Loading

Jumat, 30 Januari 2015

Berhaji Dengan Dua Ratus Ribu Rupiah

" Mohon maaf sebelumnya tidak ada niat untuk riya atau menyombongkan diri dengan menuliskan kisah ini. Pengalaman sedekah yang diceritakan disini adalah sebagai pengalaman berharga yang saya ambil untuk mengikuti giveaway dengan tema "Keajaiban Sedekah". Insya Allah melalui kisah ini pula bisa menjadi ibroh untuk para pembaca "

Ibadah haji ke tanah suci menjadi keinginan hampir semua umat muslim diseluruh dunia. Untuk bisa sampai kesana dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagian orang rela menyisihkan penghasilannya bertahun-tahun demi bisa melaksanakan  ibadah haji. Oleh karena itu, ibadah haji wajib hukumnya untuk mereka yang sudah mampu. Mampu dalam arti fisik dan finansial. Sebagai seorang pedagang dengan penghasilan tidak menentu,  keinginan untuk berhaji  sementara ditunda. Karena harus berbagi dengan kebutuhan anak-anak yang terus meningkat sejalan dengan pertambahan usia mereka. Namun doa tidak pernah putus di panjatkan, suatu saat keinginan berhaji bisa terwujud.

Hingga tibalah pada sebuah mimpi yang memberi jalan terbukanya keinginan berhaji. Apa hubungan mimpi dengan ibadah haji ?  “ Mama  diminta untuk memberi uang besarnya dua ratus ribu rupiah kepada pengurus masjid. Katakan pada beliau jika uang itu untuk membangun masjid yang sudah direncanakan sejak lama “ ujar suami menyampaikan mimpinya. Sejenak saya tercenung bagaimana mungkin bisa membangun sebuah masjid dengan uang dua ratus ribu rupiah ?. “ Jika mama meyakini amanah itu sebuah kebaikan segera lakukan, namun jika masih ragu sebaiknya tidak usah melakukannya “ ujar suami lebih lanjut seperti bisa membaca keraguan saya. Setelah merenungkan amanah yang datang tersebut, apa salahnya memberi sedekah melalui masjid, bukankah itu suatu kebaikan ? 

Tanpa berpikir panjang lagi, segera saya menemui pak ustadz yang juga merangkap sebagai ketua DKM ( Dewan Keluarga Masjid ). Kebetulan rumah beliau jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Dengan uang dua ratus ribu rupiah, saya katakan padanya seperti yang dikatakan suami dalam mimpinya. “ Saya tidak tahu apa yang sedang ibu dan bapak inginkan, saya terima sedekahnya mudah-mudahan ini menjadi kunci pembuka dari rencana untuk membangun masjid “ ujar pak ustadz saat menerima uangnya.

Tidak jauh dari tempat tinggal kami ada tanah seluas kurang lebih delapan ratus meter persegi wakaf dari seorang warga. Beliau berpesan agar diatas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang lebih besar dari masjid sebelumnya yang sudah ada. Masjid yang sudah ada memang ukurannya kecil seringkali tidak cukup untuk menampung banyaknya jamaah. Untuk melaksanakan sholat jumat saja seringkali tidak cukup, apalagi untuk melaksanakan sholat Idul Fitri atau Idul Adha terpaksa sebagian jemaah sholat diluar masjid memenuhi jalanan. Keinginan untuk segera membangun masjid yang lebih besar terkendala oleh masalah dana. Hingga kurang lebih empat tahun lamanya tanah tersebut terbengkalai, sementara hanya dipakai sebagai tempat bermain anak-anak  dan berbagai acara tujuh belas agustusan.

Rencana Allah adalah misteri, saya tidak pernah tahu apa yang terjadi dibelakang setelah menyerahkan dua ratus ribu rupiah. Hingga suatu hari kurang lebih tiga minggu setelah menyerahkan uang tersebut, sebuah sms masuk melalui telpon genggam saya. Bunyinya “ Neng sudah transfer sebesar dua ratus juta rupiah, tolong titip untuk membangun masjid “ . Dada saya bergetar hebat, air mata tidak terasa menetes membasahi pipi setelah membaca sms tersebut. Apakah saya tidak salah membaca atau sedang bermimpi ? berulang kali sms tersebut dibaca dengan terus menggosok-gosok mata untuk meyakinkan diri. Subhanallah ! sms itu benar adanya tidak salah alamat setelah mengecek saldo. 

Tanpa menunggu waktu, saya serahkan uang dua ratus juta rupiah tersebut kepada pak ustadz. Beliau tidak kalah terkejut nya seperti saya, dari dua ratus ribu rupiah sekarang menjadi dua ratus juta rupiah. Uang inilah yang menjadi awal  dimulainya membangun masjid yang sudah bertahun-tahun direncanakan dan belum bisa terealisasi. Setelahnya selalu saja ada yang menitipkan sedekahnya melalui saya. Allah benar-benar menjaga saya untuk tidak tergoda dengan ratusan juta rupiah yang keluar masuk melalui rekening. Padahal saat itu kondisi keuangan keluarga sedang terpuruk akibat terperdaya oleh tawaran bisnis seseorang. Saya dan suami mengalami kerugian materi puluhan juta karenanya. 

Jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang bisa menghalangi. Dalam jangka waktu kurang dari satu tahun masjid seluas empat ratus meter persegi sudah berdiri megah. Masjid yang bisa menampung lebih banyak jamaah sebagai pengganti masjid lama. Masjid yang kini menjadi kebanggaan masyarakat disekitar tempat tinggal saya. Ketika pertama kali melaksanakan sholat disana tanpa terasa air mata menetes, ada rasa haru dan bangga secara tidak langsung saya terlibat dalam mewujudkan masjid tersebut. Saat sholat  saya kuatkan niat agar suatu saat bisa melaksanakan sholat di tanah haram, Insya Allah.

Allah akan mendengarkan setiap permintaan hamba-NYA yang bersungguh-sungguh. Mungkin demikian adanya ketika suatu hari ada seseorang yang menawari saya dan suami untuk melaksanakan ibadah haji dengan ongkos naik haji beliau yang menanggung. Subhanallah ! hampir tidak percaya dengan apa yang kami alami. Allah memberikan hadiah untuk kami melalui umat yang dikehendaki-NYA setelah uang dua ratus ribu rupiah yang disedekahkan melalui masjid.

Insya Allah keinginan saya dan suami beribadah haji segera terlaksana semua berawal dari mimpi. Mimpi yang membantu mewujudkan niat dan keinginan kami berhaji semua berawal dari sedekah dua ratus ribu rupiah. Kami sudah mendaftarkan diri dan memperoleh nomor porsi sejak dua tahun yang lalu. “ Tidak usah memusingkan masalah waktu dan khawatir dengan umur. Waktu hanya milik Allah semata, kita serahkan kapan saat keberangkatan itu pada sang pemilik waktu “ demikian ujar suami menanggapi lamanya waktu tunggu untuk bisa berangkat ke tanah suci. " Maka nikmat Tuhan manakah  yang kau dustakan "








Dok. Pribadi


Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Rabu, 21 Januari 2015

Tips Seputar ASI

Gambar diambil disini
Dua kali melahirkan Alhamdulillah produksi air susu cukup  banyak. Bahkan ketika melahirkan putra  pertama sempat menyusui bayi tetangga yang ibunya sakit , kebetulan jenis kelamin keduanya sama yaitu laki-laki. Dengan menyusui dua bayi sekaligus, saya harus bisa membagi waktu dan asupan makanan sehingga keduanya bisa mendapatkan asupan gizi cukup. Sekitar enam bulan saya menyusui bayi tetangga hingga ibunya sehat kembali, dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun tetap menyusui si sulung hingga usianya dua tahun.

Kelahiran anak  kedua saya sempat frustasi ketika bayi tidak mau menyusu melalui puting ibu, padahal produksi ASI berlimpah. Yang menjadi penyebabnya selama saya masih di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak memperkenankan  untuk menyusui dengan alasan " ibunya masih dalam pengaruh obat bius " setelah bius total saat operasi cesar. Untuk memberikan ASI, air susu diperas dan ditampung dalam botol baru diberikan pada bayi. Karena si bayi sudah terbiasa memakai botol selama 5 hari di rumah sakit, menyebabkan bayi mengalami "bingung puting" dan tidak mau menyusu pada ibunya setelah pulang ke rumah. Akibatnya setiap kali  lapar, bayi selalu menangis dan kebingungan karena dia tidak bisa menghisap ASI melalui puting. Kejadian ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.

Saya sempat frustasi karena ASI yang dikeluarkan dengan cara diperas, keluarnya sedikit-sedikit dan memerlukan waktu cukup lama untuk mengumpulkannya. Waktu yang seharusnya saya pergunakan untuk istirahat akhirnya terpakai untuk memeras susu. Berkurangnya waktu istirahat sedikit banyak berpengaruh terhadap produksi ASI. Seringkali ASI yang terkumpul masih sedikit namun bayi sudah menangis akhirnya untuk memenuhi kebutuhannya "terpaksa" dibantu dengan susu formula. Saya berpikir dulu bisa menyusui dua bayi sekaligus dalam waktu bersamaan, mengapa sekarang tidak bisa ? Dengan bantuan suami dan kesabaran, setiap malam yang biasanya dibantu dengan susu formula saya biarkan bayi menyusu melalui puting. Awalnya  bayi menolak dan menangis namun tetap dicoba. Lama kelamaan dalam keadaan setengah mengantuk bayi akhirnya mau dan bisa menyusu melalui puting. Alhamdulillah kesabaran dan kerja keras itu berbuah manis, bayi sudah bisa menyusu dan tidak "bingung puting" lagi. 

