Loading
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2015

Berkunjung Ke Puspa IPTEK SUNDIAL Dan Masjid Al Irsyad Satya di Kota Baru Parahyangan

Hari Sabtu 3 Januari 2015, kami mengajak anak-anak berkunjung ke Kota Baru Parahyangan - Padalarang. Ada dua lokasi yang menjadi tujuan kami yaitu, PUSPA IPTEK SUNDIAL dan Masjid Al Irsyad Satya. Kota Baru Parahyangan merupakan proyek berskala kota yang memiliki lokasi sangat strategis dengan aksesibilitas tol Purbaleunyi ( ke Bandung ) dan tol Cipularang ( ke Jakarta ). Sehingga tidak mengherankan banyak pengunjung baik dari arah Bandung maupun Jakarta yang singgah untuk melihat fasilitas yang ada didalam kompleks yang ditata sebagai konsep kota modern.

Gedung PUSPA IPTEK SUNDIAL merupakan sebuah gedung jam matahari terbesar se Asia Pasifik yang  memiliki dua bidang dial horisontal  dan vertikal. Gedung ini merupakan gerbang pintu masuk perumahan, sekaligus juga merupakan bagian dari konselasi astronomi ( Bumi, Bulan dan Matahari ) sayang sekali karena hujan saya tidak bisa mengambil foto bagian luar gedung tersebut. Untuk bisa masuk kedalam gedung ini,  pengunjung harus membeli tiket tanda masuk terlebih dahulu seharga Rp 15.000 ( lima belas ribu rupiah ) kecuali untuk anak dibawah usia tiga tahun bebas masuk tanpa harus membeli tiket. 

Gedung yang cukup luas dan nyaman membuat anak-anak betah berlama-lama berada disana. Banyak sekali pengetahuan, ilmu dan teknologi yang ditampilkan disana sehingga anak-anak bisa belajar lebih banyak melalui beragam percobaan. Pelajaran IPTEK yang biasanya sedikit membosankan di sekolah, tidak demikian setelah melihat berbagi macam percobaan yang bisa mereka lihat dan praktekkan langsung disini. Mengapa sesuatu bisa begini ? misalnya sebuah bejana logam akan mengeluarkan bunyi berdenting dan riak air yang terdapat didalam bejana jika ujung dari bejana tersebut digosok-gosok.

Dok. pribadi
Yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah trik yang banyak dipakai oleh para pesulap, yaitu
kepala terpenggal. Pengunjung bisa mencoba trik ini dengan cara masuk kedalam sebuah meja yang dilubangi tengahnya, sementara sekeliling meja ditutup dengan cermin. Sehingga yang tampak seakan-akan kepala terpenggal karena sekeliling meja hanya tampak bayangan dari cermin.

Dok. pribadi
Selain trik sulap kepala terpenggal masih bisa mencoba permainan ala pemain sirkus yaitu sepeda terbang, yaitu menaiki sepeda diatas seutas tali. Ada persyaratan khusus untuk bisa mencoba permainan ini, hanya pengunjung dengan berat tubuh tidak lebih dari 50 kg yang boleh mencobanya. Tidak perlu khawatir terjatuh karena ada guide yang akan membantu memakaikan tali pengaman penunjang keselamatan.

Dok. pribadi

Masih banyak lagi yang bisa dicoba di PUSPA IPTEK SUNDIAL ini sehingga tidak mengherankan anak-anak begitu menikmati aneka percobaan yang ada disana. Hampir tiga jam lamanya kami berada disana. Sudah waktunya untuk melaksanakan sholat dzuhur, tujuan selanjutnya yaitu mesjid Al Irsyad yang berada tidak jauh dari gedung Puspa Iptek Sundial.

Mesjid Al Irsyad Satya bangunan berupa kubus sederhana. Menurut sang arsitek Ridwal Kamil ( Walikota Bandung sekarang ) pembangunannya  terinspirasi dari bentuk Ka'bah di Masjidil Haram. Fasad dari mesjid ini merupakan susunan concrete block yang membentuk kaligrafi As Syahadah. Mesjid yang bisa menampung 1500 jemaah ini selalu ramai terutama di bulan suci Ramadhan. Keindahan, keunikan dan kemegahan mesjid ini telah menjadikannya meraih penghargaan " The Best 5 World Building of The Year 2011, untuk kategori bangunan religi, versi archdaily and Green Leadership Award tahun 2011 dari BCI Asia "




