Loading

Kamis, 28 November 2013

Tentang Saya

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Tini Djajadi cukup panggil saya Tini saja. Saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang beranjak remaja. Saya punya hobi masak dan membuat kue. Dari hobi ini lumayan bisa nambah-nambah penghasilan. Tapi sekarang aktifitas membuat kue tidak seperti dulu lagi karena kaki sudah tidak kuat berdiri terlalu lama. Daripada cuma duduk saja saya mulai belajar menulis di blog. Cuma saya agak moodian dalam menulis. Kalau pikiran lagi ruwet susah konsentrasi untuk nulis itulah kelemahan saya selama menulis di blog.

Blog ini saya namakan TIZARA , gabungan dari nama Tini, Zahra, Rangga dan Adi. Mereka adalah nama dari anak-anak dan suami. Mengapa saya namakan TIZARA ? karena saya sering menjadikan keluarga sebagai sumber inspirasi . Merekalah yang sering memberi saya motivasi dan menjadi sumber kekuatan ditengah segala keterbatasan fisik saya. Blog saya masih campur-campur, dengan berbagai kategori.

Di blog ini  ada kategori  ruang disabilitas , kenapa ? karena saya seorang disabilitas (polio kaki kiri). Saya harap pengalaman pribadi dan teman2 disabilitas lainnya yang saya share disini bisa bermanfaat untuk orang lain.  Sehingga mereka dengan disabilitas atau memiliki anak/keluarga disabilitas bisa lebih mengerti bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk lebih maju dan berkreatifitas.

Karena saya moodian kalau nulis sehingga tidak banyak karya yang saya hasilkan.baru tiga buah buku antologi yang sudah dikeluarkan yaitu Rainbow kumpulan flash fiction - Rinra Publishing, Storycake Berpikir Positif - IIDN - Gramedia Pustaka Utama dan Hati Ibu Seluas Samudera - Sixmidad. Semua antologi itu juga sudah lama terbitnya hingga saat ini masih belum ada karya lagi yang saya keluarkan. 

Ingin mengenal saya lebih jauh ? bisa ditemui di Twitter  : @tiniadiza, IG  : @tinidjajadi, Fb: Tini Djajadi, email     : tizara42@yahoo.co.id










Rabu, 13 November 2013

Asam Jawa untuk membuat daging lebih cepat empuk

Hari Raya Idul Adha baru saja lewat, menu masakan dengan bahan utama daging mewarnai hampir sebagian besar rumah tangga. Mulai dari menu sederhana hingga menu yang cukup rumit dengan aneka macam bumbu. Jika kebetulan mendapatkan daging yang cukup alot ini yang seringkali membuat mood memasak jadi hilang.

Sebetulnya sekarang ada panci khusus untuk membuat daging jadi cepat empuk, yaitu panci yang memiliki tekanan tinggi/pressure cooker. Tetapi harga panci ini cukup mahal juga berat dibawa. Terkadang saya juga malas mengeluarkan panci ini jika tidak terlalu banyak daging yang akan dimasak. ( malas menyucinya karena berat )

Secara tidak sengaja mendapatkan tips cara membuat  daging lebih  cepat empuk  tanpa menggunakan panci khusus dari seorang penjual masakan. " Masukkan saja sedikit asam jawa kedalam rebusan daging gunakan api kecil saat memasaknya, Insya Allah daging empuk dengan sempurna " demikian katanya. Terdorong rasa penasaran saya mulai mencobanya, hasilnya benar-benar memuaskan daging menjadi cepat empuk.

