Soya Oatmeal ini masih dalam masa promosi maka untuk penjualan sekarang (mulai Januari hingga Maret 2015) akan diberikan potongan harga sebesar 10% dari harga normal yaitu Rp 85.000. Dinnar's Soya Oatmeal ini dikemas dalam kaleng dengan berat 500 gram ditawarkan dengan harga Rp 85.000

Kelebihan dari Dinnar's Soya Oatmeal selain harum enak dan gurih. Penyajiannya pun sangat mudah karena tidak perlu dimasak terlebih dahulu cukup ditambahkan air panas. Sehingga bagi anda yang tidak memiliki cukup waktu menyiapkan makanan Dinnar's Soya Oatmeal ini wajib menjadi pengisi stock lemari makanan anda. Dinnar's Soya Oatmeal sangat cocok disajikan untuk sarapan maupun makan malam . Dinnar's Soya Oatmeal bisa disajikan dengan menambahkan aneka buah-buahan atau bisa dibuat omelet dengan menambahkan keju parut didalamnya. Karena penyajiannya yang sangat mudah dan praktis putri saya yang baru berusia 10 tahun bisa melakukannya sendiri. Dia biasanya menambahkan irisan buah-buahan kedalam Dinnar's Soya Oatmeal atau menambahkan keju parut untuk mendapatkan rasa gurih.

Dok. Pribadi
Dinnar's Soya Oatmeal juga bisa menjadi peluang usaha untuk anda yang tertarik ikut memasarkannya. Karena Dinnar's Soya Oatmeal juga menawarkan sistem penjualan reseller. Anda tidak perlu memiliki modal besar untuk stock barang cukup memiliki jaringan yang luas. Anda tertarik sebagai reseller ? Hubungi Bapak Nanang Sunarsa di nomor telepon 081322815219 atu pin BB 7EDD3F0E. Atau bisa juga melalui email jinangsunarsa1959@gmail.com untuk mendapatkan price list. Dapatkan manfaat berlimpah dengan mengonsumsi Dinnar's Soya Oatmeal dan penghasilan tambahan dengan menjadi reseller dari Dinnar's Soya Oatmeal.

Jadi mengapa harus Dinnar's Soya Oatmeal ? karena Dinnar's Soya Oatmeal selain bisa mendapatkan banyak manfaat dengan mengonsumsinya, juga bisa menjadi sumber rezeki dengan menjadi reseller untuk produk Dinnar's Soya Oatmeal.





         

Rabu, 31 Desember 2014

Undian Yang Menjebak

Hadiah undian selalu menarik siapa saja. Apalagi jika hadiah yang ditawarkan jumlahnya sangat besar bisa menggoda siapa saja. Trik-trik semacam ini banyak dipakai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan mudah percaya dan tertarik dengan undian yang menawarkan hadiah menggoda dengan penyelenggara tidak jelas. Walaupun iklan  undian tersebut memakai  media-media besar yang cukup dikenal seantero negeri.

Suatu sore pulang kerja suami membawa tabloid NOVA. Siapa yang tidak kenal dengan tabloid yang satu ini terutama untuk kalangan wanita. Karena tabloid NOVA dikhususkan untuk para pembaca wanita. Reputasi dari NOVA juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Inilah yang membuat saya dan suami yakin  dengan iklan undian berhadiah yang terpampang disana. Dalam salah satu halaman di tabloid tersebut terpampang iklan undian dengan hadiah sebuah mobil Honda CRV terbaru seharga  Rp 399.000.000.

Sumber caption : Tabloid Nova


Untuk bisa mengikuti undian tersebut caranya begini : " Ambil dua angka terakhir pada tahun kelahiran anda, lalu tambahkan dengan umur anda pada tahun 2014 ini, jika anda mendapatkan angka 114 "SELAMAT" !, kirimkan jawaban anda. Perhatian ! Jika anda ingin mendapatkan kesempatan untuk meraih hadiah utama dalam 10 hari. Segera isi dan kirimkan kupon kembali kepada kami sekarang juga !


Contohnya begini : Usia suami 52 tahun kelahirannya 1962, jika dua angka terakhir yaitu 52 + 62 = 114. Hasil 114 menunjukkan bahwa peluangnya untuk mendapatkan hadiah tersebut cukup besar. Kami tidak berpikir bahwa secara universal semua orang ketika menjumlahkan umur dan tahun kelahirannya akan mendapatkan hasil 114. Perhitungan seperti ini kami coba pada tahun kelahiran putra sulung yang berusia 18 tahun dengan kelahiran 1996 jika dua angka terakhirnya dijumlahkan maka akan menghasilkan 114 pula. ( hitungan untuk usia si sulung kami coba hitung setelah mengirimkan kupon ).
Berbekal keyakinan bahwa hanya sedikit dari masyarakat yang memiliki jumlah kelahiran 114 sesuai dengan plat nomor 114 yang ada di mobil CRV tersebut maka melayanglah kupon tersebut ke PO. BOX 6600. 