Pemakaian concrete block diseluruh bangunan mesjid membuat keadaan didalam mesjid pun tidak terasa panas meskipun tanpa air conditioning. Itu semua disebabkan udara yang masuk melalui lubang-lubang pada concrete block. Keindahan lain dari mesjid ini didalamnya dihiasi oleh 99 lampu persegi dengan hiasan kaligrafi Asmaul Husna. Untuk saya pribadi mesjid ini sangat aksesibel terutama dengan pemakaian lantai yang tidak licin. Biasanya yang menjadi kendala saya setiap memasuki mesjid, kendalanya adalah lantai licin sehingga membuat saya harus ekstra hati-hati. Tidak demikian dengan lantai didalam mesjid ini lantai tetap bersih dan indah namun tidak licin. Saya memberikan apresiasi tinggi untuk mesjid ini. Sang arsitek benar-benar memikirkan dengan matang dan memperhatikan berbagai estetika dari berbagai macam sudut. Sehingga tidak mengherankan jika mesjid Al Irsyad Satya memperoleh penghargaan sebagai bangunan religi terbaik se Asia.

Berpose sejenak didepan mesjid



Perjalanan akhir pekan kami hari itu cukup melelahkan namun juga membawa kegembiraan. Banyak ilmu yang diperoleh anak-anak dengan mengunjungi Puspa Iptek Sundial. Ada juga kenikmatan yang terasa saat khusuk berdoa didalam mesjid yang sejuk, bersih dan hening. Satu hal yang menjadi catatan penting yang cukup merepotkan adalah tempat parkir kendaraan yang cukup jauh untuk bisa memasuki gedung Puspa Iptek. Karena pengunjung hanya bisa memarkirkan kendaraannya di Giant Supermarket yang berjarak kurang lebih 200 meter, juga ketiadaan zebra cross sebagai tempat penyebrangan dari tempat parkir menuju gedung Puspa Iptek padahal lalu lintas sangat padat dan ramai, namun untuk kebersihan wilayah tersebut patut mendapat acungan jempol.








Minggu, 29 Desember 2013

( Seharusnya ) Merpati tidak pernah ingkar janji

Matahari masih berada diperaduannya. Kegelapan masih menyelimuti Bali kota yang menjadi tujuan wisata dunia sebagian wisatawan bahkan menyebutnya sebagai surga dunia.
Keheningan subuh itu pecah dengan celoteh dan tawa riang anak-anak yang seolah tidak ada rasa lelah sedikitpun setelah menempuh perjalanan cukup jauh diantara kota-kota yang mereka kunjungi dalam mengisi masa libur akhir tahunnya. Denpasar, Bali adalah kota kedua setelah Batu - Malang,  Jawa Timur.

Hari ini 27 Desember 2013 kami bersiap untuk mengejar penerbangan paling pagi dengan tujuan Mataram - Lombok sebagai kota tujuan terakhirnya. Jarak yang cukup jauh dari tempat menginap dengan bandara, kurang lebih 1 jam perjalanan  membuat anak-anak tidak sempat untuk mandi ataupun sarapan terlebih dahulu. Cukup dengan cuci muka, gosok gigi dan menghangatkan perut dengan segelas susu, teh, dan sereal. Diluar sudah menunggu sebuah taxi dan kendaraan jenis family untuk mengangkut semua menuju bandara internasional Ngurah Rai - Bali.

Disaat sebagian besar  masih terlelap dalam tidurnya dan terbuai mimpi kami sudah meluncur dijalanan dengan lancar. Berbeda sekali dengan lalu lintas disiang hari kemacetan dimana- mana tak ubahnya dengan lalu lintas ibu kota. Sedikit mengganggu kenyamanan berwisata. Ditambah lagi udara yang cukup panas membakar kulit. Namun tetap saja kota ini mempunyai daya magis yang kuat membuatnya sebagai salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. 

Menjejakkan kaki di bandara terlihat beberapa orang yang mungkin memiliki kepentingan yang sama yaitu mengejar penerbangan paling pagi. Koper-koper mulai diturunkan dari bagasi siap-siap untuk chek in. Mengejutkan tidak tampak seorangpun pegawai di maskapai Merpati, masih tertera tulisan "closed". Padahal di maskapai yang lainnya sudah tampak kesibukan pegawai dan penumpang untuk boarding. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 5.00 WITA. Satu jam menunggu masih belum tampak seorangpun merubah " close " menjadi " open ".