Contoh Resep  Daging Empal  :

Bahan : 250 grm daging sapi rebus sampai empuk

Bumbu kasar : 2 lembar daun salam
                       1 batang serai
                       2 cm  lengkuas parut

Bumbu halus  :  3 siung bawang putih
                        3 siung bawang merah
                        1/4 sdt merica
                        1/2 sdt ketumbar
                        1/2 sdt jintan
                        1 cm jahe
                        3 butir kemiri 
                        1/2 sdm air asam jawa
                        garam dan gula merah secukupnya
                        100 - 150 ml santan
                        Kecap manis secukupnya sebagai pewarna

Cara membuat :
  1. Potong daging sesuai selera, tumbuk sebentar agar bumbu meresap
  2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukan bumbu kasar campur dengan daging, aduk dan beri santan. Ungkep sampai bumbu meresap dan air hampir habis, tetapi masih basah ( nyemek-nyemek )
  3. Cicipi, rasanya harus manis dan asin. Beri sedikit kecap agar warna kecoklatan
  4. Angkat dan sajikan

Empal daging atau biasa juga disebut  dengan Gepuk menjadi makanan kesukaan ibu saya. Biasanya dimakan dengan nasi panas, lalapan dan sambel terasi  atau bisa juga ditambah sayur asem. Untuk mendapatkan empal yang cantik saya biasanya merebus dulu daging tanpa dipotong terlebih dahulu setelah itu baru dipotong sesuai selera dan dipukul-pukul atau digepuk. Karena jika daging dipotong terlebih dahulu akan menghasilkan empal yang keriput, karena daging akan mengecil ketika direbus setelah dipotong-potong.

Selasa, 12 November 2013

Khasiat Luar Biasa dari Seledri

Seledri ( Apium Graveolens ) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Di beberapa negara seperti Jepang, Korea dan Cina mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda. Dan digunakan daunnya untuk menyedapkan Sup atau sebagai lalapan. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa. Daun, tangkai daun, buah dan umbinya semua dimanfaatkan. 

Ada tiga kelompok seledri yang dibudidayakan :

  • Seledri daun atau seledri iris ( A. graveolens kelompok secalinum ) biasa diambil daunnya dan banyak digunakan dalam masakan Indonesia.
  • Seledri tangkai ( A. graveolens kelompok dulce ) tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya digunakan sebagai komponen salad.
  • Seledri umbi ( A. graveolens kelompok rapaceum ) membentuk umbi dipermukaan tanah, biasanya digunakan dalam sup, untuk semur, atau schnitzel. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

Seledri Daun

Umbi Seledri


Seledri tangkai


Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga vitalitas tubuh. Masyarakat pedesaan mempergunakan seledri untuk menyembuhkan sakit panas pada anak-anak dengan cara menumbuk dan membalurnya.


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI DENGAN SELEDRI :

Hipertensi, sakit mata, anemia, penghilang rasa sakit, sehat darah dan membersihkan darah, diare, diabetes, epilepsi, migran, buang air kecil yang mengandung darah, mencegah stroke, memperbaiki fungsi hormon dan menyembuhkan sakit panas.

Jus seledri dari seledri berdaun besar bisa meningkatkan kecerdasan, mengatasi herpes, gondok, sebagai pencegah kanker payudara, gagal ginjal dan untuk kesehatan gigi, membantu menurunkan / menetralkan kadar asam urat dalam darah, mengurangi rasa sakit pada persendian akibat asam urat, menormalkan gula darah, menjaga kesehatan jantung dan tulang, mengatasi infeksi saluran kencing, serta menetralisir efek degeneratif dan sebagai anti oksidan penangkal radikal bebas gondok dan digunakan juga untuk kecantikan.

Manfaatnya akan jauh lebih terasa apabila  kita rutin mengonsumsinya dalam keadaan  mentah.




Kamis, 24 Oktober 2013

Sebait Rindu Yang Terpendam

" Saya hanya bisa tersenyum kecut dan menahan diri setiap kali mendengar teman-teman bercerita tentang cucu atau menantu mereka.  Mereka bisa bebas kapan saja bertemu cucu dan anak mantu. Adakalanya anak mantu dan cucu yang datang sendiri tanpa mereka minta. Sementara saya hanya bisa menemui cucu  jika sudah ada ijin dari ibunya yang tidak lain menantu saya " ucap seorang Ibu disebelahku.