Menyusui tidak hanya sekedar keinginan dan tekad tapi perlu juga diperhatikan seputar konsumsi ibu yang bisa membantu produksi ASI. Agar produksi dan kualitas ASI yang dihasilkan juga bagus. Selain beberapa makanan yang dipercaya bisa membantu produksi ASI, seperti daun katuk, pepaya muda, tahu dan tempe. Ada hal-hal lain yang perlu juga menjadi perhatian ibu menyusui, sehingga asupan gizi yang dibutuhkan bayi benar-benar terpenuhi.

Beberapa Tips Seputar Konsumsi Ibu Menyusui :
  • Perlu tambahan zat gizi tertentu, seperti : protein, kalsium, dan Fe harus memadai. Karena zat-zat tersebut dapat dikeluarkan melalui ASI.
  • Kecukupan kalori harus diperhatikan, karena setiap hari ASI yang dikeluarkan yaitu sebanyak kurang lebih 800 ml setara dengan 600 kkal energi/kalori yang dibutuhkan.
  • Batasi penggunaan obat atau ikuti petunjuk dokter.
  • Tidak boleh merokok, karena nikotin yang terkandung didalamnya akan meresap kedalam ASI.  Di tubuh bayi nikotin akan mengendap ginjal dan hati yang dapat mengakibatkan keracunan.
  • Hindari minum kopi kandungan kafein dalam kopi merangsang kerja ginjal lebih meningkat, akibatnya sering buang air kecil. Padahal selama menyusu ibu memerlukan cairan dalam jumlah banyak.
  • Dianjurkan untuk minum dalam jumlah banyak, 8 - 12 gelas sehari ( dalam bentuk air putih, susu atau juice buah ) untuk mengganti cairan yang banyak keluar.
  • Tambahan porsi makanan untuk ibu menyusui adalah : 2 gelas atau 280 gram nasi  (467 kal) , 1 potong atau 50 gram protein hewani ( 95 kal), 2 potong atau 50 gram protein nabati ( 80 kal ) dan 100 gram sayuran  (50 kal)
Air Susu Ibu ( ASI) adalah hak seorang anak, karena itu seorang ibu akan berusaha memberikan hak yang dibutuhkan anaknya di awal kehadirannya ke dunia. ASI merupakan makanan  terbaik yang dibutuhkan seorang bayi. Allah memberikan payudara pada setiap wanita pasti ada maksud dan tujuannya. Stigma yang mengatakan payudara "kecil" gersang akan produksi susu sedangkan payudara besar akan menghasilkan banyak air susu, merupakan salah besar. Payudara besar atau kecil sama-sama mampu menghasilkan ASI dalam jumlah cukup. Setiap ibu memang berbeda-beda produksi ASI-nya baik dalam jumlah maupun konsistensi, sehingga tidak ada alasan seorang ibu tidak bisa menyusui.


Referensi :  Payudara dan ASI, Dra. Emma S, Wirakusumah, M.Sc, Ahli Gizi

Selasa, 20 Januari 2015

Menanamkan Empati Pada Anak

" Bu, aku tadi membantu penjual koran yang koran nya berjatuhan, karena tertabrak seseorang. Habis itu kita ngumpulin uang yang masih tersisa kemudian diberikan pada kakek itu " cerita Zahra, si bungsu  sepulang dari Trans Mall. Zahra dan teman-temannya hari itu berencana membuat foto bersama dengan teman-teman pengajiannya karena sebentar lagi mereka akan menyelesaikan pendidikan MDA-nya.

Saya senang mendengar ceritanya telah menolong seorang kakek yang bermula dari ajakan salah seorang temannya. Walaupun setelah itu mereka harus pulang berjalan kaki, karena uang yang tadinya untuk ongkos pulang sudah diberikan pada kakek penjual koran. Kebetulan rumah tempat kami tinggal tidak jauh dari Trans Mall, anak-anak terkadang mengambil jalan pintas daripada harus memutar dengan menggunakan kendaraan umum. Bersyukur Zahra memiliki teman yang mengingatkannya untuk memiliki empati terhadap orang lain.

Sikap tidak perduli pada orang lain atau tidak memiliki empati sering kita temui pada orang dewasa. Saya pernah mengalami peristiwa harus berdiri didalam kereta api yang membawa kami pulang dari Solo ke Bandung. Ceritanya saat itu libur panjang, kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur ke kota Solo dengan mengendarai kereta api. Saat pulang yang diperkirakan sudah tidak terlalu ramai ternyata didalam kereta masih sangat penuh. Management perkeretaapian belum seperti sekarang, masih dijual tiket walaupun sudah tidak ada lagi tempat duduk.