Kurang lebih tiga minggu kemudian datanglah pak pos dengan mengantarkan ini : 

Dok. pribadi
Saat membuka isi amplop tersebut entah mengapa saya masih diliputi keraguan, apakah benar dengan isi pemberitahuan tersebut. Yang membuat keraguan bertambah ada kewajiban dari peserta untuk membeli sejumlah produk dengan nilai total pembelian  Rp 700.000. Produk-produk bisa dipilih melalui katalog yang tersedia, begini cara pembayarannya :



Disamping hadiah utama,  juga masih bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bonus cek  sebesar Rp 100.000.000


Masih juga ada tambahan  hadiah istimewa berupa lemari es mewah secara gratis senilai Rp 30.000.000


Dengan sederet hadiah istimewa seperti itu siapa yang tidak tergoda apalagi media partner yang dipakainya adalah sejumlah media nasional yang cukup terkemuka.


Tidak ingin terjebak dengan berbagai modus penipuan yang marak terjadi dan  dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya mencoba browsing untuk mendapatkan berbagai informasi terutama pihak penyelenggara dalam hal ini PT. Gema Loka Optima. Saya meragukan pihak penyelenggara karena PT. Gema Loka Optima tidak mencantumkan alamat hanya memberikan alamat PO. Box dan nomor telpon yang bisa jadi nomor telpon siapa saja. 

Hasil penelusuran internet banyak pihak yang sudah merasa terjebak/tertipu oleh undian ini. Ada yang sudah menstransfer sejumlah uang untuk membeli produk tetapi barang yang dipesan tidak pernah sampai pada pemesan. Dari sinilah kami memutuskan untuk tidak meneruskan mengirim kupon tersebut dan memilih membiarkan  Honda CRV terbaru melayang

Ini salah satu alamat yang saya temukan : http://ptgemalokaoptimapenipu.blogspot.com/2014/10/pemenang-undian-pt-gema-loka-optima.html#comment-form

Sedikit himbauan sebaiknya tetap berhati-hati dan waspada menghadapi berbagai undian.  Ada baiknya untuk melakukan cek dan ricek apakah ada izin resmi dari pemerintah. Karena menurut informasi yang saya peroleh setiap kegiatan yang berupa undian berhadiah,  dilakukan oleh siapapun juga wajib hukumnya untuk mencantumkan nomor izin tersebut dan diumumkan pada khalayak.

Postingan awal tahun 2015 semoga bermanfaat untuk para pembaca. Meninggalkan tahun 2014 untuk menyongsong tahun baru dengan lebih baik dan tetap waspada. 

" HAPPY NEW YEAR 2015 "

Jumat, 26 Desember 2014

Terorisme Bisa Mengincar Siapa Saja

" Biasanya lihat penangkapan teroris lewat televisi tapi kali ini didepan mata kelapa sendiri, aduh.......ngeri " status BBM keponakan yang saya baca malam itu. Ikut panik dan ngeri juga khawatir dengan keselamatan keluarga yang ada disana. Saya coba kontak  balik dia lewat BBM.
" Lia, penangkapan terorisnya dimana ?"
" Disamping rumah, tante "
" Samping kanan atau kiri ? "
" Samping kanan, tante "
Saya ceritakan pada suami apa yang tengah terjadi saat itu di Solo, dimana sebelah rumah kami tengah menjadi sasaran penggerebekan Densus 88. 
" Lia, bagaimana sekarang keadaannya ? "
" Alhamdulillah semuanya sudah beres, tante. Cuma kaget saja waktu ditemukan ada bom, samurai dan benda-benda tajam dari dalam rumah ". 
Kami bersyukur Densus 88 cepat menemukan barang-barang berbahaya dari dalam rumah yang dicurigai, tidak terbayangkan seandainya bom itu meledak dan melukai orang-orang yang kami sayangi. Apalagi dinding rumah yang di gerebek dengan dinding rumah kami saling menempel. Terbayang kan bagaimana hancurnya jika bom  itu meledak sempurna.
Berita penggerebekan di Makam Haji, Sukoharjo Solo beberapa hari yang lalu,  dilakukan oleh Densus 88.  Densus 88 atau dikenal juga dengan delta 88 dibuat sebagai unit kepolisian anti teror yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom sampai pada pembebasan sandera. 