"Setahu saya selama ini tidak ada route penerbangan pagi dari Denpasar menggunakan Merpati dengan tujuan keberbagai kota. Merpati baru melayani penerbangan pada jam 12.45  " ujar seorang petugas bandara menjawab kebingungan kami. Jika demikian mengapa Merpati masih menjual tiket untuk penerbangan jam 07.00 WITA ? Tiket yang sudah kami booking sebulan sebelumnya.

Protes yang kami layangkan pada pegawai Merpati yang baru datang pada jam 06.30 WITA. Dijawab olehnya bahwa dia sudah mencoba menghubungi lewat telpon tiga hari sebelumnya. Penjelasan yang kami anggap sebagai pembelaan untuk menghindari kewajiban membayar kompensasi untuk setiap penerbangan yang mengalami delay lebih dari empat jam. Padahal sudah jelas tidak ada telpon sama sekali dari Merpati mengenai perubahan jadwal ini. Untuk apa pula kami harus sudah bersiap sejak dini hari jika tahu penerbangan di cancel ! Akhirnya 6 jam harus menunggu untuk perubahan jadwal tanpa pemberitahuan ini, mengesalkan......

Kekhawatiran yang sempat muncul tentang ketepatan jadwal penerbangan dari beberapa maskapai yang diulas berturut-turut disalah satu stasiun televisi akhirnya terjadi juga pada kami. Merpati menempati urutan terbawah dari beberapa maskapai untuk jadwal keberangkatan ini menunjukkan bahwa Merpati sering kali melakukan cancel dan ini tentu saja sangat merugikan calon penumpang.

Marah, kesal....tentu saja karena mengganggu kenyamanan diperjalanan wisata kali ini.  Maskapai tersebut seenaknya menjual tiket dengan jadwal yang sesungguhnya mereka sendiri tidak memiliki jadwal tersebut. Menyedihkan jika pemerintah masih mempertahankan maskapai ini.
Walaupun harus menunggu selama 6 jam di bandara karena delay anak-anak tetap bisa enjoy dan tetap happy, sampai akhirnya tiba di Mataram Lombok. Alhamdulillah...........setelah empat hari di Lombok bisa pulang kembali dengan selamat tanpa delay dengan menggunakan maskapai Garuda. 

Perjalanan diudara selama 1 jam 50 menit dari bandara internasional Lombok menuju bandara internasional Soekarno Hatta membawa kami pulang dengan selamat kembali ke rumah. Akhirnya sebuah ucapan manis keluar dari anak-anak " Mama terima kasih untuk hadiah liburan akhir tahun yang menyenangkan "
"Sebuah pengalaman berharga untuk lebih teliti memilih maskapai, jika perlu mencari informasi sebanyak mungkin maskapai yang akan dipilih sehingga tidak mengganggu jadwal dan kenyamanan perjalanan" 


Baru tiba di bandara Ngurah Rai
Fose Zahra
Tetap senyum meskipun lelah menunggu selama 6 jam

Kamis, 28 Maret 2013

Hatiku Tertinggal di Lombok


Pulau Lombok adalah sebuah pulau di Kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali disebelah Barat dan Selat Alas disebelah Timur dari Sumbawa. Luas pulau ini mencapai 5.435 km persegi, menempatkannya pada peringkat 108 daftar pulau berdasarkan luasnya di dunia, dengan ibu kota Mataram. Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar penduduknya beragama Islam. Penduduk yang lainnya ada yang berasal dari Jawa, Bali dan Arab. ( dikutip dari : Wikipedia )

Pada pertengahan November 2012 saya ditemani oleh seorang kakak berkesempatan untuk mengunjungi pulau Lombok. Niat kami berdua selain berwisata juga sekalian menengok keponakan yang tinggal di kota Mataram . Kami berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta  Jakarta menggunakan penerbangan paling pagi,  1 jam 50 menit kemudian sudah sampai di Bandara Internasional Lombok.

Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami kala itu, sehingga  suhu udara tidak terasa begitu panas. Suasana bandara yang begitu ramai dan padat sempat membuat saya bertanya ada apakah  gerangan ini ? diluar ruang kedatangan terlihat kelompok orang berkerumun seperti hendak melakukan  demonstrasi , ternyata mereka adalah para penjemput yang hendak menjemput saudara dan keluarganya yang baru saja pulang dari Malaysia sebagai TKI dan TKW. 