Didalam kereta sudah penuh sesak, hanya ada satu tempat duduk padahal kami berlima. Saya mengambil tempat duduk kosong, sementara anak-anak dan suami berdiri. Seorang bapak disebelah saya akhirnya berdiri memberikan tempat duduknya untuk si bungsu. Didepan saya duduk seorang bapak dengan pakaian TNI tanpa memperdulikan keponakan perempuan yang saat itu juga ikut bersama-sama tetap berdiri. Alhamdulillah di stasiun Lempuyangan Jogja banyak penumpang turun, baru disana kami bisa duduk semuanya.

Anak-anak saya sekolah di sekolah negeri, teman-teman mereka berasal dari kelas sosial berbeda. Ada yang berasal dari status sosial cukup tapi ada juga yang dari kelas " kurang mampu ". Dari berbagai perbedaan itu mereka belajar untuk memahami bahwa tidak semua orang memiliki nasib yang sama. Mungkin anak-anak saya memiliki nasib lebih baik bila dibandingkan dengan temannya yang kurang beruntung. Tapi saya ingatkan tidak semua orang seberuntung dirinya, agar mereka bisa mengerti dan memahami "kesulitan orang lain", ada hal-hal yang bisa mereka lakukan yang orang lain belum tentu bisa melakukannya. Itu pula yang saya tanamkan pada mereka jika ibunya berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Saya tetap mengantarkan mereka ke sekolah, menemani mereka diawal mereka masuk sekolah, mengambil raport saat pembagian raport. Dan kegiatan-kegiatan lainnya yang membutuhkan kehadiran orang tua. Walaupun saat  saya ke sekolah selalu  menjadi tontonan anak-anak lain karena saya memakai tongkat. Saya tidak ingin anak-anak menjadi malu ketika ibunya berada ditengah teman-temannya.

Mengambil pelajaran dari seorang teman sesama difabel, yang tidak diperbolehkan ke sekolah oleh anaknya karena merasa malu. Dia malu dengan ibunya yang difabel, karena setelah itu selalu menjadi bahan ejekan teman-temannya. Saya tidak ingin anak-anak saya seperti itu. Oleh karena itu, saya ajak anak-anak ke komunitas difabel tempat saya berkumpul, sehingga mereka bisa melihat banyak orang tua seperti ibunya,  akhirnya mereka bisa mengerti tidak semua orang seberuntung dirinya dikaruniai fisik sempurna. Sikap peka terhadap perasaan orang lain itulah yang saya harapkan bisa terus tertanam dalam diri anak-anak hingga mereka dewasa. Sekarang saya bersyukur Zahra  memiliki teman yang  mengingatkannya untuk memiliki empati pada orang lain.



Minggu, 18 Januari 2015

Ciri-ciri Anak Kecanduan Gadget

Gambar diambil disini
Liburan  kemarin keponakan-keponakan kumpul di rumah, tidak lupa mereka membawa gadgetnya masing-masing. Rupanya gadget sekarang sudah menjadi kebutuhan mereka, hingga saat liburan pun  tidak lupa membawa gadgetnya. Handphone, laptop, tablet, ipad lengkap semua dibawa. Sesaat mereka melupakan semua gadget yang dibawanya. Bercanda ria, saling melepaskan rasa rindu setelah sekian lama tidak berjumpa ditelan kesibukan masing-masing. Liburan  menjadi saat yang penting untuk mempererat tali silaturahmi diantara mereka. Walaupun sejatinya mereka masih sering berkomunikasi melalui gadget masing-masing. Namun "direct contact" tetap saja diperlukan, dengan berkomunikasi langsung pasti ada perbedaan jika hanya berkomunikasi melalui gadget.

Terkadang hening, tidak terdengar tawa dan canda mereka. Saat ditengok, olala......mereka tengah asyik dengan gadget nya masing-masing. Rupanya gadget  tidak bisa dilupakan begitu saja ada saatnya mereka tetap " mengambil " waktu untuk " memainkan " gadget nya. Ini cermin generasi muda sekarang, generasi gadget. Hanya sayang dari pengamatan saya kemarin ada yang kelihatannya sudah mulai " kecanduan " dan sulit  melepaskan gadget nya. Bagaimana tidak kecanduan jika waktu tidur mereka menjadi berkurang,  waktu yang seharusnya dipergunakan untuk beristirahat mereka gunakan untuk terus memainkan gadget. Saat mandi, makan, terkadang waktu sholat pun tidak tepat pada waktunya, karena godaan gadget jauh lebih menarik perhatiannya. 