Setelah kejadian tersebut, kami mengingat beberapa bulan yang lalu ketika saya dan suami pulang ke Solo dan sempat berbincang dengan bapak pemilik rumah. Suami sempat berbincang dengan beliau saat hendak sama-sama berangkat ke mesjid untuk melaksanakan sholat maghrib. Awalnya agak terkejut melihat beliau sekarang jadi lebih rajin sholat di mesjid padahal sebelumnya (maaf) hampir tidak pernah. 
" Usaha saya sedang hancur Pak, sekarang saya tengah memperdalam ilmu agama " demikian yang diucapkannya saat itu.
Setahu saya beliau memiliki beberapa usaha diantaranya travel, percetakan dan rental kendaraan. Selama ini setiap kali kami mudik ke Solo rumahnya selalu ramai. Namun beberapa bulan yang lalu saat kami ke Solo rumah sebelah yang biasanya ramai terlihat sepi. Dari cerita bapak pemilik rumah kami baru mengetahui jika usahanya tengah mengalami kemunduran.

Apakah usahanya memperdalam ilmu agama untuk mencari ketenangan dalam rangka membangkitkan bisnisnya yang tengah bermasalah, atau memang beliau ingin meningkatkan kembali ilmu agamanya kami tidak tahu pasti. Mengejutkan setelah itu beliau menjadi target sasaran Densus 88 dan dicurigai telah menjadi anggota kelompok terorisme. Yang ada dalam pikiran saya beliau "salah mendapatkan guru" sehingga menyebabkannya terjerumus pada kegiatan terorisme. Setahu saya beliau bukan orang yang tertutup dan mengisolasi diri dari lingkungan sekitarnya. 

Kaget ! karena sewaktu ngunduh mantu keponakan, beliau mempersilakan rumahnya dipakai sebagai tempat memasak dan juga menyimpan berbagai perlengkapan pesta. Rumahnya terbuka untuk siapapun sehingga agak mengejutkan ketika kemarin mengetahui kabar jika didalam rumahnya ditemukan bom dan berbagai senjata tajam, seperti hendak berperang. Menurut keponakan pula kini rumah tersebut terlihat lebih sepi dan tertutup setelah pemiliknya diambil polisi. Sedangkan anggota keluarga yang lain tidak diketahui keberadaannya  mungkin "menyepi untuk sementara".

Walaupun sedikit mengejutkan, mungkin ini juga bisa diambil hikmahnya. Bagaimanapun kita harus tetap waspada dengan lingkungan sekitar. Jangan sampai orang-orang yang kita cintai menjadi korban dan target terorisme. 








Rabu, 24 Desember 2014

Lelaki Yang Dikirim Tuhan Untukku



Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian orang. Semua orang tahu penyakit kanker menjadi salah satu faktor penyebab kematian terbesar. Aku begitu terpukul saat mengetahui Ayah terkena kanker prostat stadium lanjut. Hanya sedikit dari mereka yang bisa lolos dari kematian karena penyakit kanker. Bayang-bayang kehilangan Ayah mulai menghantuiku. Siapa nanti yang akan menjagaku bila Ayah tiada ? Siapa nanti yang akan selalu memberi semangat jika Ayah tiada ? Siapa yang akan melindungiku setelah Ayah tiada ? Aku betul-betul merasakan dunia seakan-akan runtuh dan jalan terasa gelap gulita di hadapanku.

Ayah adalah sosok terpenting dalam hidupku. Hubungan kami begitu dekat satu sama lain. Hingga usia remaja, aku masih sering tertidur di pangkuannya. Kami punya kesukaan yang sama, yaitu menonton bola di televisi. Sering kali kami menonton bola bersama hingga dini hari sambil makan mi rebus semangkuk berdua. " Jangan lupa, nanti bangunkan Ayah jika acara bolanya sudah dimulai !". Demikian pesannya setiap kali ada pertandingan bola di televisi dari kesebelasan favorit kami berdua, yang biasanya ditayangkan lewat dini hari.

Ketika masa mudanya dulu, Ayah adalah kapten salah satu kesebelasan bola di kotaku. Tidak mengherankan Ayah sangat menyukai bola. Ayah juga tetap menjaga kesehatan fisiknya dengan rajin berolah raga diusia tuanya. Ia benar-benar disiplin menjaga kesehatan, sehingga aku begitu terkejut mengetahuinya terkena kanker prostat. Bagaimana bisa Ayah terkena kanker ? Tapi rupanya sampai sekarang dunia kedokteran masih belum mengetahui secara pasti penyebab kanker prostat sesungguhnya.