Salah seorang adik bungsu kebetulan tinggal dan bermukim di kota Mataram,  sehingga untuk mengelilingi keindahan pulau Lombok kami berdua tidak memerlukan buku panduan khusus yang biasanya menjadi perlengkapan yang wajib dibawa oleh para wisatawan, untuk menikmati  semua pesona yang dimiliki oleh daerah yang dikunjungi. Eksotisme pantai yang berada di Lombok tidak kalah menariknya dengan beberapa pantai yang berada di pulau Bali. 


Dari puncak Malimbu yang dingin ini kita bisa melihat keindahan pantai Senggigi yang sudah terkenal didunia akan  keindahannya,  sehingga tidak salah jika banyak wisatawan mancanegara dan juga wisatawan lokal   banyak  berkunjung ke pantai ini untuk menikmati keindahan pantai, diantaranya surfing dan  snorkling. Memasuki area pantai senggigi wisatawan serta merta akan disambut semilir angin yang menyejukkan. Pesisir pantainya juga masih asri dan hijau.

Pantai Kuta ternyata tidak hanya ada di Bali saja,  di Lombok Baratpun terdapat sebuah pantai yang memiliki pasir putih yang ukurannya sebesar biji merica, sehingga tidak mengherankan seringkali para wisatawan membawa pasir ini sebagai cindera mata. Untuk menuju  Pantai Kuta bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan dari Mataram selama  kurang lebih 1 jam perjalanan.


Masih belum puas mengunjungi pantai Senggigi dan pantai Kuta, kami mengunjungi Gili Nanggu, yaitu sebuah pulau kecil di Lombok Barat, dimana untuk menuju pulau tersebut  bisa menyewa perahu bermotor dengan tarif Rp 300.00 untuk pulang pergi.


Pantai disini memiliki pasir putih dengan keindahan bawah lautnya  Gili Nanggu seringkali juga disebut sebagai privat Island karena tempatnya yang masih sepi dan sunyi, karena msih sedikit wisatawan yang berkunjung kesini, dan andapun tidak akan terganggu pedagang asongan yang biasanya memenuhi tempat wisata. Sehingga  tidak mengherankan disini banyak dipakai sebagai tempat untuk berbulan madu. Baru terdapat satu buah bungalow yang dikelola oleh pihak swasta di pulau ini , jika wisatawan hendak berniat untuk menikmati keindahan dan mengeksplorasi semua yang ada di Gili Nanggu ini. 

Kegiatan bermain air biasanya sangat disukai oleh sebagian besar anak-anak  jika berwisata ke pantai . Di Gili Nanggu juga anak-anak bisa bebas bermain air laut dan melakukan berbagai macam kegiatan diantaranya snorkling.




Tidak lengkap rasanya jika berwisata tetapi tidak membawa oleh-oleh saya sangat menyukai  kerajinan tenun. Di Lombok Tengah tepatnya didaerah Sukarara tepatnya di kecamatan Jonggot sebagai sentra produksi kerajinan tenun Songket. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan tehnik menambah benang. Hiasan dibuat dengan menambah benang perak, emas atau benang warna diatas benang lungsi. Tingkat kerumitan dari selembar songket akan menentukan harga jual songket yang berkisar antara Rp 100.000 sampai
Rp 5.000.000/lembar dengan lebar 1,2 meter dan panjang 2 meter.


Lombok juga terkenal dengan kerajinan mutiaranya. Mutiara Lombok terkenal sebagai mutiara  terbaik didunia, ada mutiara air tawar dan mutiara air laut. Mutiara air laut biasanya memiliki harga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan mutiara air tawar. Pintar-pintarlah memilih dan menawar berbagai macam mutiara yang diincar sehingga mendapatkan mutiara bagus dengan harga yang tidak terlalu mahal. Daerah Sekarbela sebagai tempat penjualan dan sentra produksi perhiasan mutiara yang sempat saya kunjungi.


Beberapa kerajinan mutiara yang sempat saya beli

Ada yang tidak boleh dilupakan jika kita mengunjungi suatu daerah yaitu wisata kuliner, mengenal aneka macam makanan yang menjadi ciri khas dari daerah yang dikunjungi.  Lombok terkenal dengan Ayam Bakar Taliwangnya yang biasanya disajikan bersama dengan Pelecing Kangkung yang memiliki cita rasa ekstra pedas. Kangkung yang terdapat di Lombok berbeda dengan kangkung yang terdapat didaerah saya ( Bandung ) kangkung Lombok akan tetap hijau dan empuk setelah dimasak, sehingga tidak mengherankan ada salah satu restoran  di Jakarta yang menyajikan masakan kangkung dimana kangkungnya didatangkan langsung dari Lombok. Lombok juga terkenal dengan dodol rumput lautnya, dodol ini menurut pembuatnya dibuat dengan menggunakan gula jagung sehingga rasa manisnya pas dan tidak terlalu manis  seperti dodol dengan gula pasir atau gula merah.