Kami berada di satu ruangan yang sama , ruang periksa dokter di salah satu klinik. Didepan kami duduk  dua orang wanita yang satu berusia kira-kira tiga puluh tahunan dan satu lagi berkisar lima puluh tahunan. Seorang anak perempuan cantik, gemuk menggemaskan berusia sekitar tiga tahunan dengan rambut lurus dan berponi. Anak perempuan tersebut duduk menggelendot manja dipangkuan Ibu yang lebih tua. Belakangan baru  kutahu beliau neneknya karena sesekali si anak memanggilnya dengan sebutan Eyang dan memanggil Bunda pada perempuan yang lebih muda. Oh ! mereka tiga generasi Eyang, Anak dan Cucu. Terlihat mereka sangat bahagia, walaupun sang Bunda agak sayu matanya mungkin menahan rasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
Aku tengah memeriksakan diri untuk rasa pusing dan demam yang sudah tiga hari menyerang. Sementara Ibu disebelah mengaku merasa tidak nyaman dengan pencernaannya. " Saya iri melihat keakraban mereka, Bu " ucapnya lebih lanjut. Mereka begitu akrab, saling sayang dan saling peduli. Sementara saya untuk bertemu cucu semata wayang harus melalui aturan yang sempat membuat terhenyak. Ujarnya dengan nada yang mulai bergetar. Satu waktu saya datang mengunjungi mereka. Saya bawakan cucu  mainan yang dibeli dari uang yang dikumpulkan sebagai upah menjahit. Sesampainya dirumah mereka, tidak ada keceriaan apalagi terima kasih dari mantu. Mantu saya itu malah mengatakan " Bu, saya tidak pernah memberikan Dita mainan atau sesuatu jika dia belum menunjukkan prestasi yang membanggakan ". Apa saya salah memberikan sesuatu untuk cucu sendiri ? ucapnya dengan air mata yang sudah mulai menggenang di pelupuk matanya. Ada nada kepahitan yang tergambar dengan jelas dari nada bicaranya. Sekilas dilihatnya pasangan Ibu, anak dan cucu yang duduk didepan kami. Seulas senyum kepahitan menghias bibirnya yang tipis. Diambilnya sehelai sapu tangan dari dalam tas untuk menghapus air mata yang mulai menetes. Gurat-gurat kecantikan masih tergambar dengan jelas meskipun sudah mulai tampak garis-garis kerutan di wajahnya.

" Ibu Nourma Bambang " suara perawat memanggil pasien berikutnya. Ibu yang duduk disebelahku berdiri dan  langsung masuk kedalam ruang periksa. Ucapan terima kasih terucap dari bibirnya  karena telah menemani berbincang selama menunggu antrian didalam ruang tunggu klinik.

Ibu Nourma telah hilang dari pandanganku. Ingatanku melayang pada sebuah artikel tentang keluh kesah seorang Ibu yang merindukan anak dan cucu. Bertahun-tahun mereka terpisah setelah si anak memutuskan untuk menikah. Kabar pernikahan mereka hanya diperoleh lewat sambungan telepon tanpa mengundang mereka yang nota bene adalah orang tua kandungnya untuk menghadiri pernikahan. Dan setelah mereka menikah tidak pernah sekalipun datang berkunjung. Sekalinya orang tua ingin menemui mereka harus ada ijin atau minimal memberitahukan lewat telepon bahwa mereka akan datang. 

Ya Allah ! Ya Rabbi ! kupikir kejadian orang tua kesulitan untuk bertemu anak, cucu dan mantu hanya terjadi di belahan dunia barat. Kini di dalam negeri sendiri yang terkenal dengan sistem kekeluargaan yang erat dan kental  nilai-nilai itu sudah mulai bergeser. Gejala apa yang sudah terjadi sekarang ? nilai-nilai luhur yang sering diajarkan oleh orang tua dari jaman dulu kala untuk menghormati orang tua rupanya sudah mulai tergerus dan terpengaruh dunia barat.