Ketika Ayah sakit, tinggal aku satu-satunya yang belum menikah. Semua saudaraku sudah berkeluarga dan memiliki keturunan, sementara aku masih sendiri. Sebagai seorang disabel , tidak mudah bagiku mencari pendamping hidup yang sesuai dengan keinginanku, yaitu tidak sama-sama disabel. Alasanku sederhana saja, " Sendiri pun sudah repot apalagi berdua ! " Aku ingin ada orang yang bisa melengkapi kekurangan fisikku dengan mendapatkan pendamping hidup yang sempurna secara fisik.

Pesimis ! Tentu saja sempat terbersit di benakku, apakah aku bisa mendapatkan pendamping hidup yang sesuai dengan keinginanku, dengan kondisi fisik tidak sempurna ? Apa ada laki-laki yang mau menerimaku sebagai pendamping hidup dan menjadi ibu bagi keturunannya kelak ? Apa ada orang tua yang rela dan mau menerima seorang disabel sebagai menantunya ?

Sejak virus polio merusak saraf-saraf ototku dan merubah seluruh garis hidupku menjadi disable, aku tersadar aku memang berbeda dengan yang lain. Kepercayaan diriku jatuh ke titik terendah. Kala itu aku tumbuh sebagai gadis kecil yang kurang percaya diri, sering menyendiri dan menutup diri. Namun, orangtua dan seluruh keluarga tidak membiarkanku hanyut dalam keputusasaan, tidak membiarkanku menangisi ketidaksempurnaan, tidak membiarkanku terus hanyut dalam kemarahan dan menyesali takdir.

Aku tidak pernah diperlakukan secara istimewa, baik dalam pola pengasuhan maupun dalam memperoleh pendidikan. Ayahlah orang yang sering memberi semangat padaku. " Nak, tidak ada yang berbeda dari dirimu.  Kamu adalah anak Ayah yang paling hebat dan kuat. Kamu pasti bisa melebihi saudara-saudaramu yang lain, karena kamu itu istimewa buat Ayah ". Kalimat Ayah yang diucapkan bagai air yang menyirami tumbuhan untuk terus membuatku tumbuh dengan penuh kepercayaan diri.

Saat aku sukses menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, aku masih kesulitan mendapatkan jodoh. Adakalanya timbul perasaan iri melihat saudara-saudaraku begitu mudahnya mendapatkan apa yang diinginkan, memperoleh pekerjaan, dan kemudian menemukan jodohnya. Sementara aku masih saja kesulitan menggapai harapanku. Berkarier sesuai dengan ilmu yang kuperoleh dan menemukan jodoh adalah kendala utama.

" Teh, bolehkah saya menikah terlebih dahulu ? " adikku memohon izin melangkahiku. Perasaan bahagia melihat adik akan memasuki kehidupan baru bercampur dengan rasa nelangsa yang tiba-tiba menyelusup dalam relung batinku. Kapan saat itu datang padaku ? "

Ayah terus menjalani hari-harinya dengan berbagai pengobatan medis, dan aku terus berdoa memohon ada keajaiban untuk kesembuhan dan juga hadirnya jodoh untukku. Sambil merawat Ayah yang terus berupaya memperoleh kesembuhannya, aku masih punya harapan. Suatu saat aku akan dipertemukan dengan jodohku. Namun, harapan itu terasa semakin jauh saat usiaku terus merangkak, dan kondisi Ayah terus menurun. Namun, doa tidak pernah putus kupanjatkan untuk kesembuhan dan juga hadirnya seseorang yang bisa menjadi pengganti ayahku kelak jika tiba waktunya Yang Maha Pencipta memanggilnya pulang ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Doa yang tidak pernah putus kupanjatkan. Akhirnya tiba juga pada sebuah jawaban. Aku bertemu dengan seorang laki-laki di kota Solo, ketika selesai mengikuti acara musyawarah nasional organisasi penyandang disabilitas yang selama ini kuikuti. Setelah mengikuti acara, tibalah waktunya bagi kami untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Sambil menunggu bus yang akan menjemput, kami manfaatkan waktu untuk melihat-lihat kota Solo dengan becak. Sengaja kami memilih kendaraan tersebut agar bisa lebih santai dan nyaman.

" Boleh tidak berkenalan ? "
Tiba-tiba seorang laki-laki telah berdiri dihadapanku sambil mengulurkan tangannya, saat kami tiba kembali di tempat menginap. Aku tidak tahu darimana datangnya laki-laki tersebut. Sebelumnya tidak pernah kulihat dirinya, baik sebagai peserta maupun pengamat munas.