Selama satu minggu berada di Lombok belum cukup rasanya untuk menikmati banyaknya pantai yang ada disini ,  pantai disebelah Lombok Timur  menurut cerita tidak kalah  indah daripada pantai di Lombok Barat . Juga aneka budaya dan tradisi Lombok banyak dipengaruhi oleh budaya Bali, turut melengkapi nilai tambah dari pariwisata di Lombok. Tidak mengherankan suatu saat Lombok akan bisa terkenal seperti halnya Bali sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.




Rabu, 06 Februari 2013

Wisata di Lombok



Berkesempatan mengunjungi Lombok  beberapa waktu yang lalu terpesona  keindahan pulau Lombok  dengan pantai-pantainya yang masih perawan,  membawa aneka kerajinan Lombok yang sudah mendunia sebagai buah tangan , juga tidak lupa mencicipi kuliner khas Lombok yang memiliki cita rasa ekstra pedas. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta mempergunakan penerbangan pagi,  1 jam 50 menit kemudian sudah tiba di Bandara Internasional Lombok.

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda kecil atau Nusa tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali disebelah barat dan Selat Alas disebelah Timur dari Sumbawa.  Luas Pulau ini mencapai  5.435 KM persegi, menempatkannya pada peringkat 108 daftar  pulau berdasarkan luasnya didunia, dengan ibu kota Mataram.  Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian besar penduduknya beragama Islam. Penduduk yang lainnya ada yang berasal dari Jawa, Tionghoa, Bali dan Arab.



Apa saja tempat wisata yang bisa dijumpai di Lombok


Pantai Senggigi, adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok, letaknya disebelah barat pesisir pulau Lombok. Memasuki area pantai Senggigi wisatawan serta merta akan disambut sejuknya semilir angin yang menyejukkan. Pesisir pantainya masih asri, wisatawan bisa melakukan Snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar.


Pantai Kuta Lombok, adalah tempat wisata dipulau Lombok Nusa tenggara Barat bisa ditempuh dari Mataram dengan menggunakan kendaraan selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Selama perjalanan menuju pantai ini  akan disuguhi pemandangan yang menyejukan mata. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih dengan butiran sebesar biji merica Banyak anak-anak menjajakan pasir dalam kemasan botol minuman dijual pada para wisatawan sebagai oleh-oleh yang bisa dijadikan pajangan   dirumah. Pantai ini terletak disebuah desa yang bernama desa Kuta.


Gili Nanggu adalah sebuah pulau kecil di Lombok Barat, untuk menuju kepulau ini bisa dilakukan dengan menyewa sebuah perahu bermotor seharga Rp 300.000 pulang-pergi  Pantai disini memiliki pasir putih dengan keindahan bawah lautnya. Suasana dipulau ini masih sangat sunyi , panorama dan keindahanannya betul-betul masih perawan sehingga banyak wisatawan yang menyebutnya sebagai Privat Island, cocok sekali dipakai sebagai tempat untuk berbulan madu.


Tidak lengkap rasanya jika berwisata dengan tanpa membawa oleh-oleh yang menjadi ciri khas daerah yang dikunjungi.  Selain memiliki pantai-pantai yang sangat indah  Lombok juga memiliki aneka macam kerajinan yang sudah sangat dikenal dimancanegara salah satunya adalah Mutiara. Mutiara Lombok terkenal sebagai mutiara dengan kualitas terbaik didunia, Dengan bentuk yang beraneka ragam mulai dari cincin, kalung, anting-anting, gelang, bros dan juga hiasan-hiasan lainnya. Tapi wisatawan  harus berhati-hati sebelum memutuskan untuk membeli perhiasan mutiara karena sekarang sudah mulai banyak mutiara yang berasal dari Cina dengan harga yang lebih murah tetapi dengan kualitas yang tentu saja jauh dibawah kualitas mutiara Lombok. Disepanjang jalan daerah Sekarbela banyak dijumpai toko-toko yang menjual aneka kerajinan mutiara. 