Bagaimana mengenali anak  kecanduan  gadget ? Yuk kita simak disini :
  1. Anak memiliki emosi negatif. Anak dengan ciri seperti ini biasanya sering merasa sedih, gelisah, marah ataupun takut. Akibatnya anak akan mencari media yang tepat dan mudah untuk dijadikan pelampiasan emosinya, salah satunya adalah gadget.
  2. Lebih senang menyendiri. Anak yang sedari kecil sudah sering menyendiri dan berwatak pemalu, rentan terhadap kecanduan gadget. Dengan karakter seperti itu, anak akan mudah merasa takut dan malu untuk bergaul dengan teman-temannya. Sehingga ia menganggap gadget sebagai teman. Dengan perilaku anak seperti ini orang tua diharapkan untuk lebih sering membawa anak bersosialisasi, dan meluangkan lebih banyak waktu bersamanya di rumah.
  3. Mudah terdistraksi. Salah satu ciri anak mulai kecanduan gadget anak akan lebih mudah bingung atau terganggu. Hal ini bisa terjadi karena fokus perhatian anak lebih kepada gadget.
  4. Anak menjadi impulsif.  Ketika anak kecanduan gadget ia akan lebih fokus pada gadgetnya. Akibatnya ketika ia merasa terganggu emosinya akan lebih mudah meledak. Untuk menghadapinya orang tua perlu lebih sering mengalihkan perhatian anak pada kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Seperti berolahraga, bermain bersama atau membaca buku.
Perlu diakui bahwa gadget memberikan banyak manfaat untuk pemakainya, namun  perlu diingat pula bahwa kecanduan terhadap gadget bisa membawa dampak negatif. Terutama untuk anak yang masih balita. Anak-anak seusia itu masih belum bisa membedakan mana yang menjadi tugas pokoknya dan mana yang hanya untuk mengisi waktu luangnya. Disini diperlukan peranan orang tua untuk mengawasi pemakaian gadget sehingga tidak menjadikan anak  kecanduan. Karena apapun itu jika dipakai secara berlebihan akan memberikan efek negatif, yang perlu diperhatikan adalah  tetap bijak  memakai gadget hingga memberikan lebih banyak manfaat dengan menghilangkan dampak negatifnya. 

Setiap orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk putra putrinya. Begitu juga dengan gadget, orang tua dengan kondisi ekonomi berlebih akan membekali anak-anak nya dengan gadget. Bahkan banyak diantara mereka menjadikan gadget sebagai mainan utama untuk membuat anak tenang. Terkadang demi menunjukan status sosial, orang tua akan membekali anak gadget mahal yang biasanya dilengkapi fitur-fitur lengkap. Padahal belum tentu anak tahu cara memaikannya dan membutuhkan gadget super canggih tersebut. Gadget untuk sebagian orang sudah merupakan kebutuhan, namun jangan sampai kebutuhan itu menjadi suatu kecanduan yang memberikan dampak negatif.







Kamis, 15 Januari 2015

Kursi Roda Impianku

Kursi Roda

Tahun ini aku ingin sekali punya kursi roda. Mengapa kursi roda yang kuinginkan ? padahal dulu memakai kursi roda adalah hal yang paling dilarang oleh para suster di Yayasan Pemelihara Anak Cacat (YPAC) tempat sekolahku dulu waktu kecil. Para perawat melarang anak-anak yang bisa berjalan dengan menggunakan kruk dan brace  untuk memakai kursi roda dengan tujuan kaki mereka terlatih dan terbiasa "dipakai" sehingga otot-otot kaki menjadi lebih kuat. Sedangkan bila memakai kursi roda otot kaki yang tidak terbiasa digerakkan akan semakin melemah. 

Brace
Dari kecil aku memang sudah menggunakan kruk dan brace sebagai alat bantu, karena kedua kakiku lumpuh akibat polio. Semula memang tidak nyaman memakai brace yang terpasang mulai dari pinggang kebawah, aku memerlukan penyesuaian cukup lama sampai akhirnya terbiasa dan merasa nyaman. Brace aku pakai untuk membantu fungsi otot kaki sebelah kiri, sementara kaki kanan yang masih memiliki kekuatan sekitar 60% tidak memakai brace. Sehingga meskipun sudah memakai brace aku masih tetap membutuhkan bantuan elbow  untuk membantu menyangga beban tubuhku agar lebih seimbang. Elbow dan brace ini hanya kupakai saat keluar rumah, sementara didalam rumah aku memakai dua buah kruk di ketiak. Kenapa elbow dan brace hanya kupakai saat keluar rumah ? karena dari kecil aku sudah terbiasa memakainya, sehingga memudahkanku jika harus pergi dengan menggunakan kendaraan umum. Sementara dua buah kruk itu kupakai setelah aku menginjak sekolah menengah atas. Itu atas saran dokter setelah aku sering jatuh jika hanya menggunakan elbow tanpa memakai brace lagi. Saat di rumah aku memang lebih sering tidak memakai brace selain karena panas, juga tidak nyaman dan seringkali membuat kakiku bengkak mungkin karena terikat-ikat dari atas kebawah.