Seminggu setelah perkenalan, tiba-tiba dia sudah berada di depan pintu rumahku. Tentu saja aku kaget. Lebih kaget, dia juga minta diperkenalkan dengan Ayah saat itu juga. Dengan kening berkerut kukatakan pada Ayah.
" Yah, ada yang mau bertemu dan berkenalan dengan Ayah "
" Siapa ? "
" Teman yang baru kukenal di Solo seminggu yang lalu " jawabku
Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Saat itu Ayah hanya mengatakan semua jawaban ada di tanganku, akulah yang menjawabnya. Belakangan baru kuketahui, dia langsung "meminta" diriku pada Ayah.

Allah selalu punya rencana jauh lebih sempurna daripada yang kita inginkan. Satu tahun sebelum Ayah berpulang ke rahmatullah, aku dipertemukan dengan seorang laki-laki yang kini menjadi suamiku. Tujuh bulan setelah pertemuan, kami menikah saat kondisi Ayah sudah betul-betul parah dan kanker telah menyebar kesebagian besar tubuhnya, merusak organ tubuhnya. Keinginan agar Ayah menjadi wali nikahku akhirnya kesampaian.

Dua hari menjelang pernikahanku, Ayah pulang dari rumah sakit setelah menjalani kemoterapi untuk kesekian kali. Air mata haru menetes di pipiku setelah ijab kabul selesai. Inilah jawaban dari doa-doa yang tidak pernah putus kupanjatkan selama ini. Allah menghadirkan seorang laki-laki yang memiliki fisik normal, tidak kurang sesuatu apa pun tapi dengan tulus ikhlas menerima dan mencintai diriku apa adanya. Menerima kekurangan fisikku sebagai jalannya menuju surga, demikianlah alasan suami ketika putra sulung kami bertanya pada ayahnya.
" Mengapa Bapak mau nikah sama Ibu ? Ibu kan pakai tongkat ? "
" Karena Bapak mau mendapatkan surga " demikian jawabnya.
Jawaban yang telah membuatku yakin, inilah laki-laki yang dikirim Allah untuk menjadi pengganti Ayah jika dia tiada. 

Jika sampai waktunya Allah memanggil Ayah kembali, aku sudah siap dan ikhlas melepas kepergiannya. Aku sudah tidak tahan melihat penderitaan panjangnya selama masa pengobatan.  Bersamaku kini telah Allah kirimkan seorang laki-laki yang siap menjadi pengganti Ayah, menjaga dan melindungiku.
Empat bulan setelah pernikahan kami, Ayah akhirnya berpulang untuk selam-lamanya, tepat setelah shalat Isya,  diiringi doa yang datang dari getaran hati kami, putra-putrinya. Innalillahi wa inna illlaihi rojiun, Ayah.

Maret 1995, pertama kali aku bertemu dengan suami, dan Maret 1996 Ayah berpulang ke tempat peristirahatannya yang terakhir meninggalkan kami semua. Terima kasih, Allah. Kau telah memberiku kesempatan untuk bisa menikah dan menjadikan Ayah sebagai walinya. Terima kasih Allah telah menjawab semua doaku dan memberikan yang terbaik sebagai pengganti Ayah. Terima kasih Allah telah memberiku seorang Ayah yang begitu hebat dan menggantinya dengan laki-laki yang tidak kalah hebatnya. Ampuni dosa Ayah dan lindungi kami dari gelombang pasang kehidupan. 

Tahun ini perkawinan kami memasuki usia 19 tahun. Pahit manisnya perkawinan telah kami lewati bersama, dua anak juga telah hadir mewarnai kehidupan perkawinan kami. Aku bisa bernapas lega sekarang, ternyata Ayah begitu sayang padaku sebelum Ayah dipanggil ke rahmatullah,  Allah telah menyiapkan seorang laki-laki luar biasa untuk menggantikan posisi Ayahku. Seorang laki-laki yang begitu tulus, ikhlas, dan sabar telah Allah hadirkan sebagai pendamping hidupku dan ayah bagi anak-anakku. Inikah jawaban dari semua doaku dan juga mungkin doa Ayah untukku sebelum pulang ke pangkuan-Nya.

                                                                  *******


Kisah diatas terdapat dalam buku Storycake for Your Life - Berpikir Positif, bersama Umma Azura, dkk. Dan Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Masih banyak kisah-kisah inspiratif lainnya disini.

Cover buku







Senin, 22 Desember 2014

Isyarat Rindu Mak Iah, Sang Ibu Asuh


Dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2014, keluarga besar Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengajak para Emak anggota KEB untuk menceritakan sosok ibu diluar ibu kandung yang dekat dengan kehidupan para Emak. Sosok ibu diluar ibu kandung yang dekat dengan kehidupan saya adalah Mak Iah. Beliau pengasuh saya ketika kecil yang sudah  seperti ibu kedua selain ibu kandung tentunya. Kini Mak Iah sudah tidak ada lagi dalam kehidupan saya. Setahun yang lalu Sang Pencipta telah memanggilnya pulang kembali dalam usia 89 tahun. Namun sosok Mak Iah tidak akan pernah hilang dan selalu menjadi bagian sejarah penting dalam kehidupan saya.