Lombok juga terkenal dengan kerajinan Songketnya. Sukarara merupakan  sentra pembuatan kain tenun atau songket. Sukarara adalah nama sebuah desa bisa ditempuh sekitar 15 menit dari kota Mataram tepatnya berada di kecamatan Jonggot Kabupaten Lombok Tengah. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan tehnik menambah benang. Hiasan dibuat dengan menambah benang perak, emas atau benang warna diatas benang lungsi. Terkadang ada juga yang menambah manik-manik atau logam sebagai hiasan.  Proses pembuatan songket memerlukan waktu lama karena semua proses pembuatannya dilakukan secara manual. Tingkat kerumitan dari selembar songket  akan menentukan harga jual songket yang berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 5.000.000/lembar  dengan lebar 1,2 meter dan panjang 2 meter.


Kalau di Jogjakarta daerah Kasongan terkenal dengan kerajinan Gerabah maka di Lombok ada satu daerah yang terkenal dengan kerajinan gerabahnya yaitu di Banyumulek. Desa Banyumulek terletak di kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Saat ini gerabah Banyumulek telah menembus pasar dunia dengan 28 negara sebagai tujuan eksport. Kerajinan gerabah ini banyak ditekuni oleh penduduk asli Lombok yang diturunkan secara turun menurun dari jaman abad ke 16 sebagai warisan nenek moyang mereka. 



Mengunjungi pantai sudah, berbelanja sudah ayo kita coba kuliner khas Lombok, yang memiliki cita rasa ekstra pedas . Ada Ayam Bakar Taliwang makanan ini  berbeda dengan ayam bakar lainnya karena diproses dengan cara khusus dan memiliki ciri khas tersendiri  biasanya disajikan dengan Pelecing Kangkung dan timun mentah sehingga menambah cita rasa kesegarannya dan biasanya disajikan dalam keadaan panas. 


Pelecing Kangkung yang disajikan sebagai pelengkap ayam bakar Taliwang sangat terkenal kehampir seluruh pelosok Nusantara. Pelecing Kangkung terbuat dari Kangkung, sambel tomat, dan toge  dicampur dengan parutan kelapa tua dan juga sangat pedas terasa dibibir. 


Bagi para penyuka daging sapi harus mencoba Bebalung. Makanan ini terbuat dari berbagai tulang bebalung  (kaki sapi) yang direbus dengan suhu yang sangat tinggi sehingga daging yang masih menempel menjadi lunak  kemudian diberi aneka macam bumbu khas Lombok. 


Sate Ikan Tanjung mengapa disebut demikian karena sate ini dibuat berbahan dasar ikan dan pertama kali dibuat didaerah Tanjung. 


Nasi Balap Puyung adalah sebuah nama yang diberikan  dengan mengacu pada salah seorang cucu pemilik warung yang pertama kali menyajikan menu ini   berupa nasi putih, ayam pelecing, ayam kering dan kacang kedele. Konon menurut cerita salah seorang cucu Inaq Esun ( yang pertama kali menyajikan menu makanan ini )  adalah seorang  pembalap lokal yang sering memenangkan perlombaan balap. Dan setiap kali dia memenangkan pertandingan selalu mentraktir teman-temannya di warung kecil milik neneknya ini, maka tercetuslah ide nama Nasi Balap Puyung


Disamping berbagai macam makanan berat, Lombok masih  mempunyai makanan khas yang lainya yaitu Dodol Rumput Laut. Makanan yang terbuat dari bahan dasar rumput laut dengan gula jagung sehingga cita rasa manisnya sangat pas dan tidak berlebihan., sangat cocok bagi anak-anak karena tidak akan merusak gigi. Dodol rumput laut ini selalu menjadi camilan favorit keluarga besar saya disetiap perayaan Idul Fitri dan selalu menjadi rebutan tamu yang berkunjung. Dodol Rumput Laut ini bisa diperoleh di sentra pertokoan daerah Cakranegara.


Selama 5 hari berada di Lombok masih belum cukup untuk menelusuri seluruh kota dan pantai yang berada di Lombok. Apalagi pantai di Lombok  Timur  menurut informasi jauh lebih indah dan lebih eksotik. Ternyata bukan Bali saja yang memiliki keindahan pantai, Lombok juga memiliki sejumlah pantai yang tidak kalah indahnya dengan beberapa pantai di Bali. Dan bagi saya sebagai seorang muslim tidak perlu khawatir dengan kuliner di Lombok karena sebagian besar penduduknya adalah muslim sehingga tidak diragukan lagi kehalalannya.



Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Lombok