Dengan dua alat bantu elbow dan brace, membuat posisi jalanku jadi miring ke kiri karena kaki kiri lebih pendek dari kaki kanan. Hampir seumur hidup aku jalan dengan posisi miring lama kelamaan aku sering mengalami sakit dibagian pinggang sebelah kiri. Setiap kali usai bepergian atau jalan-jalan bersama anak-anak, aku harus membaringkan tubuhku diatas tempat tidur perlahan-lahan agar rasa sakit itu berkurang. Ditambah lagi bentuk tulang punggungku juga jadi melengkung kekiri. Semua keadaan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh dokter jauh-jauh hari bahwa dengan pertambahan usia, aku akan mengalami hal seperti tulang punggung bengkok , mengalami sakit pinggang dan penurunan fungsi-fungsi otot. 

Elbow

Keadaan seperti ini sebenarnya bisa dihindari seandainya aku mau sedikit "  melepaskan rasa malu dan gengsi " memakai kursi roda pada saat pergi jalan-jalan atau bepergian jauh yang mengharuskan aku lebih banyak berjalan. Sudah lama anak-anak dan suami menyarankan untuk memakai kursi roda, namun terkadang aku masih merasa malu. " Toh aku masih bisa berjalan dengan alat bantu yang lain " pikirku. Namun kini kebutuhan akan kursi roda sudah tidak bisa ditunda lagi sebelum aku mengalami rasa sakit yang semakin parah. 

Aku sudah melihat-lihat harga kursi roda di beberapa toko. Namun harga kursi roda di kotaku masih lebih mahal bila dibandingkan dengan harga kursi roda yang dijual di toko sepanjang jalan pramuka , Jakarta. Tidak masalah membeli di Jakarta, aku masih bisa meminta bantuan saudara yang tinggal disana untuk membelikannya. Kemudian mengirimkannya ke alamat rumahku memakai jasa pengiriman . Yang penting aku bisa memiliki kursi roda impianku, dan aku tidak perlu malu lagi menggunakannya karena semua itu demi kebaikan dan kesehatanku. 


  

Senin, 12 Januari 2015

Seberapa Penting Pendidikan Seks Untuk Anak ?

Gambar diambil disini
Hari minggu kemarin mendapat undangan pernikahan dari tetangga, kebetulan di hari bersamaan juga ada arisan rutin bersama teman-teman sekolah dulu. Tadinya mau ke arisan terlebih dahulu setelah itu baru menghadiri undangan pernikahan. Alasannya karena acara pernikahan diadakan di rumah sang pengundang , kebetulan rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumah saya. Tetapi suami meminta saya untuk ke acara pernikahan terlebih dahulu sebelum arisan. Jadilah saya mendatangi rumah yang mempunyai hajat.

Saat tiba disana ternyata sang empunya rumah beserta keluarga  dan calon pengantin pria tengah bersiap hendak pergi. Saya agak bingung, bukankah mereka mengundang beberapa tetangga yang lain juga untuk menghadiri acara pernikahan , tetapi mengapa mereka malah pergi ? Untuk apa juga kami diundang jika tidak ada pengantin dan orang tua pengantin ? Sepertinya pernikahan anak-anak itu dipaksakan. Mengapa saya katakan dipaksakan karena kedua pengantin itu usianya masih sangat muda, keduanya masih berusia dibawah dua puluh tahun. Kalau tidak salah usia mereka satu tahun lebih tua dari sulung saya yang tahun ini memasuki usia sembilan belas tahun. Dan yang lebih mengejutkan alasan dari pernikahan itu karena mempelai wanita sudah terlanjur melahirkan seorang bayi laki-laki, sebelum ijab kabul. Masya Allah............!

Pergaulan remaja sekarang begitu memprihatinkan, seringkali  mereka hanya mengandalkan emosi dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih mengedepankan nafsu sesaat dengan mengorbankan masa depannya sendiri. Mereka tidak berpikir dampak yang ditimbulkannya tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi juga merusak kehormatan dan nama baik keluarga. Belum lagi dampak dari kelahiran dalam usia dini bagi seorang wanita yang masih dibawah umur tidak hanya berbahaya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi anak yang dilahirkannya.

Beberapa Risiko Ibu Hamil Di Usia Dini :