Sebagai anak kesebelas dari tiga belas bersaudara ( 11 perempuan dan 2 laki-laki ), usia dua tahun saya sudah bisa berjalan. Tetapi virus polio merubah seluruh garis hidup saya menjadi seorang difabel. Kedua kaki mulai dari pinggul kebawah lumpuh dampak dari virus  tersebut.  Selama masa pengobatan panjang dan melelahkan Mak Iah hadir dalam kehidupan keluarga besar kami. Meskipun usia saya masih sangat kecil, samar-samar sudah bisa mengingat bagaimana dulu Mak Iah yang selalu menggendong kesana kemari untuk menjalani proses pengobatan. Mak Iah juga yang banyak menemani kehidupan sehari-hari saya. Sebagai seorang wirausahawan Ayah sibuk dengan pekerjaannya demikian juga ibu lebih banyak berada di toko kelontongnya. Praktis Mak Iah yang lebih banyak menemani saya di rumah. Hubungan kami sudah seperti ibu dan anak, bukan lagi terbatas pada hubungan antara pengasuh dan anak asuhnya.

Mak Iah dan keluarganya tinggal tidak jauh dari tempat tinggal saya. Hampir setiap hari saya lebih banyak bermain bersama anak-anak Mak Iah di rumahnya. Mak Iah memiliki empat orang anak, bersuamikan seorang pegawai kecil di PINDAD. Diluar jam kerjanya, Bapak ( demikian saya memanggil suami Mak Iah) membuat petasan yang selalu disimpannya di kolong tempat tidur untuk setiap petasan yang sudah selesai dibuat. Saya juga bisa merasakan kasih sayang Bapak dan anak-anak Mak Iah. Terkadang karena suatu kesalahan saya dan kemudian dimarahi orang tua, saya akan berlindung di pelukan Mak Iah. 

Setelah Bapak meninggal dunia dan anak-anaknya bisa berdiri sendiri, Mak Iah memutuskan untuk tidak ikut bersama-sama dengan kami lagi. Mak Iah dan keluarganya pindah rumah agak jauh dari tempat tinggal kami. Walaupun rumah saya dan Mak Iah berjauhan, namun secara rutin paling tidak seminggu sekali Mak Iah masih sering datang menjenguk saya. Demikian pula jika saya rindu padanya maka  akan datang menemuinya. Hingga saya menikah dan memiliki anak Mak Iah masih sering menjenguk. Saya memperkenalkan Mak Iah pada anak-anak sebagai nenek kedua.

Sampai suatu ketika dalam setiap kegiatan sehari-hari saya selalu mendengar suara orang menangis.
 " Suara tangisan seorang perempuan begitu jelas terdengar. Semakin hari suara tangisan yang terdengar semakin keras. Kucari-cari siapa yang sedang menangis dengan mengikuti arah datangnya suara. Tetapi tidak tampak seorangpun yang sedang menangis. Hampir setiap hari suara tangisan itu selalu menggema mengisi seluruh ruangan namun tidak terlihat seorangpun disana, hanya ada saya seorang. Lalu siapakah yang  sedang menangis ? mengapa suara tangisannya begitu jelas terdengar dan semakin hari semakin kencang ? "

Kuceritakan semua yang saya dengar pada suami, tentang suara tangisan  yang terasa begitu dekat sekali di telinga. " Mungkin Mak Iah sedang rindu pada Mama, nanti kita tengok bukankah sudah lama pula kita tidak menengoknya ? Dia memberi isyarat melalui suara tangisan yang mama dengar padahal tidak ada satupun disekitar mama yang sedang menangis !" ujar suami. Karena kesibukan saya dan faktor usia Mak Iah. Membuatnya sudah tidak mampu bepergian seorang diri. Inilah yang membuat rentang pertemuan saya dan Mak menjadi berkurang.


Keesokan harinya ditemani suami, saya mendatangi rumah Mak Iah. Seperti dugaannya  Mak Iah memang  sudah sangat merindukan kedatangan kami. Begitu dilihatnya saya telah berada di depannya Mak Iah langsung memeluk dalam tangisan penuh haru, pelukannya begitu hangat dan lama seolah tidak ingin melepaskannya lagi. " Hatur nuhun Gusti tos ngabulken kana pamenta abdi, nu di penta beurang peuting ayeuna tos nyampak dipayunen " ( terima kasih Allah sudah mengabulkan permintaan saya, permohonan  siang malam telah Engkau kabulkan ). Ucap Mak Iah yang membuat saya meneteskan air mata, begitu dalam rasa rindu yang dia pendam untuk saya. Ternyata benar suara tangisan yang selama ini sering saya dengar adalah sebuah isyarat rindu dari Mak Iah.  " Maafkan saya Mak, telah membuat Mak harus menunggu begitu lama untuk bisa memeluk saya ".