Keluar dari ruang periksa dokter ada rasa sesak yang masih menggumpal. Kerinduan dan kehangatan pelukan seorang nenek untuk cucunya masih terasa. Rindu seorang Ibu/nenek yang tidak akan bisa terganti dengan segepok uang atau harta berlimpah. Karena kasih sayang hanya bisa tercurah dan dirasakan didalam hati. Bukan disebuah perjanjian.

" Untuk seorang Nenek yang merindukan cucunya "

Kamis, 17 Oktober 2013

Pentingnya sarapan dan menu seimbang untuk keluarga

Anak-anak setiap hari ke sekolah punya kebiasaan membawa bekal dari rumah.  " Untuk bekal sekolah kita pesan mamanya Rangga saja, makanannya enak dan fariatif ".  kata Rangga sepulang sekolah menyampaikan komentar teman-temannya. Alhamdulillah senang mendapat pujian dari teman-temannya.  Sejak masih di Sekolah Menengah Pertama  sampai sekarang duduk di kelas dua belas kebiasaan membawa bekal dari rumah  tidak pernah ditinggalkannya. " Lebih kenyang , lebih sehat dan murah " demikian alasannya.

Saya senang dia lebih suka membawa bekal dari rumah daripada jajan di sekolah yang belum tentu terjamin kebersihanya. Padahal biasanya anak laki-laki lebih malu untuk membawa bekal dari rumah, itu yang seringkali saya dengar dari beberapa orang tua yang memiliki anak laki-laki sebaya dengan anakku.

Setelah sholat subuh kesibukan di dapur   biasanya sudah  dimulai , menyiapkan sarapan dan bekal yang akan dibawa mereka ke sekolah. Akan lebih mudah jika mereka sudah request dari semalam makanan apa yang akan dibawa esok hari ke sekolah,  saya tinggal membuka lemari es dan memasak makanan yang mereka minta. Repotnya  anak-anak sangat suka sekali makan telur, hampir setiap hari harus selalu ada telur dalam menu makanannya. Tinggal saya yang harus pandai-pandai mengatur masakan agar telur yang dimasak tidak hanya sekedar telur dadar atau telur ceplok.

Selain membawa bekal ke sekolah mereka tetap sarapan terlebih dahulu, karena ini penting untuk anak-anak. Ada enam manfaat sarapan pagi :

  1. Memberikan energi lebih, tubuh memerlukan energi yang cukup untuk aktivitas di pagi hari dan energi tersebut dapat diperoleh dari sarapan pagi. Hal ini membuat tubuh tetap fit dan tidak cepat lelah.
  2. Menyegarkan otak, otak juga mendapatkan nutrisi dari sarapan, sehingga otak dapat berpikir lebih baik dan cepat, selain itu sarapan pagi juga meningkatkan konsentrasi.
  3. Mencegah penyakit maag, sarapan pagi membuat lambung terisi makanan sehingga dapat menetralisir asam lambung. Lambung yang terlalu lama kosong dapat menimbulkan rasa perih di lambung dan berakibat pada sakit maag.
  4. Membantu perkembangan anak, bagi anak-anak usia sekolah konsentrasi belajar, kemampuan berpikir, daya ingat akan meningkat jika sudah mengonsumsi sarapan. Anakpun jadi lebih mudah menyerap pelajaran dan kebutuhan nutrisi untuk perkembangan anak juga terpenuhi.
  5. Menyehatkan tubuh, sarapan pagi membuat tubuh terhindar dari kolesterol. Hal ini dikarenakan sarapan mampu mendorong metabolisme sehingga produksi enzim yang meningkatkan kolesterol berkurang. Selain itu sarapan secara rutin juga bisa mengecilkan lingkar pinggang hingga 5 cm. Satu hal yang perlu diperhatikan porsi sarapan hendaknya tidak terlalu banyak, karena dapat mengganggu aktivitas. Menjadi ngantuk misalnya.
  6. Menghindari makan tak terkontrol, sarapan pagi menghindarkan kita dari rasa lapar berlebih. Jika tidak sarapan, yang terjadi adalah rasa lapar mengakibatkan porsi makan siang menjadi lebih banyak dan lebih banyak mengonsumsi camilan. Dari camilan-camilan inilah yang dapat menyebabkan kegemukan.
Selain pentingnya sarapan perlu diperhatikan pula mereka mendapatkan menu yang seimbang.
Konsep menu seimbang ini  harus menjadi pedoman setiap keluarga dalam menyusun menu sehari-harinya. Maknanya agar setiap keluarga atau individu dalam menyusun menu sehari-harinya berpedoman pada menu " empat sehat lima sempurna ". Artinya jika pedoman tersebut dijalankan, maka akan tercapai kesehatan yang diharapkan dan menjadi sempurna jika dilengkapi dengan susu.