  • Dinding rahim atau endometrium belum kuat benar. Perubahan dinding rahim setiap periode menstruasi masih belum sempurna. Ini kurang kondusif bagi proses nidasi atau menempelnya embrio ke dinding rahim. Risiko yang mengintai adalah : janin mudah keguguran, kemungkinannya 3 keli lebih tinggi dibanding mereka hamil di usia 25 tahun. Risiko berikutnya adalah pertumbuhan janin kurang sehat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR)
  • Sel telur yang dihasilkan indung telur belum sempurna. Indung telur milik perempuan muda juga masih belajar memproduksi sel telur berkualitas. Apabila sel telur hasil "belajar" itu dibuahi, dan menjadi bakal manusia tidak ada yang bisa menjamin kualitas embrio yang dihasilkan.
  • Rahim dan organ panggul belum kuat menampung janin. Organ reproduksi seperti rahim, mulut rahim dan otot-otot ligamen di panggul belum matang dan belum kuat, sehingga belum siap berfungsi semestinya dalam menunjang kehamilan. dan persalinan. Bahaya yang mengintai adalah : keguguran, pendarahan, persalinan prematur, prolaps organ panggul, bahkan ruptur atau melorotnya organ panggul. Remaja muda yang melahirkan juga terancam luka serius saat melahirkan 4 kali lebih tinggi.
  • Risiko tekanan darah tinggi dan pre eklampsia. Penyebabnya tubuh ibu muda belum kuat menanggung proses kehamilan sehingga metabolisme tubuh mudah terganggu. Gejala tekanan darah tinggi umumnya belum terdeteksi pada awal kehamilan. Namun ditengah masa kehamilan bisa tiba-tiba mengalami kejang, perdarahan, bahkan berkembang menjadi eklampsia yang mengancam jiwa ibu dan janin.
  • Bahaya anemia mengintai dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Penyebabnya adalah metabolisme tubuh ibu yang belum sempurna saat mendapat tambahan volume darah akibat kehamilan. Juga akibat pola makan minim zat besi karena wanita muda cenderung sering berdiet. Ini salah satu alasan ibu muda yang hamil wajib menjalani tes darah guna mendeteksi anemia dan thalassemia.
  • Kehamilan tidak disadari. Pada banyak kasus kehamilan muda, calon ibu terlambat menyadari kehamilan, lantaran sebelum hamil siklus haid nya memang belum teratur. Sehingga diterjemahkan sebagai kondisi biasa. Karena kehamilan tidak disadari, calon ibu muda mungkin saja  masih melakoni gaya hidup kurang sehat. Seperti diet ketat, konsumsi alkohol, paparan rokok yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin, sehingga pemicu persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
  • Risiko kanker leher rahim dan penyakit kelamin. Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada usia dibawah 20 tahun, memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit viruspada organ reproduksi. Seperti Human Papilloma, yaitu virus penyebab kanker leher rahim. Juga serangan penyakit kelamin  seksual, diantaranya chlamydia yang dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi, atau sifilis yang bisa mengakibatkan kebutaan pada bayi. Juga kematian pada ibu serta janin.
Begitu banyaknya bahaya yang ditimbulkan akibat kehamilan di usia muda semestinya menjadi perhatian khusus tidak hanya untuk remaja tetapi juga untuk orang tua dan pendidik. Tentang pentingnya anak-anak mendapatkan pendidikan seks  sejak dini. Sehingga mereka betul-betul paham bahwa seks bukan suatu " permainan coba-coba", tetapi merupakan sesuatu yang sakral, sehat dan hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah memiliki ikatan perkawinan.

Pendidikan seks baik di rumah maupun sekolah, sekarang bukan lagi merupakan satu pelajaran tabu seperti yang banyak dianut oleh  orang tua dulu. Dimana pendidikan seks hanya diberikan pada mereka yang sudah menikah. Saat ini pendidikan seks usia dini tidak saja menjadi bekal tetapi juga pelindung bagi anak-anak dan generasi muda. Apalagi dengan perkembangan teknologi internet, setiap anak dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang mungkin saja informasi tersebut sebetulnya masih belum saatnya diketahui oleh anak seusianya. Ilmu yang diperoleh anak tanpa ada bimbingan orang dewasa akhirnya membawa anak pada pemahaman yang salah.  Tentu saja pendidikan seks yang diberikan  tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan usia  setiap anak, sehingga mereka benar-benar mengerti apa tujuan dan maksud yang ingin disampaikan..

Mengenai kasus seperti yang saya ceritakan diatas, sekali lagi  hanya bisa berkata apakah sudah sedemikian "tipisnya" moralitas, etika dan rasa malu yang berkembang di masyarakat sekarang. Sehingga dengan tanpa beban sama sekali orang masih bisa membuat sebuah acara pernikahan dan mengundang banyak orang, padahal sudah ada seorang bayi lahir sebelum ijab kabul terjadi. Walaupun "pemberitahuan" tentang suatu perkawinan kepada masyarakat adalah "wajib" hukumnya namun tetap harus mengacu pada etika dan norma agama yang berlaku. Jika sudah begini, dimana nilai agama yang selama ini menjadi benteng dan tuntunan hidup setiap manusia ? Sudah sedemikian biasakah hal-hal seperti itu  terjadi di masyarakat  sehingga mengikis habis rasa malu, dan menganggap hal tersebut sebagai suatu kewajaran ? 