Kini Mak Iah telah beristirahat dengan tenang untuk selama-lamanya. Beliau memang bukan ibu yang mengandung dan melahirkan saya tapi kasih sayang dan perhatiannya untuk saya begitu besar dan dalam layaknya ibu kandung.  Cinta dan sayangnya  tidak bisa hilang dan terlupakan begitu saja oleh saya. Beliau akan tetap menjadi ibu untuk saya disamping ibu kandung yang telah mengandung dan melahirkan saya. Beristirahatlah dengan tenang Mak, bait-bait do'a Insya Allah akan kukirimkan untuk Mak di Surga.

Saya dan Mak Iah






Minggu, 21 Desember 2014

Buku Antologi : Hati Ibu Seluas Samudra

Buku Hati Ibu Seluas Samudra versi Hard Cover

Dulu, setiap kali melihat ibunda menangis manakala beliau merindukan kedua orang tuanya yang telah tiada, saya masih belum begitu mengerti apa arti tangisannya. Kini setelah ibunda tiada saya bisa merasakan betapa perihnya saat rindu itu datang. Rindu mendengar suaranya, rindu mendengar tawanya, rindu mencium aroma masakannya, rindu aroma harum tubuhnya. Dan segunung rindu lainnya yang tidak bisa kulepaskan setelah kepergiannya.

Penyesalan selalu datang terlambat itulah yang saya rasakan setelah kepergiannya. Penyesalan karena saya masih belum terlalu mengerti saat itu mengapa  beliau selalu minta ditemani di sisa akhir hidupnya .  Padahal sebelumnya tidak pernah beliau seperti itu,  yang saya ketahui beliau seorang ibu yang sangat mandiri. Sejak Ayahanda meninggalkan kami semua untuk selama-lamanya delapan belas tahun yang lalu, tidak pernah sekalipun kudengar keluhannya. Selama masih bisa melakukan kegiatannya seorang diri beliau akan lakukan tanpa minta ditemani. Tetapi entah mengapa saat itu beliau seperti merasa "sendiri" dan "sepi".

Mungkinkah itu suatu pertanda jika saat kepulangannya akan segera tiba ? saya masih belum bisa membaca tanda-tanda itu. Sehingga  pernah terbersit rasa "kesal" karena sikapnya yang menganggap beliau lebih manja dari sebelumnya. Masih belum menyadari itu pertanda dari-NYA bahwa saat kepulangannya akan segera tiba. Penyesalan  terdalam yang saya tuliskan dalam kisah penuh haru dan air mata di buku antologi HATI IBU SELUAS SAMUDRA, sebuah persembahan Kado Istimewa Untuk Ibunda di hari ibu. Berisi 125 kisah nyata tentang ibu menurut pengakuan para blogger. Secara resmi diluncurkan mulai hari ini 22 Desember 2014 bertepatan dengan peringatan hari ibu. 

Buku HISS bisa dijadikan sebagai kado/hadiah istimewa untuk orang yang  disayangi atau penting dalam kehidupan anda. Bisa juga dijadikan salah satu koleksi perpustakaan anda. Buku antologi yang digagas oleh Pakde Cholik dan Mas Belalang Cerewet sudah bisa dimiliki sekarang juga dengan cara memesan melalui Mas Belalang Cerewet atau bisa juga melalui saya.

Judul                :  Hati Ibu Seluas Samudra
Penulis             :  Susan, Diah Kurnia Sari, Abdul Cholik, dkk
Penyunting       :  Tim Sixmidad
Desain Isi         :  Sixmidad
Desain Sampul : Dani S
Penerbit           : Penerbit Sixmidad, Bogor
Tahun              : Cetakan Pertama Desember 2014
ISBN              : 978-602-0997-02-5
Jumlah Halaman : xii+624 halaman ( total 636 halaman)
Ukuran            : 15 x21 cm
Harga              : Soft cover Rp 75.000, hard cover Rp 115.000
Cara order      : melalui inbox fb http://www.facebook.com/Belalang.Cerewet atau http://www.facebook.com/tini.djajadi


Jumat, 19 Desember 2014

Bukan Suami Romantis

" Papa ini orangnya enggak romantis banget deh. Sekali-kali bikin pesta kejutan atau berikan hadiah untuk Mama. Bisa makan malam berdua kek,  belikan kado  atau ajak  Mamanya jalan-jalan. Masa Mama dibiarkan di rumah saja kan bete " komentar si sulung pada Ayahnya yang membuat saya tersenyum. Setiap hari selalu ada saja yang jadi bahan pembicaraan Rangga, si sulung. Mulai dari dosen-dosennya di kampus, klub basketnya, teman-teman kuliahnya hingga percaturan politik yang lagi hangat saat ini. Anak ini dari kecil memang sudah ramai. Setiap pulang sekolah dia selalu pulang dengan membawa segudang cerita tentang kegiatannya di sekolah hari itu. Kali ini yang menjadi topik pembicaraan adalah sifat Ayahnya yang menurutnya " Kurang Romantis ".