Menu empat sehat lima sempurna yang dianjurkan terdiri atas bahan-bahan makanan sebagai berikut :

  1. Makanan pokok, makanan pokok merupakan sumber karbohidrat penghasil energi yang juga membuat rasa kenyang. Contohnya, nasi, roti, mi, jagung, singkong, dan sagu.
  2. Lauk-pauk hewani dan nabati, lauk-pauk ini sebagai sumber protein yang juga membuat nikmatnya hidangan jika dicampur dengan makanan pokok yang rasanya netral. Contoh pangan hewani diantaranya daging ( sapi, kambing, domba dan kerbau ), unggas ( ayam, bebek dan burung ), ikan ( ikan darat dan ikan laut ), serta telur. Sementara pangan nabati, seperti tempe, tahu dan kacang-kacangan.
  3. Sayur-sayuran. Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin, mineral dan serat, yang membuat rasa nyaman serta meningkatkan selera. Sayuran dapat diolah menjadi sayuran berkuah, tumis-tumisan maupun lalapan disertai sambal.
  4. Buah-buahan. Buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. Mengonsumsi buah dapat membuat rasa segar sehingga umumnya dijadikan hidangan penutup ( dessert ).
  5. Susu. Akan menjadi sempurna jika menu makanan ditambahkan dengan susu.

Referensi  : Sehat cara Al Qur'an dan Hadis, Dra. Emma Pandi Wirakusumah, M.Sc. ( Ahli Gizi )




Jumat, 11 Oktober 2013

Alamat Email Media


BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI/ESAI.


1. Kompas
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Honor cerpen Rp. 1.400.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

2. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer 2 mingguan setelah pemuatan.

3. Jawa Pos
ari@jawapos.co.id
Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen/puisi dimuat.

4. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 10.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

Rabu, 25 September 2013

Ibadah Haji Keikhlasan dan Pengorbanan

Peristiwa ibadah haji merupakan perintah Tuhan Yang Maha Esa kepada hamba-hamba-NYA yang mampu sebagaimana tercantum dalam kitab suci Al Qur'an. Dan bagi yang tidak mampu harus sabar menunggu sampai saat kemampuan itu tiba. Namun dimasa sekarang banyak dari mereka yang sebetulnya belum mampu tetap memaksakan diri berangkat ke tanah suci dengan bantuan dana talangan yang diragukan ke sar'iannya dan menghambat mereka yang betul-betul sudah mampu sehingga menjadi daftar tunggu keberangkatan cukup panjang dan lama.

Walaupun Ongkos Naik Haji (ONH) dari tahun ke tahun terus meningkat namun tidak menyurutkan niat mereka yang sudah terpanggil untuk melaksanakan perintah Allah yang satu ini. Tidak terbatas mereka yang memang sudah cukup mampu bahkan adapula dari mereka yang memerlukan waktu berpuluh tahun  mengumpulkan dana untuk bisa berangkat ke tanah suci. Namun ada juga mereka yang sudah memiliki dana cukup untuk beribadah haji, tetapi selalu sibuk dengan urusan duniawi sehingga belum sempat ke tanah suci , dan setiap kali ditanya selalu memberi jawaban " belum mendapat panggilan ". Sampai akhirnya keburu wafat. 