Ref :

Sabtu, 10 Januari 2015

Sepatu Untuk Difabel

Mencari sepatu adalah  kegiatan yang seringkali merepotkan untuk saya, kedua kaki saya ukurannya besar sebelah. Kaki kanan ukurannya lebih besar daripada kaki kiri. Selain masalah ukuran yang tidak sama, tidak semua model sepatu bisa saya pakai. Hanya sepatu model flat dan memiliki tali cukup panjang biasanya yang menjadi pilihan saya. Melihat orang lain memakai heels suka iri juga, tapi bagaimana mungkin kaki saya yang polio dan terbalut  brace bisa memakai heels. Dulu sebenarnya saya masih bisa memakai heels datar maksimal 3 cm, tapi sekarang sudah tidak berani lagi. Karena berat tubuh  sudah tidak langsing lagi yang menjadi penyebabnya.

Karena kesulitan itu setiap kali ada kesempatan mengantar anak-anak mencari sepatu biasanya saya pakai sekalian untuk mencari sepatu juga. Karena kalau secara khusus mencari untuk saya sendiri terkadang sulit mendapatkan yang pas. Teman-teman saya yang difabel dan memiliki ukuran kaki berbeda biasanya mereka membeli dua pasang  sepatu. Misalnya kaki kiri ukuran 36 dan kanan 38 maka dia akan membeli kedua ukuran tersebut. Tetapi yang dipakai kan cuma satu pasang maka yang tidak terpakai dia berikan pada teman lain yang memiliki kasus sama. Boros juga sih kalau dipikir. Ukuran kaki saya sebenarnya tidak terlalu jauh hanya selisih  satu centimeter. Kekurangan itu masih bisa ditutupi dengan memakai brace, maka biasanya saya pilih sepatu dengan ukuran kaki yang lebih besar. Dulu waktu masih kecil untuk sepatu saya seringkali pesan kepada pengrajin sepatu. Namun seringkali lama pengerjaannya belum lagi modelnya juga yang kadang tidak sesuai dengan keinginan, maka akhirnya saya lebih memilih sepatu yang ada di pasaran. Walaupun untuk mendapatkannya memerlukan sedikit kesabaran dan perjuangan.

Hari ini saya menemani anak-anak mencari sepatu. Ternyata dengan bertambahnya usia mereka keinginan mereka juga semakin sulit. Sengaja saya pilih Cibaduyut dengan pertimbangan disana terdapat banyak toko sepatu sehingga mereka bebas mau memilih sepatu yang bagaimana. Keluar masuk dari satu toko ke toko yang lain, masih belum menemukan sepatu yang pas yang sesuai dengan keinginan mereka. Selalu ada saja kekurangannya, tidak tahu sepatu model apa yang mereka cari. Hampir tiga jam keluar masuk  toko akhirnya kaki saya sudah tidak kuat lagi untuk dipakai melangkah. 

Saya memutuskan pulang dengan hanya membeli sebuah sendal  setelah tiga jam berkeliling. Dalam perjalanan pulang saya lihat ada JK Collection, penasaran kami pun masuk kedalam toko yang ternyata milik Bapak Jusup Kala, Wakil Presiden Indonesia. Sempat ragu juga jangan-jangan harganya mahal. Setelah masuk ternyata harganya standar malah kalau saya lihat lebih murah dan rapih bila dibandingkan dengan beberapa toko yang tadi dimasuki. ( ini bukan promosi lho !, he.........).

Sepatu yg didiscount

Didalam toko yang kebetulan tidak terlalu ramai ( mungkin konsumen berpikir harga di toko ini mahal karena milik sang Wapres ). Saya merasa nyaman memilih berbagai model yang ada disana, ditambah pula di toko itu tersedia air minum gelas dan keripik sebagai camilan untuk para pengunjung gratis pula. Mungkin ini salah satu service yang diberikan oleh JK Collection yang tidak diberikan oleh toko sepatu lainnya di sepanjang jalan Cibaduyut. Pilihan saya akhirnya jatuh pada sepatu flat terbuka dengan tali kombinasi hitam dan emas, ukurannya cocok dengan kaki saya 37. Saat dicoba ringan banget,  enak banget dipakainya.

Sepatu JK Collection pilihan saya

Si sulung tertarik dengan model sepatu casual laki-laki ukuran dan modelnya pas hanya sayang warna yang dia inginkan tidak tersedia. Masih banyak model yang tersedia disana semuanya dengan harga terjangkau.



Memasuki toko sepatu JK Collection adalah pengalaman saya yang pertama. Sebelumnya saya selalu melewatkan toko ini karena berdekatan dengan pertigaan dan lampu stopan jadi antrian mobil cukup panjang pada saat lampu menyala merah.  Tapi bukan berarti tidak ada tempat parkir memadai untuk bisa masuk kedalam toko. Alhamdulillah tidak sia-sia hari ini bisa membawa pulang tiga buah sepatu setelah lelah kesana kemari, dua diantaranya diperoleh di JK Collection. Oh ya, JK Collection juga melayani partai besar untuk mereka yang ingin menjual kembali sepatunya. Karena tadi saya melihat ada beberapa konsumen memborong banyak sepatu untuk dijual kembali.

Beberapa model sendal wanita.