Suami memang bukan tipe suami romantis yang selalu memberi kejutan untuk istrinya. Dulu diawal pernikahan kami, saya seringkali kesal karena dia selalu lupa dengan hari ulang tahun saya atau hari ulang tahun pernikahan kami. Jangankan memberi kado, diingatpun tidak. " Dalam keluarga saya hari ulang tahun bukan sesuatu yang istimewa. Jadi tidak pernah ada perayaan khusus, apalagi dengan membelikan kado " demikian pembelaannya saat saya melakukan protes. Berbeda dengan kebiasaan dalam keluarga besar saya. Ulang tahun atau hari penting lainnya kami jadikan sebagai hari berkumpul keluarga dan saling mengungkapkan kasih sayang. Ibu almarhum, setiap tahun selalu mengumpulkan anak, mantu, cucu dan cicitnya  pada setiap peringatan hari ulang tahunnya. Keluarga suami  tidak pernah melakukan hal serupa. Perbedaan kebiasaan ini  terbawa dalam kehidupan kami yang sekarang. Sehingga kami juga tidak pernah membuat acara khusus untuk hari ulang tahun anak-anak.

Kegiatan saya sekarang memang lebih banyak dilakukan didalam rumah mungkin itulah yang dilihat oleh Rangga. Sehingga terlontar protes untuk Ayahnya yang meminta Mamanya sekali-kali dibawa jalan-jalan makan malam berdua diluar. Dulu, sebelum menikah kegiatan saya memang lebih banyak dilakukan diluar rumah. Sebagai seorang pengurus  organisasi difabel membuat saya lebih banyak keluar rumah saat itu. Namun setelah menikah saya memutuskan untuk berhenti total dan lebih memilih untuk mengurus anak dan suami. Memang terkadang terbersit keinginan untuk aktif kembali seperti dulu. Apalagi sekarang anak-anak sudah besar, sudah mandiri dan tidak banyak bergantung pada orangtua. Ditambah suami juga mendorong untuk aktif kembali jika saya menghendaki. Pertemuan kami pun terjadi setelah saya menyelesaikan acara Musyawarah Nasional di salah satu kota. Sehingga dia tahu persis jika dulu  saya termasuk orang yang aktif dan tidak bisa  hanya berdiam diri di rumah. Tapi keinginan itu pupus karena tidak ingin kehilangan banyak waktu berkomunikasi dan bertemu dengan anak-anak dan suami. Lagipula mengabdi untuk sesama tidak  selalu  harus keluar rumah tapi bisa juga lewat tulisan yang akhir-akhir ini mulai saya tekuni. 

Hampir dua puluh tahun  saya mengabdikan hidup untuk anak dan suami. Perbedaan-perbedaan yang timbul antara saya dan suami mulai berkurang. Tapi bukan berarti hilang sama sekali. Seperti yang Rangga katakan Ayahnya kurang romantis karena jarang memberikan kado, membuatkan pesta kejutan, mengajak ibunya jalan-jalan bukan lagi suatu hal penting untuk saya. Secangkir teh hangat di pagi hari atau pijatan lembut disaat sedang cape itu sudah merupakan hal paling romantis untuk saya. Melihat suami dan anak-anak sehat dan bahagia itu juga sudah merupakan kado  paling istimewa. Makan malam berdua di sebuah restoran mahal atau perhiasan mewah sekalipun, tetap tidak ada artinya jika saya kehilangan banyak waktu berdua dengan suami untuk saling memberi dan mencurahkan kasih sayang. Keromantisan tidak bisa diukur dari benda mahal , pesta kejutan atau seringnya jalan-jalan keluar kota/negeri. Kasih sayang utuh yang diberikan oleh pasangan, saling menjaga dan memberikan perhatian ini  jauh lebih romantis. Hal seperti ini yang belum terlalu dipahami oleh anak seusia Rangga saat ini. Jika sudah mencapai umur kedewasaannya, Rangga akan mengerti bahwa romantis itu tidak identik dengan kado atau pesta kejutan.