gambar diambil dari inspirasiislami.com

Para ulama  mengatakan, naik haji itu tergantung "niat". Jika seseorang sudah berniat secara kontinyu, misalnya ketika melihat rombongan haji akan berangkat, yang bersangkutan memasang niat ingin naik haji  namun kemampuan dana tidak memungkinkan yang bersangkutan untuk naik haji. Pada suatu waktu ada saja orang yang rela mengorbankan uangnya sebagai penyandang dana bagi orang yang "tidak mampu" namun punya  "niat". Maka berangkatlah yang bersangkutan naik haji. Seperti yang pernah diceritakan seorang ustadzah dalam suatu pengajian tentang tukang becak yang berangkat haji setelah ada seseorang yang membiayai keberangkatannya.

Seorang tukang becak yang biasa mangkal dekat sebuah hotel suatu ketika mendapat  penumpang yang meminta untuk mengantarnya kesuatu tempat. Ketika hendak dibayar tukang becak tersebut tidak mau menerima uang Rp 50.000 sebagai ongkosnya. Usut punya usut tukang becak sudah menanamkan dalam hatinya bahwa setiap hari jum'at akan membebaskan siapa saja yang menaiki becaknya untuk tidak membayar alias gratis. Itulah salah satu cara dia untuk bershodaqoh, yang dimilikinya hanyalah tenaga maka dengan itulah dia bershodaqoh. Penumpang yang tadi diantarnya kebetulan seorang pengusaha sukses, dia bertanya padanya apa keinginannya ? Tukang becak itupun  menjawab ingin naik haji, maka berangkatlah  dia ke tanah suci dengan seluruh biaya ditanggung oleh sang pengusaha, Subhanallah. Niat kuat dari seorang tukang becak untuk naik haji akhirnya kesampaian dengan seijin Allah.

Apakah inti peristiwa haji bila dikaitkan dengan peristiwa Idul Qurban ? Intinya adalah wujud pengorbanan, maka peristiwa berhaji itu adalah peristiwa berkurban.
Berkurban adalah sebuah aktivitas yang luhur, sebagaimana Nabi Ibrahim merelakan leher anaknya sendiri, Ismail untuk disembelih. Nyatanya Allah telah melakukan test-case kepada Nabi Ibrahim, apakah dia rela berkurban demi Allah ? Nabi Ibrahim bersedia, lalu putra Ibrahim dirubah bentuknya menjadi seekor kambing domba. Sehingga yang dipotong bukanlah leher Ismail putra Ibrahim, melainkan leher seekor domba.

Peristiwa haji itu sendiri ada pula simbol positif dan simbolik penghancuran yang negatif. Yang negatif dalam kehidupan manusia itu adalah setan, yakni sifat perusak. Maka ada satu aksi bagi jemaah haji, yakni peristiwa melempar batu untuk menghancurkan setan, menghancurkan yang negatif. Jadi, tampaklah jelas beribadah haji itu juga semacam upaya untuk menghancurkan yang negatif, sehingga dalam diri manusia cuma tinggal yang positif saja.

Dibalik segala lambang yang diabadikan oleh mereka yang pergi beribadah haji, akhirnya cuma pengorbananlah yang menonjol. Orang harus memahami perlunya pemerataan dalam kehidupan, gengsipun harus dikorbankan, karena disana semua orang sama rata, tidak ada raja/presiden yang kedudukannya lebih tinggi dari orang kecil. Pemerataan diperlihatkan secara total. 

Sekian juta umat Islam pada hari Idul Qurban yang bertawaf diseputar Ka'bah serentak mengucapkan " Ya Allah, kami datang memenuhi panggilanMU ! Allahumma La Baik ! "

Allahu Akbar ! Allah Maha Besar ! semoga Allah mencatat niat mereka untuk berhaji sebagai ibadah jika   tiba pada penghujung usia tetap belum berangkat karena panjangnya daftar tunggu atau sesuatu hal terjadi padanya, Aamiin.........